
Rio dan Becca masih benar-benar bingung dengan apa yang terjadi, apakah ini semua ulah Gala? Jika benar, kenapa dia tidak ada kapok-kapoknya untuk mengganggu kebahagiaan Becca. Sampai kapan semua ini akan terjadi, bila Gala terus mencampuri kebahagiaan anak juga mantan istrinya. Rasanya Becca benar-benar sudah lelah, dia hanya ingin hidup tenang. Akan tetapi, sulit sekali mencapai kebahagiaan jika Gala terus merecoki hidupnya.
Seorang komandan berhasil mengalihkan rasa bingung diantara mereka berdua. Mereka datang dengan memberikan sedikit penjelasan atas kekacauan yang ada di acara mereka.
"Permisi, Tuan, Nyonya. Bisakah kita berbicara ke pojok sana, sebentar?" ucap komandan polisi, membuat Rio dan Becca hanya bisa mengikuti arahan yang mereka inginkan.
Sementara itu, Naku berusaha untuk membuat semua para tamu kembali menjadi tenang. Cara unik yang Naku berikan benar-benar bisa mengembalikkan keadaan seperti semula. Di mana dia menyanyikan sebuah lagu yang sangat indah sebagai doa juga ketenangan bagi semua orang yang ada di sana.
Yola yang memang sudah mulai tenang, kembali ke acara gedung untuk menerima panggilan dari Naku agar mereka bisa menyanyikan sebuah lagu yang akan diberikan untuk hadiah kedua orang tuanya.
Jika Naku dan Yola sedang berusaha menghibur para tamu undangan, berbeda sama Rio juga Becca yang sedang gugup ketika dihadapkan oleh kegugupan untuk mendengar penjelasn dari polisi tersebut.
"Ma-maaf, Pak. Siapa yang sudah memanggil bapak semua untuk datang ke acara kami, sepertinya kedatangan bapak semua sudah direncanakan. Benar begitu?" tanya Rio, menatap satu persatu dari ketiga polisi secara bergantian.
"Sebelumnya kami minta maaf, apa bila kedatangan kami membuat semuanya terkejut termasuk Tuan dan Nyonya. Hanya saja, kami sedang menjalankan tugas yang telah diberikan oleh Ananda Naku, anak dari Nyonya Becca. 1 hari sebelum acara pernikahan Tuan dan Nyonya, Ananda Naku datang ke kantor polisi untuk meminta tolong agar kami bisa membantu keamanan dari acara orang tuanya yang ingin dihancurkan oleh ayah kandungnya sendiri, yaitu Tuan Gala."
"Ananda Naku menunjukkan sebuah rekaman singkat kepada kami, di mana Tuan Gala sedang merencanakan semua ini kepada wanita tersebut. Tuan Gala menginginkan acara pernikahan ini supaya tidak terjadi, tapi kami sudah sedikit membuang waktu sehingga Tuan dan Nyonya bisa menikah tanpa gangguan. Namun, ketika kami ingin mengamankan wanita itu Ananda Naku mengatakan bahwa dia ingin menguji cinta yang ada didalam hati kalian. Sehingga, kami hanya mengulur waktu agar wanita itu datang terlambat."
"Setelah itu, saat semuanya terjadi kami sudah berada di tempat persembunyian untuk berjaga-jaga. Dirasa sudah cukup, dan suasana sudah tidak kondusif kami langsung mengamankan tersangka dari amukan massa. Tidak lupa, Tuan Gala juga sudah kami tahan di polsek, sambil menunggu berkas naik ke pengadilan. Untuk itu, sekali lagi maafkan kami. Kami hanya menjalankan perintah dari Ananda Naku yang telah berusaha menyelamatkan rumah tangga oramg tuanya. Sekian dari kami, selebihnya apa bila Tuan dan Nyonya ingin mendapatkan informasi yang lebih detail, datanglah ke polsek. Kami tunggu dengan senang hati."
__ADS_1
Penjelasan dari komandan kepolisian itu benar-benar membuat mereka syok bukan main. Naku? Ternyata dialah, orang yang ada di balik semua rencana ini. Sifatnya yang terlihat pendiam, jauh lebih berbahaya bila bertindak dari pada Rio. Naku rela melaporkan ayah kandungnya sendiri, tanpa memikirkan perasaannya sendiri
Sejauh ini, Rio dan Becca sangat tahu betapa sayangnya Naku pada Gala. Dia bahkan rela mencegah kebahagiaan Becca saat Naku belum bisa menilai kebaikan hati Rio.
Akan tetapi, saat Naku sudah bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar. Dia malah lebih tegas dari Rio juga Becca jika mengambil keputusan tanpa kembali memberikan maaf yang tidak ada artinya. Selagi Gala bersalah, maka dia harus diberikan efek jera agar bisa menyadari kesalahannya.
Apa bila tingkahnya tidak bisa dipertanggung jawabkan, pasti Gala akan terus merusak kebahagiaan Becca sampai kapan pun hanya demi mewujudkan keegoisan dirinya sendiri.
Sang polisi menjabat tanggan Rio lalu Becca, kemudian mereka pergi melalui pintu samping agar tidak kembali mengacaukan suasana yang sudah berhasil Naku ambil alih bersama Yola. Semua seperti sudah di rencanakan matang-matang oleh Naku sendiri.
Selepas perginya polisi tersebut, Rio mengajak Becca kembali ke tempat acara. Akan tetapi, Becca menarik tangan Rio agar tidak beranjak dari tempatnya. Rasanya Becaca benar-benar bersalah, karena lagi-lagi dia tidak percaya dengan ketulusan cinta yang Rio berikan.
Rio berbalik, lalu menatap Becca sambil tersenyum, "Ada apa, hem? Apa yang mau dibicarakan, bukannya tadi sudah jelas. Apa yang wanita itu katakan adalah kebohongan, aku tidak seburuk apa yang kamu pikirkan. Jika kamu masih belum bisa percaya dengan cintaku, gapapa. Aku tidak akan memaksa buat kamu percaya, setidaknya aku tidak ada sedikit pun niat untuk menyakitimu. Jika hatiku sudah memilih dirimu, itu artinya hanya kamu yang bisa membuatku jatuh cinta bukan yang lain!"
Becca bisa melihat betapa kecewanya Rio atas sikap Becca yang sama sekali tidak mempercayai cintanya. Semua terlihat dari cara Rio menatap Becca juga nada bicaranya yang penuh kesedihan. Hanya saja, Rio berusaha tetap tersenyum walaupun hatinya terluka.
Jika dibilang kecewa, pasti Rio kecewa karena sudah dua kali ini Becca tidak mempercayai ketulusan hatinya. Rio tahu, Becca memiliki trauma tersendiri akibat masa lalunya. Akan tetapi, semua itu tidak seharusnya dilampiaskan pada Rio yang benar-benar mencintainya.
Memang, sikap Becca tidak salah. Semua orang yang akan menghadapi situasi seperti itu pasti akan emoai, kecewa juga marah. Yang jadi pertanyaan, jika memang Becca tidak memiliki keyakinan akan dirinya, kenapa dia menerima semua ini. Rumah tangga apa yang akan mereka jalani, bila salah satu dari mereka tidak bisa mempercayai pasangannya.
__ADS_1
"Ma-maaf, a-aku sudah membuat kakak kecewa. Sekali lagi maafkan aku, aku tidak bermaksud menud---"
"Sudah ya, jangan di bahas. Ini hari kebahagiaan kita, lupakan saja apa yang sudah terjadi tadi. Sekarang kita harus tetap tersenyum, kasihan anak-anak. Mereka sudah susah payah menghibur semua para tamu agar kembali merasa senang. Jadi, tersenyumlah. Masih ada lain waktu untuk membahas semua ini, oke?"
Rio mengusap pipi Becca secara perlahan. Senyuman yang dia ukir memang sangat manis, tetapi tidak bisa menutupi isi hatinya yang masih terluka atas sikap Becca yang masih belum bisa mempercayai cintanya.
Becca hanya bisa menganggukan kepalanya, lalu menggandeng tangan Rio sangat erat. Di mana Rio mencium keningnya sambil mengusap air mata di pipinya. Setelah itu mereka berjalan kembali ke dalam gedung untuk meneruskan acara.
Senyuman mereka melebar saat melihat kedua anak mereka menyanyikan sebuah lagi sebagai doa di dalam pernikahan orang tuanya. Rio mengajak Becca naik ke plaminan untuk menemani kedua anaknya yang sedang bernyanyi.
Kebahagiaan yang sempat tertunda, kini telah kembali berkat Naku. Anak yang sangat tidak menyukai kehadiran orang baru di dalam hidupnya, sekarang telah berhasil menerimanya sebagai bagian dari hidupnya.
Betapa bahagianya Rio juga Becca, karena mereka memiliki anak-anak yang pintar, baik juga hebat. Jika bukan karena anak-anak, kemungkinan mereka tidak akan sebahagia ini, apa lagi mereka terlihat kasih sayang Naku kepada Yola yang semakin meningkat. Itu artinya, Naku sudah bisa menerima dirinya sendiri sebagai seorang kakak untuk Yola.
.......
.......
.......
__ADS_1
...💜💜>Bersambung<💜💜...