
"Te-terima kasih, kalian sudah menyempatkan waktu untuk hadir di acaraku ini. Meskipun kita tidak bersama, kalian tetap adalah bagian dari keluarga yang sangat penting untukku!"
"Maaf, apa bila aku sudah menyakitimu, Becca. Mungkin, semua ini sudah menjadi takdir bagi kita kalau kita memang tidak berjodoh sampai maut memisahkan. Akan tetapi, aku tidak akan melupakan kenangan-kenangan kita selama bertahun-tahun telah bersama. Biarlah semua itu tersimpan jelas di buku yang sudah aku tutup, dan sekarang aku sedang membuka buku baru bersama Lola,"
"Untuk itu, doakan kami agar kami bisa hidup bahagia. Dan aku juga akan mendoakan agar kalian bisa hidup jauh lebih bahagia dari bersamaku. Dan buat anakku tersayang, maafkan Daddy. Selama ini Daddy belum bisa menjadi Daddy yang baik. Semua impianmu Daddy hancurkan begitu saja, tetapi ingatlah. Kasih sayang Daddy padamu tidak akan pernah putus meskipun nanti Daddy telah tiada di dunia ini!"
"Pahamilah, Sayang. Semua hubungan bisa menjadi sebuah mantan atau kenangan di masa lalu, tetapi tidak dengan da*rah daging kita sendiri. Contohnya, Mommy dan Daddy. Kami adalah mantan suami-istri, tapi tidak berlaku untuk kamu. Sampai kapan pun tidak ada yang namanya mantan anak, karena kamu tetap adalah anak kami berdua. Meski, cara merawatmu saja yang sudah berbeda."
Penjelasan dari Gala berhasil membuat semua wartawan yang ada di dekatnya merekam kata-kata yang di utarannya kepada mantan istri dan juga anaknya.
Semua orang memang sudah tahu, apa penyebab runtuhnya rumah tangga Becca dan Gala. Hanya saja, mereka belum tahu cerita yang sesungguhnya.
Namun, dari perkataan Gala. Semua orang sudah bisa menyimpulkan sendiri, apa bila Gala memang masih sangat mencintai Becca. Terlihat dari tatapan, senyuman dan juga nada berbicaranya yang begitu lembut.
Sebagian orang ada yang merasa sedih saat melihat Gala harus berpisah dengan istri dan juga anaknya, demi perempuan yang tidak di harapkannya. Akan tetapi, banyak juga yang menganggap Gala sebagai pria haus akan kasih sayang serta sentuhan.
__ADS_1
Begitulah, para pria. Jika dia merasa bersalah dan sudah menyesali perbuatannya, maka dia akan bersikap baik demi bisa kembali menjalin hubungan seperti semula.
Itu adalah salah satu taktik para pria untuk menjaga yang sudah bukan menjadi miliknya, agar tetap berada di tangannya. Seolah-olah dia membuktikan pada dunia kalau hubungan yang sudah kandas, tidak selalu di akhiri oleh permusuhan. Padahal di balik semua itu, sang pria hanya sedang menjaga wanita yang masih dia sayang agar tidak sampai di dekati oleh pria lain.
Egois, bukan? Itulah hebatnya seorang pria. Makannya banyak perbedaan wanita dan pria setelah menjadi mantan. Mungkin 3 bulan awal, perempuan akan memilih untuk menyendiri demi menstabilkan kewarasannya dan luka di dalam hatinya. Sementara pria, setelah berakhirnya hubungan terlihat biasa saja dan tertawa lepas dengan dunianya tanpa merasakan sakit hati.
Namun, setelah wanitanya lepas dari semua masa lalunya dan sudah kembali menjalani hidup tanpa bayang-bayang hitam yang terus mengikutinya. Di saat itulah, pria baru menyadari kalau di balik tawa candanya selama ini, ternyata tersimpan sebuah kenangan indah bersama wanitanya. Sehingga dia baru merasakan yang namanya gagal move on, dan akan mencoba kembali mencari cara untuk terus bisa mengganggu kehidupan masa lalunya.
"Seandainya membunuh itu tidak memiliki undang-undang, maka sudah gua pastikan wanita itu akan habis di tangan gua sendiri*!"
"Sikapnya yang manja, bagaikan seekor cicak nempel di dinding membuat gua rasanya mual. Mommy saja tidak sampai selebay itu ketika sama Daddy, sedangkan wanita macam ondel-ondel itu malah terlihat seperti cewek murahan. Cihh!"
Ya, walaupun Becca tidak memberikan reaksi apa pun, tetapi di dalam hatinya dia merasa sedikit sakit saat melihat orang yang dia cintai telah menjadi milik olah lain seutuhnya.
Semua itu kembali lagi, Becca harus tetap bersikap elegan dan anggun untuk menutupi perasaan itu dan berusaha tenang mengikuti semua alur yang sedang di mainkan.
__ADS_1
Baru saja Gala ingin mempersilakan Naku dan Becca duduk di kursi yang sudah di siapkan, tiba-tiba saja seorang MC segera memuka acara dan memanggil Tuan rumah untuk menaiki panggung yang sudah di siapkan.
Perlahan Gala sama Lola pergi meninggalkan Becca dan Naku. Keduanya terlihat sangat serasi, sehingga menjadi pusat perhatian beberapa kamera.
Serangkaian acara di mulai, sampai masuk ke inti acara. Semua orang bernyanyi melantunkan lagu selamat ulang tahun, di iringi oleh musik serta tepukan tangan. Kemudian Gala meniup lilin yang ada di atas kue ulang tahunnya, membuat semua orang bersorak penuh kebahagiaan.
Selepas itu, masuk ke acara potong kue. Di mana biasanya potongan kue pertama Gala berikan untuk Becca, tetapi kali ini tidak lagi. Gala harus terpaksa memberikannya pada Lola selaku istrinya. Lalu, potongan kue terakhir dia berikan kepada anak kesayangannya.
Dengan berat hati, Naku harus menerima semua itu akibat Becca terus mengarahkannya agar bersikap biasa saja di depan semua orang, meski hati Naku terasa dongkol atas tingkah Gala yang sudah menghancurkan hidupnya.
Tanpa mengucapkan kata apapun, Naku kembali turun dari atas panggung meninggalkan Gala yang terdiam mematung. Padahal dia ingin sekali kembali memeluk anaknya dan berfoto bersama Lola agar bisa di cetak. Akan tetapi, Naku menolak itu semua karena baginya hanya akan ada foto keluarga di antara Naku, Becca dan juga Gala, tidak ada lagi.
.......
.......
__ADS_1
.......
...***💜💜>Bersambung