Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Awal Kehidupan Naku & Becca


__ADS_3

Di dalam mobil, Becca duduk sambil menatap ke arah kiri melihat jalanan yang sedikit silau akibat sinar matahari yang mulai terik. Begitu juga Naku, dia pun menoleh ke arah kanan.


Selang beberapa menit, Naku perlahan menoleh ke arah Becca. Walaupun Becca terlihat tegar, tetapi air mata yang menetes tanpa adanya isakan adalah bukti kuat bila hatinya tidaklah baik.


Melihat itu, Naku menjadi kasihan. Satu sisi dia tidak ingin berada di tengah-tengah mereka, tetapi di satu sisi lagi Naku bisa mengerti betapa kecewanya Becca terhadap Gala.


Naku bisa menilai, kalau Becca adalah seorang wanita yang sangat mencintai suaminya. Akan tetapi, suaminya malah tega telah mengkhianatinya tanpa berpikir panjang efek dari semuanya itu.


"Naku tahu, Mom. Ini pasti berat buat Mommy menjalani kehidupan tanpa Daddy, Naku juga berat. Cuman kita bisa apa, kalau Naku di posisi Mommy pun Naku akan merasakan hal yang sama. Hanya saja, mulai saat ini Naku tidak lagi percaya sama yang namanya cinta dan juga kasih sayang!"


"Dari Mommy dan Daddy, Naku bisa belajar yang terlihat baik selamanya belum tentu baik. Begitu juga yang buruk, tidak selamanya akan buruk. Sama kaya cinta Mommy yang sangat besar sama Daddy, tapi malah mendapatkan balasan seperti ini!"


"Sabar ya, Mom. Naku yakin, suatu saat nanti kita berdua bisa sukses dan bahagia meskipun tanpa Daddy. Naku janji, kelak saat Naku dewasa. Naku tidak ingin meninggalkan Mommy dan akan selalu membuat Mommy bahagia bukan menangis. Kalaupun menangis, itu bukan karena kesedihan melainkan kebahagiaan. Tunggu Naku, besar ya, Mom."


Naku berbicara di dalam hatinya sambil melihat wajah Becca dari arah samping. Saat mendapati pergerakan dari Becca, Naku langsung kembali ke posisi awal menatap ke arah jalan setelah menghapus air mata yang menetes di pipinya.


Becca melihat raut wajah datar anaknya, merasa sangat kasihan. Rasa bersalah selalu menyelimuti hati dan pikirannya, dia tidak tega menghancurkan impian anaknya.

__ADS_1


Namun, bagaimana lagi. Mungkin, ini sudah jalan takdir terbaik untuk mereka berdua yang Tuhan berikan. Bila mereka masih bisa di restui bersama, tidak akan ada kata perpisahan. Akan tetapi, jika sudah ada kata perpisahan itu artinya telah mencapai di titik menyerah.


"Maafkan, Mommy, Naku. Mommy tahu, pasti hatimu sangat sakit ketika Mommy dan Daddy harus berpisah dengan cara seperti ini. Tapi, percayalah. Walaupun kami berpisah, Mommy tidak akan melarangmu untuk bertemu dengan Daddymu sendiri, kapanpun itu. Mommy percaya, jika Mommy dan Daddy telah resmi berpisah. Kami akan berusaha tetap membesarkanmu berdua menggunakan cara berbeda, satu tujuan. Kelak Mommy akan membuktikan pada dunia, bila anak broken home itu tidak semuanya memiliki kehidupan yang menyedihkan!"


Becca berbicara di dalam hatinya sambil menatap Naku. Air matanya kembali menetes deras, saat dia tidak bisa menahan rasa sakit di dalam hatinya saat menatap raut wajah anaknya sendiri.


Naku mendengar Becca terisak, segera menoleh dan sedikit terkejut atas sikap Becca yang langsung memeluknya sangat erat.


Tumpahlah tangis Becca di dalam pelukan Naku sambil terus meminta maaf atas kesalahannya. Sementara Naku, berusaha kuat agar tidak terlihat lemah di hadapan Becca.


Tanpa di sadari air mata Naku ikut menetes dan segera di hapus supaya Becca tidak melihatnya. Naku tahu, Becca sudah sangat hancur atas pernikahannya. Jadi, Naku tidak ingin menunjukkan raut wajah kesedihannya atau kekecewaan, atas impiannya yang telah kandas diterpa badai.


"Naku janji, kalau Naku sudah besar nanti. Naku akan menggantikan Mommy cari uang, dan kita bisa hidup jauh diatas Daddy. Naku akan buktikan sama Daddy, kalau Naku bisa membahagiaan Mommy. Tidak seperti Daddy yang telah menyakiti Mommy!"


Kata-kata Naku, berhasil menyentuh hati Becca. Sehingga membuat Becca berulang kali memeluknya dan mencium wajahnya.


Namun, Naku yang malu langsung saja memarahi Becca karena baginya dia bukan lagi anak kecil yang senang di cium. Melihat respon anaknya, Becca hanya bisa terkekeh di sela tangisnya.

__ADS_1


Setelah itu, mereka kembali duduk di posisi awalnya sambil melihat jalan. Kurang lebih 2 jam lamanya, mereka sampai di depan pagar berwarna hitam. Becca dan Naku pun turun dari mobil, lalu di bantu oleh sang supir untuk menurunkan koper mereka.


Kemudian, Becca membayar ongkos mobil tersebut. Lalu, berjalan sambil mendorong kedua kopernya memasuki pagar hitam itu.



Rumah yang terlihat kecil, jauh banget dari rumah yang mereka tempati membuat Naku terdiam sejenak di tempatnya, tanpa melakukan pergerakan.


Matanya menatap rumah tersebut dengan tatapan yang sedikit aneh, tapi kembali lagi. Inilah kehidupan mereka yang sekarang, walau tidak terlalu mewah. Akan tetapi, ini awal kehidupan mereka yang di mulai dari nol.


"Apakah aku bisa bertahan di rumah yang seperti ini? Bagaimana kedepannya, apa aku masih bisa memiliki semuanya seperti di rumah mewah itu? Dan apa Mommy bisa membiayai kehidupan kita untuk ke depannya?" tanya Naku, pada dirinya sendiri.


Becca sudah memasuki pagar rumah tersebut, lalu ketika berjalan beberapa langkah dan tidak menemukan Naku berada di sampingnya. Kembali berjalan keluar pagar dan melihat Naku terdiam mematung di posis yang sama saat turun mobil. Suara lantang Becca membuyarkan pikiran Naku, dan segera berjalan mendekati Mommynya sambil mengukirkan sedikit senyuman tipis.


.......


.......

__ADS_1


.......


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2