Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Salah Paham


__ADS_3

"Na-naku?"


Becca tidak menyangka bila Naku bisa sampai melihat dirinya di sini, padahal ini adalah Mall yang terbilang cukup jauh dari rumahnya. Akan tetapi, kenapa bisa Naku berada di sini? Itulah yang menjadi pertanyaan besar di kepalanya.


"Ohh, jadi ternyata yang sebenarnya selingkuh itu Mommy, iya? Good job, Mom. Good job!"


"Sungguh, sandiwara yang sangat bagus. Bisa-bisanya melempar semua kesalahan pada Daddy, pantas saja waktu itu Mommy meminta cerai pada Daddy. Ternyata oh ternyata, ini yang kalian lakukan? Hebat, benar-benar hebat!"


Naku bertepuk tangan beberapa kali dengan tatapan mata yang mulai memerah, bibir tersenyum penuh arti.


"Jika di sini Mommy yang selingkuh, terus kenapa Mommy malah menyalahkan Daddy, hahh? Kenapa!"


"Ohh, aku tahu. Pasti dengan cara seperti ini, Mommy bisa lepas dari Daddy dan juga hak asuh jatuh pada dirimu? Benar begitu, Nyonya Becca?"


"Dasar licik! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau memihak pada orang yang sudah menghancurkan semua impianku. Ingat baik-baik, sampai ma*ti, aku tidak akan sudi menatap wajahmu lagi. Ngerti!"


Tatapan tajam menyorot jelas ke arah Becca, lalu beralih ke Rio yang saat ini berdiri di samping Becca. Rio bisa merasakan, betapa bencinya Naku dengan yang namanya pengkhianatan. Pantas saja, Becca begitu berat untuk menjelaskan kepada Naku bahwa Gala sudah melakukan perbuatan yang sangat menyakiti hatinya.


"Naku dengerin Mommy dulu. Mommy bisa jelasin, siapa Om Rio ini sebenarnya. Tapi, kita duduk dulu ya. Kita bicarakan baik-baik, Naku ini hanya salah paham sama Mommy dan juga Om Rio. Jadi, Naku tidak boleh langsung berpikir sejauh itu tentang Mommy."

__ADS_1


Becca terlihat sangat panik, ketika wajah Naku berubah merah. Apa lagi tatapan matanya benar-benar seperti seorang mafia yang bertemu sama musuhnya.


Saat tangan Becca ingin memegang Naku, langsung di hempaskan olehnya begitu saja dengan kekuatan yang cukup keras. Sehingga, Becca terjatuh di lantai dalam posis duduk.


"Astaga, Becca! Kamu gapapa? Sini, aku bantu!"


"Tidak perlu, O. Aku bi--"


"Sudah, sini aku bantu!"


Rio segera berjongkok untuk berusaha membantu Becca yang sudah menangis. Berulah kali Becca meminta maaf, serta berbicara pada Naku agar dia bisa mendengarkan penjelasnnya. Akan tetapi Naku terus berusaha memberontak, sedangkan Rio dia masih terdiam.


Dia masih belum bisa mengontrol emosinya, sampai akhirnya keributan mulai terjadi yang membuat Yola dari jauh langsung berlari mendekati mereka.


"Etop, angan anggu Buma cama Daddy Yola!"


Yola berteriak sambil berlari saat melihat Becca berdiri dengan bantuan Rio. Naku yang mendengar suara anak kecil, segera menolah ke arah belakang. Dia memperhatikan setiap gerak-gerik dari Yola, dimana Yola memeluk kaki Becca penuh kasih sayang.


Melihat adegan itu lagi-lagi emosi Naku tidak terkontrol, tangannya refleks menarik sampai mendorongnya. Yola terjatuh sambil menangis akibat dengkul kakinya yang terluka, karena posisi jatuhnya seperti orang bersujud membelakangi mereka semua.

__ADS_1


"Yola!" Rio berteriak sambil menolong Yola dan membawanya ke dalam pelukan sambil berusaha menenangkannya.


"Da-daddy, ca-cakit. Beldayah hiks ....." Yola menangis, lalu menunjuk kakinya yang terluka.


"Tenang ya, Sayang. Tahan, oke? Nanti kita obatin ya, jadi Yola enggak boleh nangis."


Tiba-tiba ada seorang Ibu-ibu yang memberikan plester untuk menutupi luka Yola. Di situ Rio sangat berterimakasih karena sudah di tolong olehnya. Suasana yang awalnya tenang dan senang, seketika berubah menjadi menegangkan.


Becca yang sedikit kesal dengan perlakuan Naku, langsing memegangi tangannya lalu menariknya untuk mencari tempat yang cukup sepi agar seributan itu tidak sampai menjadi viral di Mall.


Rio hanya bisa mengikuti kemanapun mereka pergi, tanpa berkata apa-apa. Rio masih bisa menahan mosi di hatinya, karena dia memaklumi sikap Naku yang terbilang emosi. Beginilah emosi anak, terkadang susah untuk di kendalikan. Sama halnya orang dewasa pun emosinya masih suka meronta-ronta.


.......


.......


.......


...***💜💜>Bersambung

__ADS_1


__ADS_2