Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Menemui Gala


__ADS_3

Sesampainya di kantor polisi, mereka langsung berjalan memasuki kantor polisi untuk meminta izin menengoki Gala yang masih dalam proses. Awalnya mereka bermasalah karen membawa kedua anak, tetapi dengan segenap penjelasan yang Rio berikan akhirnya polisi yang berjaga mengizinkan mereka semua masuk.


Ada dua orang polisi yang mendekat untuk mengantar semua bertemu Gala, mereka hanya bisa mengikuti langkah polisi tersebut. Di mana Yola selalu memegang erat tangan Becca karena sedikit takut sama tempat yang belum pernah dia kunjungi sama sekali.


Saat mereka sampai di sebuah ruangan khusus untuk bertemu tahanan, merek berempat duduk berjejer di bangku panjang yang terbuat dari kayu. Becca berusaha menenangi Yola agar tidak lagi merasa takut. Sementara Rio, meyakini Naku supaya tidak menyimpan amarah juga dendam kepada ayah kandungnya.


Setelah 5 menit mereka menunggu, akhirnya Gala datang menggunakan baju dan celana orange yang sudah menjadi tersangka akibat adanya bukti yang memperkuat Gala menjadi tersangka yang nantinya akan menjadi terdakwa di persidangan.


Kedua tangan Gala yang tadinya di borgol kebelakang, kini sudah di lepaskan. Gala langsung duduk di deoan mereka semua sambil menataonya satu persatu secara bergantian. Tidak lupa ada dua polisi yang selalu mengawasi pergerakan Gala agar tidak sampai mencelakai pengunjung atau tamu yang sedang menemuinya.


Yola yang masih sedikit takut, langsung merangkul lengan Becca sambil melihat ke arah Gala. Becca mencoba kembali menenangkan Yola dengan cara mengusap pipinya. Sedangkan Naku, dia menatap Gala tanpa berkedip sedikit pun.


Rio tersenyum, lalu menjulurkan tangannya untuk bersalaman pada Gala. "Bagaimana kabarmu, Tuan? Apakah Tuan di sini baik-baik saja?"


"Ngapain kalian ke sini? Mau tertawa melihat nasibku seperti ini?" ucap Gala, menatap kesal ke arah Rio tanpa membalas tangan Rio.


Tanpa memperpanjang masalah, Rio kembali menarik tangan juga tersenyum. Ingin rasanya Naku membalas ucapan Gala, akan tetapi dia tetap menunggu sampai waktu yang di tentukan tiba. Apa lagi Becca sudah gemas sekali ingin mencomot bibir Gala, hanya saja dia urungkan sebab semua telah di nasihati oleh Rio supaya tidak menimbulkan masalah lebih besar lagi.

__ADS_1


"Tidak, Tuan. Kami ke sini niatnya ingin meluruskan masalah yang ada, agar tidak lagi menimbulkan pepecahan. Silaturahmi kita harus tetap berjalan baik, saya tidak mau jadi penghalang pertemuan ayah dengan anak. Meskipun, Becca sudah menjadi istri saya. Sebaik mungkin saya akan tetap menjaga silaturahmi kita supaya tidak terputus. Ingat, Tuan. Sampai kapan pun itu, Naku tetap anak Tuan. Jadi, Tuan tidak boleh menyimpan dendam seperti ini agar komunikasi kalian tetap berjalan lancar."


"Sebelumnya saya minta maaf jika kedatangan kami semua mengganggu ketenangan Tuan. Mungkin Tuan sudah tahu alasan Naku melaporkan ayahnya sendiri ke tempat seperti ini. Jadi, kalau memang Tuan ingin meminta keterangan lebih jelas pada Naku. Saya tidak akan ikut campur, tapi saya minta untuk tidak ada yang namanya kekerasan, bentakkan dan sebagainya. Kedatangan kami ke sini hanya untuk meluruskan semua yang sudah terjadi pada Tuan."


"Saya tahu, Tuan tidak ada yang salah, begitu juga Naku. Niat Naku kepada Tuan sebenarnya baik, dia ingin Tuan tidak semakin terjerumus ke hal yang lebih negatif dari ini. Apa yang Tuan lakukan memang tidak bisa disalahkan dan tidak bisa di benarkan. Percobaan Tuan yang ingin merusak hubungan saya dengan Becca itu sudah terlalu jauh. Bahkan, Tuan berniat ingin menghancurkan karier serta nama baik saya. Belum lagi Tuan menginginkan pernikahan kami tidak terjadi."


"Saya sendiri tidak menyangka Tuan bisa melakukan kesalahan berulang kali. Padahal kemarin saya sudah berbicara sama Tuan untuk menyudahi semua ini. Kita bisa kembali menjalin hubungan baik, mungkin Tuan sudah kehilangan istri, jadi jangan sampai Tuan kembali kehilangan anak satu-satunya. Kalau pun Tuan bisa menjalani hubungan baik, kapan saja Tuan bisa bertemu dengan bebas. Saya tidak akan melarang, asalkan Tuan tidak sampai mengusik keluarga kecil saya. Terutama istri saya, Becca!"


Rio berusaha menjadi penengah di antara Gala, Becca juga Naku. Apa lagi Rio sudah berstatus sebagai suami serta kepala rumah tangga, sehingga dia tidak akan tinggal diam jika keluarganya di usik.


Setelah itu, mata Gala mulai menatap Naku yang dari tadi terdiam menyimak semuanya. Rio mengusap bahu Naku, membuatnya menoleh seakan memberikan kode pada Rio. Di situ Rio hanya bisa mengangguk penuh senyuman, berarti dia sudah mengizinkan Naku untuk mengobrol dengan Gala.


"Apa maksudmu menjebloskan daddymu sendiri ke sini? Apa kau sudah tidak menganggap daddy ini sebagai orang tuamu lagi, iya?" tanya Gala, menatap Naku penuh keseriusan.


"Justru itu, karena Naku masih menganggap daddy sebagai orang tua, makannya Naku lakukan cara ini supaya daddy bisa sadar. Mommy itu bahagianya sama Om Rio, bukan sama daddy. Seharusnya daddy sudah paham itu, daddy bisa mencari kebahagiaan lain tanpa harus merusak kebahagiaan orang lain. Toh, mommy juga pergi karena ulah daddy, jadi stop mengusik hidup mereka. Daddy paham?"


"Sekarang daddy sama mommy udah punya hidup masing-masing, jangan lagi melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Sudah cukup perpisahan kalian membuat hidup Naku hancur, jangan sampai nanti Naku tumbuh menjadi orang pendendam. Kalau itu terjadi, jangan salahkan Naku jika nanti Naku tidak akan pernah ingin bertemu dengan daddy lagi. Lebih baik Naku pergi sejauh-jauhnya dari kalian, dari pada harus menyaksikan perdebatan yang tidak pernah ada ujungnya. Naku capek, Dad. Capek!"

__ADS_1


"Semua orang tahu daddy itu adalah daddy Naku, terus dengan adanya daddy di kantor polisi apa Naku tidak malu? Malu, Dad. Malu! Cuman mau gimana lagi, Naku bingung. Kalau daddy enggak ada di sini, daddy tidak mungkin sadar. Bahkan, sekarang aja daddy masih belum sadar, 'kan? Daddy hanya memikirkan keegoisan daddy sendiri, tanpa sedikit saja memikirkan perasaan Naku seperti apa!"


"Sudah cukup, Dad. Kalau daddy masih menganggap Naku anak daddy, stop berulah. Naku tidak suka daddy seperti ini, daddy itu orang baik. Cuman karena rasa cemburu daddy, rasa ketidak sukaan daddy membuat daddy menyimpan rasa iri juga dendam. Harusnya daddy tuh berterima kasih, kalau bukan Om Rio. Mungkin saat ini Naku udah jadi anak durhaka yang membenci daddynya sendiri!"


"Banyak nasihat yang diberikan Om Rio pada Naku supaya Naku bisa tumbuh menjadi anak yang baik. Naku udah ikhlas, kalian tidak bisa bersama seperti dulu. Impian Naku mungkin tidak bisa terwujud dari rumah tangga daddy sama mommy, tapi Naku yakin. Impian itu bisa terwujud kembali namun dari rumah tangga mommy dan Om Rio. Jadi, Naku mohon. Kalau daddy sayang sama Naku, daddy masih nganggap Naku anak. Sadarlah! Sebelum Daddy juga kehilangan Naku seperti daddy kehilangan mommy untuk selamanya!"


Kata-kata yang selalu Naku ucapkan panjang kali lebar, membuat air mata Gala mulai menetes. Dia baru sadar, bahwa anaknya telah tumbuh menjadi dewasa. Tidak lagi seperti Naku yang dulu dipenuhi oleh emosi, juga amarah akibat perpisahan mereka.


Melihat Naku bisa sebijak itu dalam berbicara, tidak lagi menggunakan kata-kata kasar ketika sedang mengungkapkan tentang perasaan yang dia pendam. Seketika berhasul membuat Gala terkejut, dia langsung menoleh ke arah Rio sekilas dan kembali menatap putra kesayangan.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...

__ADS_1


__ADS_2