
"Buma!" teriak Yola berlari langsung memeluk kaki Becca penuh ketakutan.
"Buma gapapa 'kan? Orang itu tidak menyakiti Buma 'kan?" tanya Yola berulang kali.
Becca membungkuk sedikit mencium kepala Yola, lalu membawanya duduk di sofa sambil memangkunya, "Buma gapapa, Sayang. Udah dong jangan nangis lagi, masa anak Buma cengeng sih!"
"Yola takut, Buma di apa-apain sama orang itu. Emangnya itu siapa, Buma? Kenapa Kak Naku manggil dia Daddy? Apa itu Daddynya Kakak, iya?" tanya Yola, matanya masih berkaca-kaca.
"Ya, dia adalah Daddyku. Daddy yang sudah lama ini tidak tinggal bersama kami!" jawab Naku, wajahnya terlihat datar penuh emosi.
"Kalau orang itu Daddy Kakak, terus kenapa setiap Yola ke sini sama Daddy. Dia tidak ada, emangnya Daddy Kakak punya rumah sendiri?" tanya Yola, kembali.
"Dulu kami tinggal bersama di rumah dia, setelah Mommy sama Daddy sudah pisah kami tinggal di sini berdua tanpa dia!"
"Oh gitu, emangnya kenapa Buma cama Daddy Kakak pisah? 'Kan Daddy Kakak masih hidup, jadi harusnya tinggal bareng dong. Kalau Mommy Yola masih hidup, Yola sama Daddy juga tinggal sama Mommy. Ya 'kan, Dad?"
Jawaban Yola yang cukup polos, berhasil membuat Rio hanya menganggukan kepalanya untuk mengbenarkan apa ya Yola katakan saat ini.
__ADS_1
"Beda, Daddy dan Mommymu pisah karena maut. Sedangkan, Mommy dan Daddyku pisah karena Daddy selingkuh sama wanita lain!" sahut Naku, tatapannya masih di penuhi oleh kekecewaan terhadap sikap Gala.
"Hahh, se-selingkuh? Selingkuh itu apa, Kak?"
"Selin----"
Belum selesai Naku menjawab pertanyaan Yola, Becca langsung memotongnya sangat cepat. Sebab, di usia Yola tidak baik untuk menangkap kejadian yang belum pantas dia ketahui.
"Ohya ... Tadi kayanya ada yang mau bantuin Buma buat cake coklat deh, siapa ya?"
Becca berusaha keras untuk mengalihkan pikiran Yola, sesekali melirik ke arah Naku sambil menggelengkan kecil kepalanya.
"Yola, Buma. Yola! Nanti Yola mau buat cake coklat yang paling enak, terus habis itu Yola mau kasih cake buatan Buma sama teman-teman di sekolah, supaya mereka semuanya mau beli cake buatan Buma di toko," jawab Yola antusias.
"Baiklah, let's go!" ucap Becca, lalu berdiri dan berjalan sambul mengandeng tangan Yola.
Niat ingin istirahat, malah Becca urungkan karena tujuannya pulang dari rumah sakit hanya untuk membuat kue sesuai permintaan Yola.
__ADS_1
Melihat Becca dan Yola pergi ke arah dapur, Rio langsung dusuk di sebelah Naku merangkul pundaknya sambil tersenyum.
"Sudahlah, jangan di pikirkan kejadian tadi. Dia tidak sepenuhnya salah, sebab semua orang berhak mencintai lawan jenisnya. Akan tetapi, cinta itu terbagi menjadi 2 versi. Pertama cinta karena ketulusan. Di mana orang tersebut akan melakukan segala cara demi mewujudkan cintanya, tetapi kalau takdir tidak bisa mempersatukan maka dia akan memilih untuk mengiklaskan atau merelakan, selagi orang yang di cintainya bahagia atas pilihannya."
"Kemudian yang kedua, ada cinta karena obsesi. Di mana seseorang akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya. Tidak peduli seberat apa rintangannya, dia akan tetap mewujudkannya tanpa tahu cara yang dilakukan sudah benar atau salah. Itu artinya dia hanya memikirkan egonya sendiri, dari pada mencoba untu mengerti apa yang diinginkan pasangannya."
"Kedua versi itu sangat mudah sekali di gunakan sebagai alasan. Ada yang menyatakan kalau dia tulus mencintai, tetapi jalan yang di tempuh mengarah ke obsesi. Jadi, semua itu tergantung bagaimana cara orang tersebut memperlakukan cintanya. Mungkin untuk saat ini kamu belum mengerti apa yang Om katakan sekarang, cuman Om percaya kamu bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang obsesi."
"Ya sudah, jangan di pikirkan yang ada nanti kepalamu jadi pusing. Mendingan sekarang kita ke dapur, kasihan Mommymu dan Yola pasti sudah nunggu kita untuk membantunya membuat cake. Ayo!"
Rio menepuk pundak Naku, lalu bangkit dari tempat duduknya sambil menatap Naku yang masih duduk. Naku berdiri, kemudian saat mereka ingin melangkah ke dapur. Tiba-tiba saja ponsel Naku berbunyi, dia harus segera mengangkatnya dan meminta Rio untuk duluan. Setelah itu dia akan menyusul saat selesai menerima panggilan
Rio menganggukan kepalanya, lalu pergi ke arah dapur seorang diri. Sementara Naku, dia berlari ke arah kamarnya serta menutup pintunya rapat-rapat.
.......
.......
__ADS_1
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...