
Semua itu terjadi karena Becca sangat kecewa atas apa yang sudah dia lihat tadi, saat Becca baru saja datang dengan perasaan yang begitu senang lantaran dia akan memberikan kejutan pda Rio tentang kabar baik. Nyatanya, Becca sendiri yang di kejutkan oleh pemandangan tidak mengenakan tentang Rio dan wanita lain.
"Aku bilang pergi dari sini, ya pergi! Aku tidak mau melihat wajahmu lagi. Aku benar-benar benci kamu, Kak. Aku benci!"
Becca berteriak sambil menunjuk ke arah wajah Rio. Dari mimik wajah yang Rio lihat, Becca memang benar-benar kecewa atas apa yang dia lihat di Restoran. Rio sendiri bisa mengerti perasaan Becca, sebab jika dia ada di posisi Becca maka dia juga akan merasakan hal yang sama.
Hati Becca sudah terlalu sakit, bila dia harus kembali merasakan kegagalan di dalam rumah tangga. Jadi, menurutnya cukup sampai di sini Becca bisa mencintai pria, karena pada kenyataannya semua pria tetap sama. Bisanya hanya memainkan perasaan wanita yang lemah.
Namun, Rio tidak pernah berhenti untuk mencari cara agar Becca bisa mendengarkan sedikit saja penjelasan darinya. Supaya masalah ini tidak sampai membuatnya salah paham terlalu jauh lagi.
"Ca, dengerin aku dulu. Aku tidak seperti apa yang ada di dalam pikiranmu, semua kejadian itu tidak seperti apa yang kamu lihat. Itu hanya salah paham, aku mohon berikan aku sekali saja kesempatan bahkan 5 menit juga tidak apa-apa, setidaknya aku bisa berbicara untuk menjelaskan apa yang terjadi di Resto itu. Sekali izinkan aku untuk menjelaskannya, aku mohon!"
Perlahan tubuh Rio melemas dan jatuh ke lantai dalam posiai sujud. Hanya dengan cara ini, Rio bisa memberikan Becca pengertian bila dia sungguh-sungguh padanya dan rela bersujud hanya untuk meminta kesempatan.
Becca sendiri ridak menyangka, Rio melakukan semua ini demi bisa menjelaskan semuanya. Sampai Naku sendiri syok melihat seorang Rio yang tidak pernah menangis, kali ini menangis dan terlihat lemah hanya karena Mommynya.
Akan tetapi, semua itu tidak menghentikan Becca. Dia tetap mengusir Rio dari kamarnya, rasa sakit di dalam hatinya tidak bisa di toleransi. Jadi, suka tidak suka Rio harus menghargai semua keinginan Becca.
"Pergilah! Biarkan Mommy istirahat, jika memang Om merasa tidak persalah pergilah. Cari bukti-bukti yang ada dan bawa ke sini secepatnya, kalau sampai dalam 3 hari Om tidak bisa membuktikan semuanya. Om harus siap kehilangan Mommy!"
__ADS_1
Ancaman yang Naku berikan pada Rio tidaklah main-main. Rio bisa melihat semua itu dari tatapan Naku padanya yang tidak seperti biasanya.
"Aku bilang pergi, pergi, pergi! Kalau kakak tidak mau pergi dari sini, biar aku yang per---"
"Oke, oke. Aku pergi dari sini, tapi ingat! Itu semua bukan berarti aku telah mengakui kejadian tadi bagian dari kesalahanku. Aku pergi karena aku harus mencari semua bukti itu untuk menunjukkan pada kalian jika aku tidak bersalah. Waktu yang diberikan oleh Naku adalah waktu yang sangat singkat, sehingga aku tidak boleh menyia-nyiakannya supaya kalian tahu kalau aku memang benar-benar mencintaimu, Becca. Bukan wanita lain!"
"Aku tidak peduli, pokoknya aku minta kakak pergi sekarang juga dari hadapanku! Naku, cepat bawa dia keluar dari sini, atau Mommy yang keluar!"
Di saat Naku ingin membawa Rio keluar, Rio langsung keluar dengan sendirinya penuh dengan raut wajah yang cukup menyedihkan. Sementara Becca menangis sepuasnya akibat hatinya yang kembali di patahkan.
"Aku terlalu bod*doh untuk percaya dengan pria, nyatanya semua pria sama saja. Mereka hanya bisa menyakiti, tanpa mengerti bagaimana hancurnya perasaanku saat ini. Semua harapanku seketika sirna semua, tidak ada lagi cinta dan tidak ada lagi kebahagiaan!"
"Hidupku kini hanya tinggal sebuah penderitaan juga kesedihan, kenapa Tuhan? Kenapa Kau buat hidupku seperti ini? Apa aku tidak berhak bahagia? Apa aku tidak berhak dicintai oleh pasangan sampai akhir hayatku? Jika benar begitu, kenapa Kau tidak buatku rapuh serapuh-rapuhnya sampai aku mengakhiri hidupku? Kenapa!"
Hancurnya harapan sama saja seperti kegagalan di dalam hidup yang mampu menggoyangkan mental seseorang. Sama seperti apa yang Becca rasakan sekarang, dia begitu terpukul atas apa yang sudah di alami di dalam dunia percintaan Becca yang gagal untuk kedua kalinya.
"Mom, tenang. Kalau Mommy seperti ini, kondisi Mommy malah akan semakin memburuk. Naku tidak mau Mommy kenapa-kenapa, Naku mau Mommy sehat lagi. Ingat, Mom! Mommy masih punya Naku, jadi jangan merasa sendiri."
"Jika memang semua pria di mata Mommy bersalah. Maka, buatlah Naku menjadi pria satu-satunya yang benar di mata Mommy. Dengan begitu Mommy bisa percaya, kalau masih ada seorang pria yang baik di mata Mommy, yaitu Naku. Anak Mommy sendiri!"
__ADS_1
"Naku tahu Mommy kecewa sama Om Rio, Naku paham. Hanya saja, bukan seperti ini cara Mommy untuk melampiaskan semua perasaan itu. Seandainya Mommy mengakhiri hidup, terus siapa yang akan merawat Naku? Daddy? Dia tidak akan bisa, karena baginya perusahaan jauh lebih penting. Mommy mau, Naku tumbuh menjadi anak yang nakal tidak seperti harapan Mommy, iya?"
Kata-kata Naku berhasil membangkitkan hati kecil Becca yang hampir tertutup oleh rasa sakit. Apa yang di utarakan oleh Naku memang ada benarnya, meski dia bukan pria dewasa. Kali ini sikapnya benar-benar meluluhkan Becca, perubahan demi perubahan yang Naku berikan membuat Becca sendiri terkejut.
Anaknya yang bisanya di penuhi oleh emosi, amarah juga keegoisan. Seketika berubah menjadi pria yang bisa menyikapi semua itu dengan kepala dingin. Becca juga tidak melihat Naku berkelahi sama Rio, jelas-jelas Rio sudah menghancurkan hati Mommynya. Dari situ sudah membuktikan, bahwa Naku yang dulu bukanlah Naku yang sekarang sudah berubah.
Becca tidak bisa berkata apa-apa selain meminta maaf pada anaknya, Naku segera memeluk Mommynya setelah melihat kode kedua tangan yang Becca buka lebar-lebar.
"Ma-maafkan, Mommy, Nak. Mommy salah sudah mengatakan semua itu, maaf Mommy terlalu emosi. Mommy tidak bisa mengendalikan diri Mommy sendiri, lantaran rasanya sakit sekali saat kejadian itu terus terulang kembali di dalam kepala Mommy. Apa Mommy tidak pantas untuk bahagia? Apa Mommy tidak berhak di cintai?"
"Tidak, Mom. Tidak. Semua yang ada di pikiran Mommy itu tidaklah baik. Buang jauh-jauh pikiran itu, bagaimana jika Om Rio tidak bersalah sesuai sama apa yang dia katakan dari tadi? Apa lagi Om Rio rela bersujud di hadapan Mommy cuma untuk mengemis kesempatan, itu artinya dia sungguh-sungguh mencintai Mommy."
"Tidak! Jika dia mencintai Mommy, lantas kenapa tadi dia berpelukan di tempat umum tepat di saat Mommy ingin ketemu dengannya untuk memberikan kejutan, kalau kamu sudah menyetujui hubungan kami lanjut ke jenjang yang lebih serius. Apa kamu tahu, wanita itu memanggil dia dengan sebutan sayang. Itu artinya apa, kalau bukan mereka memiliki hubungan sebagai pasangan, hahh?"
Naku kembali terdiam, lantaran dia tidak ingin menjawab apa yang Mommynya bicarakan. Naku hanya bisa menjadi pendengar yang baik untuk Mommynya agar Becca bisa merasa jauh lebih tenang.
.......
.......
__ADS_1
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...