
Suara menyatuan mereka terdengar sangat berisik, tapi malah menambah semangat Rio untuk mempercepat tempo goyangan pinggul. Apa lagi, kedua mangga yang ada di gunung, tidak pernah lepas dari cengkraman tangan Rio untuk bisa memetiknya.
Becca hanya bisa memejamkan tangannya sambil menyalurkan rasa nikmatnya goyangan Rio dengan suara-suara kicauan seperti burung.
Si Otong yang sudah mulai oleng langsung memuntahkan sesuatu di dalam goa. Sementara Rio, mencium bibir Becca untuk menumpahkan semua rasa lega yang tidak bisa dia ungkapkan.
Sehabis itu, Rio langsung menjatuhkan tubuhnya kesamping dalam keadaan terlentang. Dadanya naik-turun dengan napas tersenggal-senggal. Becca langsung memeluk Rio begitu erat dan membisikkan sesuatu di telinga kiri
Terima kasih, By. Atas semua kebahagian yang selama ini kamu berikan untukku, maaf kalau aku pernah menyakitimu. Aku janji, aku akan mencoba menghapus semua trauma itu demi kebahagiaan kita. I love you, Baby!
"I love you to, Ay! Aku juga sangat-sangat berterima kasih, karena kamu sudah mau menjadi istriku. Susah senang, kita harus tetap menjalani semuanya bersama ya, Sayang. Aku tidak mau kehilanganmu, cukup dulu yang pertama dan terakhir. Sekarang tidak lagi, aku akan menjaga keluarga kecilku sebaik mungkin!"
"Aku juga, Sayang. Intinya apapun yang terjadi, kita harus bersama, janji?"
Becca menunjukkan jari kelingking sambil tersenyum, Rio juga ikut membalas senyuman sang istri lalu mereka menyatukan jari kelingking secara bersamaan.
"Aku janji, Sayang. Pokoknya, semoga doa-doa baik kita menjadi tameng agar hubungan rumah tangga ini tidak akan pernah hancur. Sekalipun kita membuat salah, semoga Tuhan akan selalu memperbaikinya. Aamiin ...."
"Aamin ...."
Mereka saling berpelukan satu sama lain, lalu mencium bibir sekilas. Setelah itu, saat Becca berusaha bangkit dari tempat tidur untuk membersihkan tubuhnya yang lengket, tiba-tiba dia merasa lemas.
Rio hanya bisa menertawakan Becca yang memasang wajah kesal. Kemudian, Rio membantu Becca dengan cara menggendongnya ke dalam kamar mandi. Persis seperti malam pertama pengantin yang baru buka segel. Maklum saja, di usia yang sudah hampir kepala empat, mereka masih lincah bermain kuda-kudaan beberapa ronde tanpa melihat kondisi tulang yang tidak memungkinkan.
Namun, kali ini mereka hanya mandi bersama. Tidak lagi melakukan hubungan cinta, dikarenakan kondisi Becca sudah tidak kuat lagi. Jikalau pun Rio memaksakan keegoisan diri sendiri, sudah pasti Becca akan jatuh sakit di hari pertama setelah resmi menikah akibat kelelahan.
Untungnya, Rio merupakan suami yang sangat pengertian. Jadi, apa bila Becca mengatakan tidak. Maka, dia tidak akan melakukan. Lain cerita kalau Becca menyetujuinya, otomatis Rio akan semakin bersemangat membuktikan goyangan hot yang memuaskan.
__ADS_1
...🌟🌟🌟🌟🌟...
Sekitar jam 07.35 WIB, Becca baru selesai bersiap-siap dan merias diri senatural mungkin agar tetap terlihat cantik, walaupun tidak menggunakan make up yang tebal. Semakin tebal make up yang sering digunakan, maka akan semakin membuat wanita terlihat jauh lebih tua dari usianya.
Penampilan Becca terbilang jauh berkali-kali lipat lebih cantik juga fress dari Becca yang dulu. Ya, memang Becca sudah merawat diri dari dulu, tetapi aura kebahagiaan di rumah tangganya yang sekarang malah semakin menambah awet muda.
"By, aku keluar dulu ya, sambil lihat anak-anak, kamu mau nitip sesuatu? Minum atau cemilan gitu, biar enak ngerjain tugas kantornya." Becca duduk di samping suaminya sambil menatap ke arah wajahnya.
"Gak usah, Ay. Aku cuman lagi ngecek keuangan perusahaan, setelah itu aku turun kebawah. Kamu bangunin anak-anak aja, pasti mereka masih tidur karena kelelahan. Terpenting mereka sarapan dulu, nanti baru lanjut tidur lagi gapapa asalkan perut jangan sampai kosong."
"Ya sudah, aku keluar dulu, ya. Nanti kalau sarapan udah siap aku panggil."
Becca tersenyum menatap sang suami, tetapi ketika baru saja ingin bangkit dari sofa. Rio malah menahan tangan Becca membuatnya kembali duduk dalam keadaan bingung.
"Astaga, Kak Rio! Apa-apaan sih, tadi katanya tidak mau nitip terus kenapa sekarang malah tarik tangan aku?" tanya Becca saat menatap Rio penuh rasa kesal.
Rio langsung melepaskan tangan Becca begitu saja, membuat Becca kembali bingung. Rio langsung fokus menatap laptopnya tanpa ekspresi sedikit pun.
Becca terdiam membeku, ketika melihat reaksi Rio yang sangat datar. Jika Rio sudah bersikap diam seperti ini pasti ada yang salah dengan Becca. Setelah Becca mencoba mengingatkan, ternyata dia kembali memperlihatkan sifat jeleknya yang tidak bisa merendahkan suara saat lagi bersama suami tercinta.
Becca langsung mengambil tangan kanan Rio, lalu menggenggamnya sambil mencium berulang kali, "Ma-maafkan aku, By. Aku tidak sengaja membentakmu, aku tahu aku salah. Cuman, aku lagi belajar untuk bersikap lembut jika bersamamu. Sekali lagi maafin aku!"
"Ini bukan hanya soal nadamu, tapi cara kamu memanggil namaku itu juga salah. Aku ini suamimu, jadi jangan sama 'kan hubungan kita kaya sebelumnya. Aku tidak memintamu untuk menjadi istri yang sempurna. Aku hanya sedang belajar untuk menjadi seorang suami yang berusaha mempertahankan rumah tangga. Jika tidak ada keharmonisan juga kemesraan, itu bisa menjadi petaka buat kita."
"Ya, aku ngaku aku salah. Selagi lagi maafin aku ya, By. Aku janji, sebisa mungkin di saat aku kesal, marah juga emosi. Aku akan memperbaiki kata-kataku lagi, oke? Aku janji!"
Becca tersenyum manis, lalu menunjukkan jari kelingkingnya sebagai tanda kalau dia benar-benar akan memperbaiki sifat buruk yang selama ini dipelihara.
__ADS_1
Becca tahu, dibalik sifat Rio yang seperti sekarang. Dia hanya ingin menunjukkan bahwa, rumah tangga mereka bisa menjadi contoh baik. Meskipun, mereka memiliki anak masing-masing, tidak akan membuat mereka tumbuh menjadi satu keluarga yang tidak harmonis.
Rio menoleh, lalu menempelkan jari kelingkinya. Becca berusaha membuju Rio agar dia mau tersenyum. Sedikit sulit, tapi setelah itu Becca berhasil membuat suami tercinta menunjukkan ketampanannya.
"Nah, gitu dong, tersenyum. 'Kan jadi tambah sayang, oh, ya. Tadi kenapa narik tangan aku, By? Apa ada yang penting?" tanya Becca mengusap pipi suaminya.
"Enggak ada apa-apa, Ay. Cuman, kamu melupkan sesuatu," jawab Rio, membuat Becca bingung.
"Melupakan sesuatu? Apa?" tanya Becca, kembali.
"Ini!" Rio menunjuk bibirnya sendiri. Becca terkejut, sedikit membolakan matanya sambil berkata, "Ishh ... Apaan sih, Ay. Aku cuman ke bawah loh bukan pergi, jadi---"
Belum selesai Becca mengatakan apa yang ingin di katakan, Rio langsung memotong pembicaraan sang istri, "Pokoknya aku mau, setiap kita berjauhan harus cium bibir dulu. Entah itu ke dapur, keluar kamar, kerja, pergi, intinya harus dilakuin agar tetap menjaga cinta kita. Kalau sampai salah satu dari kita melupakannya, berarti dia sudah gak sayang lagi. Oke?"
"Huhhh ...." Becca membuang napas panjang ketika disandingkan oleh anak kecil yang selalu ingin di manja. Sungguh, Becca tidak menyangka kalau Rio akan menjadi bucin apa bila disandingkan oleh wanita yang dia cintai.
"Ya, sudah. Iya, ya, aku tidak akan pernah melupakan itu, karena aku sayang banget sama kamu, By. Muuachh!"
"Dahlah, aku ke kamar anak-anak dulu sekalian mau bikin sarapan. I love you, By. Muuachh!"
Becca mencium bibir Rio sekilas, lalu dia pergi meninggalkan Rio lagi tersenyum lebar. Berasa seperti mimpi bagi Rio, lantaran dia bisa menikahi wanita penyayang seperti Becca.
Inilah jodoh, apa bila kembali di persatukan meskipun berulang kali dijauhkan. Akan tetapi Tuhan, tetap mempertemukan mereka disaat yang tepat. Sehingga mereka menjadi bucin, seperti pasangan muda yang baru merasakan indahnya cinta.
.......
.......
__ADS_1
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...