
Para tamu yang hadir, langsung di suguhkan oleh minuman, cemilan serta makanan lainnya yang sudah di hidangkan di meja panjang dengan berbagai macam pilihan. Layaknya sebuah prasmanan yang terlihat begitu mewah.
Becca dan Naku pun ikut serta untuk mengambil apa yang mereka inginkan. Kemudian memakannya secara perlahan, sambil mendengarkan serta melihat pertunjukkan penari-penari yang menghibur mereka semua serta penyanyi yang memiliki suara indah.
Setelah semuanya selesai, ada seseorsng yang mendekati Gala dengan membisikan sesuatu kepadanya. Apa bila meja serta kursi kusus untuk melakukan klarifikasi secara terbuka sudah di siapkan.
Tanpa basa-basi lagi, Gala segera mengajak Becca, Lola, dan juga Naku untuk ikut bersamanya. Semua ini sudah di bicarakan dari jauh hari, walaupun rasanya berat bagi Naku untuk menunjukkan wajah kecewanya di depan banyaknya kamera.
Semua ini di adakan secara terbuka, agar semua orang yang merasa salah paham bisa kembali berpikir positif apa bila di sini yang bersalah bukan mereka semua, melainkan Gala sendiri.
Pertama, Gala membuka acara lebih dulu di temani oleh pengacaranya begitu juga Becca yang juga di temeni pengacaranya. Di situ Gala mengutarakan penyesalannya sudah mengkhianati istri tercinta dan anak tersayangnya, hanya karena kecerobohannya.
Akan tetapi, Gala pun sedang belajar memperbaiki semuanya dengan menebus kesalahannya untuk bisa menjadi lebih baik lagi untuk Lola dan anak di kandungannya.
Berbagai macam pertanyaan di berikan oleh wartawan demi untuk memperjelas semua yang sudah terjadi serta harapan-harapan mereka untuk kehidupan ke depannya setelah berdamai.
Rasanya Naku ingin sekali mengatakan apa yang dia pendam selama ini kepada semua wartawan. Hanya saja, Becca selalu menahan semua itu supaya Naku tidak melakukan hal yang kelak akan kembali menimbulkan masalah lebih besar lagi.
Di rasa semua masalah klarifikasi selesai, mereka segera pergi kembali untuk ke kursi masing-masing demi menikmati acara yang masih berlangsung.
Gala menyambut beberapa tamu yang datang terlambat serta menemani kolega bisnis lainnya untuk sekedar mengobrol bersama. Sementara Lola, dia duduk bersama Becca dan Naku untuk menemaninya.
"Bagaimana, Naku. Apakah makanannya, enak?" tanya Lola, menatap Naku penuh senyuman.
__ADS_1
"Mom, kapan kita pulang?" tanya Naku, tanpa ingin menjawab pertanyaan dari Lola. Wajah Lola tadinya terlihat senang, seketika sedikit kesal. Dia masih berusaha menutupinya, agar terlihat baik-baik saja.
"Bisa-bisanya dia mendiamiku, jelas-jelas aku sedang berbicara padanya. Dasar anak tidak tahu sopan santun!" ucap Lola di dalam batinnya.
"Sabar dulu, ya. Nanti kita akan pulang setelah acara selesai, kasihan Daddymu. Dia masih ingin bersamamu, tetapi waktunya banyak terbuang untuk menemui teman-temannya," jawab Becca, tersenyum.
"Idihhh, sok manis banget ngomongnya. Lagian juga kalau mau pulang, ya udah pulang aja. Itu jauh lebih bagus, dari pada kalian di sini yang ada Gala akan kembali akrab sama masa lalunya. Dan aku tidak akan biarkan terjadi!" gumam batin Lola, sambil terus tersenyum menatap mereka.
"Apa yang di katakan Mommymu itu benar loh, Daddymu sangat kangen sama kamu. Kalau perlu kapan-kapan kamu nginap di rumah kami ya, nanti kamu bisa main sama adik---"
"Itu bukan rumah lu, tapi rumah Daddy! Dan itu bukan adik gua, melainkan anak lu sama Daddy! Jadi, stop mengaitkan semuanya dengan gua. Sampai kapanpun gua tidak akan pernah sudi untuk menganggap lu sebagai keluarga, ngerti!" tegas Naku, sorotan matanya membungkam bibir Lola yang seakan-akan kaku.
"Husss, Naku. Kamu tidak boleh berbicara seperti itu pada dia. Begitu-begitu juga, dia adalah Ibu sambungmu loh. Jadi, bersikaplah yang sewajarnya dan penuh sopan santun, sebelum dia mengadu pada suaminya yang aneh-aneh tentang kita!"
Sindiran Becca, membuat Lola mengerutkan dahinya. Dia tidak percaya, apa bila Becca bisa menghasut anaknya untuk bersikap baik padanya hanya demi menjaga imagenya di depan Gala.
"Uhh, tututu ... Maaf ya, Nyonya Gala. Anakku memang seperti itu, karena bibirnya terlahir untuk selalu jujur, berbeda sama dirimu. Upss, keceplosan hihi ...."
Becca tertawa kecil sambil menyantap cemilannya, sesekali melirik kearah Lola. Naku sendiri telah mengukirkan senyuman miring, yang semakin memancing emosi Lola.
"Ohya, bagaimana keadaan anakmu itu? Sehatkah? Terus-terus, reaksi Gala seperti apa saat merasakan tendangan anaknya pertama kali? Pasti dia seneng banget dong, ya 'kan?"
Sindiran dari Becca memang cukup membuat Lola gugup, salah satu alis Becca bergerak naik turun yang semakin membuat Lola tidak nyaman.
__ADS_1
Lola tetap bersikap sewajarnya, karena bagaimana pun Becca tidak memiliki bukti untuk menunjukkan pada Gala, jika itu semua merupakan permainan taktik demi menjebaknya.
"Senanglah, namanya juga anak kesayangan, ya 'kan Ibu tiri?" ucap Naku, ikut menyindir Lola. Kata-katanya selalu dia tekankan demi mempertegas tiap kata yang di ucapkan.
"Jelas, suamiku sangat bahagia saat merasakan anaknya sudah mulai aktif di dalam perutku," jawab Lola, begitu percaya diri.
Namun, kepercayaan dirinya seketika runtuh saat Gala langsung muncul dan duduk di sampingnya. Lola sedikit terkejut, jantungnya mulai berdebar kencang.
"Sejak kapan aku pernah memegang perutmu, hem? Setiap kali aku ingin memegang perutmu, kamu selalu mual. Sehingga aku tidak berani memegangnya, karena aku tidak mau menyiksa ngidammu itu," sahut Gala, semakin membuat senyuman Becca melebar.
Lola hanya terkekeh ketika dia tidak tahu harus menjawab apa, karena dia memang selalu menghindari Gala untuk memegang perutnya atau sekedar menyiumnya.
"Oh gitu, kok beda ya sama kehamilanku dulu. Aku malah tidak ingin jauh dari suamiku, apa lagi saat Naku sudah bisa menendang pertama kali, kami menangis bersama dalam keadaan bahagia," jawab Becca, terus memojokan Lola.
"Se-setiap kehamilan itu berbeda-beda, Kak. Mungkin kehamilanmu adalah kehamilan beruntung karena bisa selalu di manja oleh Gala, beda sama anakku yang lebih sensitif ini. Aku juga sebenarnya ingin, seperti itu, tapi mau bagaimana lagi," ucap Lola, terus mencari alasan supaya tidak kalah dengan Becca.
"Iya sih, benar juga. Ngomong-ngomong, setiap ingin memeriksakan kandungan apakah kamu ikut dengannya?"
Satu pertanyaan ini, berhasil membuat Gala dan Lola saling menatap satu sama lain. Sorotan mata keduanya memiliki perbedaan yang cukup mudah di ketahui. Tanpa harus mereka jawab, Becca sudah tahu jawabannya. Akan tetapi, Becca ingin memastikan semua itu dari mulut Gala sendiri, bukan dari Lola.
.......
.......
__ADS_1
.......
...***💜💜>Bersambung