Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Keracunan Pembersih Lantai


__ADS_3

Jalan satu-satunya Gala mengambil ponselnya, kemudian menelepon Lola. Tak lupa dia menyalakan pengeras suaranya, agar Becca bisa mendengarnya secara langsung.


[Nyonya, maafkan saya. Pesan yang saya kirim kepada Tuan Gala itu salah kirim, tadi saya mau kirim ke pacar saya. Bahkan sudah saya tarik pesannya, hanya saja saya tidak tahu bila itu sudah di baca oleh Nyonya.]


[Maafkan saya, sudah membuat ke salah pahaman diantara Nyonya dan juga Tuan. Sekali lagi maafkan saya, Nyonya. Maaf!]


Setelah selesai Lora menjelaskan pada Becca, Gala pun langsung mematikan sambungan teleponnya. Dia melihat reaksi istrinya terdiam mematung. Mungkin saja Becca masih mencerna semua perkataan Lora.


Sampai pada akhirnya Becca pun langsung berhambur memeluk suaminya. Kemudian dia meminta maaf atas kesalahannya yang sudah salah paham kepada suaminya.


Gala merasa tenang, dia tersenyum mengangguk dan membalas pelukan istrinya. Dimana saat ini Gala mencoba untuk menenangkan istrinya, sambil menunggu kondisi anaknya yang masih berada di dalam ruangan.


Selang beberapa menit, sang dokter pun datang dalam keadaan wajah yang tidak bisa ditebak. Sebenarnya, ada kabar apa dengan Naku? Kenapa wajah dokter terlihat sedikit frustasi? Entah, mereka hanya bisa menunggu dan berharap bila anaknya akan baik-baik saja.


"Bagaimana kabar anak saya, Dok? Dia masih bisa selamat, 'kan?" tanya Gala, cemas.


"Apa maksudmu mengatakan itu? Anakku pasti selamat, apapun itu dia harus tetap selamat!" sahut Becca yang tak terima sama ucapan suaminya.


"Bu-bukan begitu, Sayang. A--"

__ADS_1


"Maaf sebelumnya saya harus potong pembicaraan kalian, untuk saat ini kondisi anak kalian masih dikatakan aman. Hanya saja menyebabkan iritasi, luka pada tenggorokan atau saluran cerna. Sehingga terjadi perlengketan pada tenggorokan atau saluran cerna."


"Semua itu di sebabkan, karena dia terlalu banyak meminum pembersih lantai atau sejenisnya. Untuk itu, saya ingatkan kepada kedua orang tua agar menjaga anaknya lebih baik lagi. Bila perlu, sewakan spikolog yang bagus agar mengurangi mental anak yang mengalami depresi atau pun tekanan."


Penjelasan sang dokter membuat kedua orang tua Naku merasa lega. Akhirnya anaknya bisa selamat, meskipun dia seperti melakukan percobaan bu*nuh diri.


"Terimakasih, Dok. Apakah kami boleh melihatnya?" tanya Becca, penuh harapan.


"Biarkan dia istirahat dulu, Nyonya. Kami akan memindahkan kamarnya lebih dulu, setelah itu Tuan dan Nyonya bisa menemaninya kapanpun kalian inginkan." jawab sang dokter tersenyum.


"Baiklah, saya akan urus semuanya. Sekali lagi terimakasih sudah berusaha untuk menyelamatkan anak kami." sahut Gala, diangguki oleh sang dokter.


Gala dan Becca pun menganggukan kepalanya, mempersilakan sang dokter pergi. Setelah itu Becca menunggu Naku di deoan ruangan UGD, sedangkan Gala langsung mengurus kamar Naku.


Rasanya mereka berdua sudah tidak sabar untuk melihat kondisi anaknya. Harapan mereka, semoga saja Naku tidak lagi menyimpan amarah atau dendam atas kejadian keributan besar antara kedua orang tuanya.


"Puji, Tuhan. Terima kasih, Kau telah menyelamatkan anakku. Semoga Kau segera memulihkan kondisinya dan menghilangkan rasa amarah di dalam hatinya."


Becca berdoa di dalam hatinya sesuai kepercayaannya. Satu sisi dia merasa senang anaknya selamat, tetapi di sisi lainnya dia masih khawatir apakah anaknya masih menyimpan amarah padanya atau tidak.

__ADS_1


...🌟🌟🌟🌟🌟...


Di dalam kamar, Naku. Becca dan Gala sedang menunggu anaknya tersadar kembali. Dimana Becca duduk sambil memegangi tangan anaknya serta menciumnya. Sementara Gala duduk di pinggir bangkar dekat kaki Naku.


"Naku, Sayang. Bangun yuk, Mommy kangen loh. Naku enggak kangenkah sama Mommy dan Daddy?"


"Mommy tahu Naku marah sama kami, tapi maaf, Sayang. Mommy bertengkar sama Daddy karena kesalah pahaman kami. Jadi Naku bangun ya, Mommy akan jelaskan sama Naku kalau semua ini tidak seperti yang Naku pikirkan."


Becca masih meneteskan air matanya melihat tubuh anaknya yang terbuju kaku, dengan wajah pucat dan bibir yang sedikit membiru.


Gala hanya bisa terdiam dengan segala kesalahannya terhadap istri serta anaknya. Di saat mereka sedang menunggu Naku bangun, Gala malah mendapatkan 1 nitif panggilan di jam-jam yang sangat malam.


Kemudian dia langsung meminta izin pada istrinya, jika ada panggilan penting dari asisten pribadinya. Awalnya Becca curiga, tetapi keadaan Naku lebih penting. Mau tidak mau, dia mengangguk dan kembali menjaga Naku ketika suaminya pergi meninggalkan kamar.


.......


.......


.......

__ADS_1


...💜💜>Bersambung


__ADS_2