Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Menjelaskan Kesalah Pahaman


__ADS_3

Tidak disangka, Naku hampir meneteskan air matanya ketika dia bisa merasakan betapa baiknya sosok Rio yang akan menjadi pendamping mommynya.


Mata Naku langsung berkedip beberapa kali untuk menahan air matanya agar tidak jatuh dan kembali stabil. Setelah itu melepaskan pelukannya dari Rio, lalu menatapnya dengan mata yang menyorot tajam.


"Harusnya Naku yang berterima kasih, karena Om sudah bisa membuktikan kalau Om benar-benar mencintai Mommy. Hanya dalam hitungan menit, Om bisa menyelesaikan masalah tanpa adanya kekerasan. Video itu membuktikan jika Tuhan memang merestui hubungan kalian, jadi aku minta. Segeralah menikah, dan bahagiakan mommyku. Buat dia melupakan semua lukanya, agar trauma dipernikahannya tidak sampai kembali terjadi!"


Air mata Becca menetes, dia tidak tahu harus berkata apa. Satu sisi dia mempercayai Rio, satu sisi lagi Becca sedikit ragu. Semua itu karena dia ingin lebih hati-hati lagi untuk memiliki pasangan. Jangan sampai jika nanti Becca berumah tangga, trauma akan perselingkuhan semua kembali terjadi. Pastinya, itu akan jauh lebih menyakitkan dari sebelumnya.


"Om tidak bisa berjanji untuk selalu membahagiakan kalian, tapi Om bisa pastikan kalau om akan selalu berusaha untuk belajar membahagiakan kalian. Jika gagal, Om akan terus mencobanya sampai kalian lupa akan kesedihan yang pernah kalian rasakan."


Rio tersenyum saat menatap Naku, lalu tangannya terangkat untuk mengusap kepala Naku. Di mana Naku hanya bisa sedikit mengukirkan senyuman di bibirnya, dia masih sangat heran dengan Rio.


Berulang kali Naku pernah menyakitinya, melarangnya bahkan sampai membuat anaknya hampir diculik seseorang. Reaksi Rio malah tidak sedikit pun membalas, dia selalu berusaha untuk membuktikan kalau dia bukan pria seperti yang Naku dan Becca pikirkan.


Entah, hati Rio terbuat dari apa. Dia selalu pintar untuk meluluhkan kerasnya Naku juga mengobati setiap luka yang ada pada hati Becca. Sampai akhirnya, tatapan Naku dan Rio terhenti saat mereka mendengar perkataan Becca yang kurang enak.


"Apa jaminannya kakak bisa membahagiakan aku dengan Naku? Aku tahu, rekaman itu memang asli. Cuman isinya pasti rekayasa yang sudah kamu buat sedemikian rupa agar terkesan bukan kamu yang salah, iya, 'kan? Atau jangan-jangan kakak---"


Belum selesai Becca mengatakan semuanya, seseorang masuk ke kamar Becca dengan senyuman kecil menyapa semua yang ada didalam. Betapa terkejutnya Becca saat melihat Killa datang bersama suaminya.


"Permisi, Tuan, Nyonya. Maaf jika kehadiran saya dan suami mengganggu. Perkenalkan saya Killa, dan ini suami saya. Sebelumnya saya ingin meminta maaf karena saya sudah mencemarkan nama baik Tuan Rio serta membuat hubungan Tuan Rio dengan Nyonya Becca hancur berantakan. Saya hanya menjalankan perintah atau rencana yang sudah disusun oleh Tuan Gala, semuabitu saya lakukan demi mendapatkan bayaran yang besar darinya untuk membayar pengobatan suami saya."

__ADS_1


"Untuk itu sekali lagi maafkan saya, Tuan Rio tidak bersalah saya yang mendorong Tuan Rio agar seolah-olah saya berpelukan dengannya sata Tuan Gala memberikan aba-aba melalui earphone yang ada di telinga saya. Jadi, apapun yang saya lakukan tadi, semua arahan dari Tuan Gala bukan karena saya dan Tuan Rio memiliki hubungan. Saya tidak mengenal sedikit pun siapa Tuan Rio, dan siapa Tuan Gala, bahkan Nyonya Becca pun saya tidak kenal. Namun, Tuan Gala sudah menceritakan poin-poin penting agar saya bisa menjalani semua misi yang diberikan."


Penjelasan dari Killa membuat Becca terdiam sejenak. Dia menciba mencerna kata demi kata yang di sampaikan Killa beserta suaminya. Sementara itu, Naku dan Rio hanya tersenyum kecil menunjukkan sikap cool mereka. Di mana Rio merangkul pundak Naku, sedangkan Naku sesekali menatap Rio dengan penuh arti.


Terlihat sekali kekompakan antara Rio dan Naku, Becca sendiri menjadi bingung. Otaknya bekerja lebih keras untuk mendapatkan hasil yang baik.


Namun, Becca tetap masih sedikit belum yakin atas apa yang Killa ceritakan. Wajar saja, banyak


rekaman atau ucapan yang terbilang di rekayasa. Sama seperti apa yang Gala lakukan pada Killa, jadi Becca berpikir Rio juga bisa melakukan hal yang sama.


"Apa buktinya kalau memang Gala yang melakukannya? Jangan bilang kamu melakukan semua ini di bayar sama dia?" Jari telunjuk Becca mengarah ke Rio, meskipun tatapannya sesekali menatap kearah Killa.


"Ya, aku memang di bayar oleh Tuan Rio, tapi----"


"Jadi, Om---"


"Tidak, tidak! Ini tidak benar, aku tidak membayar dia. Aku bersumpah, aku tidak melakukan hal itu. Kamu hanya salah paham, Becca!"


Rio melambaikan kedua tangannya didekat dada, wajahnyabterlihat bingung. Kenapa bisa semua malah menjadi kacau seperti ini, padahal sebelumnya semua berjalan lancar. Akan tetapi, sekarang malah berantakan yang membuat Naku serta Becca tambah salah paham.


"Naku, kamu percaya sama Om, 'kan? Om tidak pernah melakukan hal itu, bahkan seumur hidup Om tidak pernah mempergunakan kekuasaan demi kepentingan diri sendiri. Kalian hanya salah paham, aku ... Akhhhh, apa yang sudah kamu bicarakan sama mereka, hahh?"

__ADS_1


"Sejak kapan saya membayarmu? Kapan! Uang 100 juta yang aku berikan tadi, hanya sekedar membantu kalian supaya kehidupan kalian bisa lebih baik serta mengobatan suamimu bisa terkontrol. Saya juga bilang, kalian harus mengembalikan uang panas yang Gala berikan demi anak-anak kalian. Kasian mereka jika harus makan uang yang tidak baik, maka dari itu aku memberikan uang tersebut supaya pendidikan serta kehidupan kalian jauh lebih baik sampai suamimu pulih."


"Aku juga sudah menawarkan rumah sakit yang bagus untuk suamimu berobat secara gratis, dan kamu malah menolaknya. Terus kenapa kamu malah mengatakn semua ini? Kenapa? Ini jauh dari apa yang sudah aku katakan, aku hanya ingin kalian menjelaskan pada Becca bukan malah menambah masalah kami!"


Baru kali ini Rio terlihat emosi, marah dan sedikit membentak kedua sejoli tersebut. Bagaimana Rio tidak emosi, Killa mengatakan semuanya sampai kembali membuat keraguan Becca semakin besar hingga memuncak.


Ini semua bukan kemauan Killa, dia berniat ingin menjelaskan secara rinci tentang Rio yang sudah membantunya. Hanya saja, Killa malah salah dalam mengapresiasikan perkataannya sampai membuat kesalahan itu semakin membesar.


Tangis Becca atas kekecewaan pada Rio membuat Rio bingung, ditambah Naku juga terdiam tanpa mengatakan apapun. Sampai akhirnya suami Killa turun tangan untuk menghentikan suasan yang cukup memusingkan. Dia menceritakan semuanya pada Becca secara rinci, tidak lupa suami Killa juga meminta Becca untuk tidak memotong perkataannya sebelum dia selesai menjelaskan semua yang ingin dibicarakan.


Killa sangat-sangat berterima kasih pada suami tercinta, lantaran dia sudah bertekat ingin membantunya walaupun hubungan mereka sedikit goyang akibat kejadian ini.


Jika Killa menjelaskan dengan bahasa yang berlibet, tapi beda cerita sama suaminya. Dia bisa membuat Becca dan Naku paham kalau Rio hanya sekedar membantu kehidupan mereka, bukan membayar mereka untuk menceritakan semua rekayasa itu pada Becca.


Lirikan mata Becca membuat Rio sedikit mengukirkan senyuman, meski hatinya masih berdetak kencang. Rio takut kalau Becca tetap tidak percaya padanya, itu yang sulit apa lagi Becca pernah mengalami trauma atas cinta hingga sulit untuknya percaya begitu saja kalau tidak ada bukti yang cukup jelas juga detail.


Selesai suami Killa berbicara, Becca masih terdiam. Tidak ada respon sedikit saja, sehingga dia langsung mengambil tindakan supaya Killa menunjukkan dukti transfer yang Gala berikan padanya. Di situ akan ada nomor rekening, nama dan sebagainyan. Jadi, Becca tidak bisa menyangkal semua kebenaran yang sudah ada didepan matanya sendiri.


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2