Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Kebohongan Wanita Itu


__ADS_3

Sementara itu, wanita hamil yang mengaku anak dari Rio hanya bisa terdiam melihat keributan yang terjadi antara Becca juga Rio.


"Ca, tolong dengarkan aku dulu! Aku tidak seperti apa yang dia katakan, kalau memang aku pelakunya sudah pasti aku akan menikahinya. Aku bukan pria pengecut yang hanya bisa memainkan perasaan wanita!"


"Kamu ingat, dulu? Ketika banyak wanita yang menginkan aku menjadi kekasihnya, tidak ada satu dari mereka yang aku pilih. Pantang untukku bermain cinta, jika aku tidak bisa bertanggung jawab atas apa yang sudah aku lakukan!"


"Mendiang ibuku pernah berkata, apa bila aku menyakiti wanita sama saja aku tidak jauh lebih be*jad dari seorang pembu*nuh! Ibuku mendidikku sebaik mungkin agar aku tidak tumbuh dengan sifat ayahku yang suka bermain wanita, maka dari itu saat mendiang istriku meningga. Hanya kamulah satu-satunya wanita yang aku pilih sebagai istriku, bukan yang lain!"


"Memilihmu, sama dalam artian aku kembali menggali perasaan yang pernah aku kubur dalam-dalam untukmu. Kamu, wanita pertama yang bisa emmbuatku jatuh cinta dan kamu juga wanita terakhir yang bisa kembali membangkitkan cinta itu. Sampai akhirnya Tuhan mempersatukan kita dengan ikatan suci ini, karena cuman kamu jodoh terbaik yang Tuhan berikan!"


"Kalaupun, aku melakulan semua perbuatan keji itu dengan menyentuhnya sampai menghamili seperti ini. Aku siap, dihukum ma*ti dengan cara kepalaku di penggal habis. Aku tidak takut kehilangan nyawaku, asalakan aku bisa membuktikan kebenaran ini sama semua orang termasuk kamu, kalau aku bukanlah pria seperti apa yang dia katakan!"


Entah mengapa, perkata Rio benar-benar membuat Becca kembali bimbang. Dia tidak tahu harus percaya dengan siapa, wanita itu atau Rio yang saat ini sudah menjadi suaminya.


Pernikahan yang baru dilaksanakan beberapa menit lalu, tidak mungkin harus kandas di hari itu juga. Rio terus mengutarakan semua isi hatinya kepada Becca dengan cara berlutu. Bahkan, Rio hampir mencoum kaki Becca jika Becca tidak memundurkan langkahnya.


"Berdirilah, aku tidak ingin merendahkanmu! Bagaimanapun, kakak sudah menjadi suamiku. Jadi, aku harus tetap menghormati walau hatiku sendiri hancur!"


"Aku tidak tahu harus percaya dengan siapa, jika dia berbohong apa buktinya? Dan kalau kakak yang benar, apa buktinya?"


"Aku tidak menyangka, di hari pernikahan yang sudah dinantikan seperti sebuah mimpi buruk yang aku dapatkan. Kebahagiaan hanya berlangsung hitungan menit, setelah itu tergantikan oleh kekecewaan yang akan membekas seumur hidup!"


Rio berdiri, lagi-lagi dia mencoba memegang kedua tangan Becca untuk sekedar memberikan penjelasan padanya. Akan tetapi, berulang kali Becca mencoba melepaskan diri dari Rio. Sampai akhirnya, seseorang terteriak dengan keras membuat semuamenjadi terkejut.


"Awwshh, apa-apaan ini, hah? Kenapa kau mendorongku, dasar anak tidak berguna!"

__ADS_1


Teriakan itu ternyata berasal dari wanita hamil tersebut. Loh, kok bisa? Ya, itulah yang membuat Becca juga Rio terkejut.


"Uhh, kasihan! Sepertinya doronganku kurang kencang, sampai-sampai kau terlihat baik-baik saja!"


Naku berbicara dengan nada penuh penekanan menatap wanita tersebut. Wanita itu berdiri, lalu menatap kesal ke arah Naku yang hampir membuatnya terluka.


"Dasar kurang ajar! Bisa-bisanya kau mencelakanku, apa kau tidak lihat aku ini sedang ha---"


Wanita itu terdiam, lantaran sudah menyadari kesalahannya yang sangat fatal. Seharusnya dia merasa kesakitan luar biasa, karena kandungannya mengalami keram akibat terjatuh yang bisa membahayakan nyawa anak di dalam perut wanita itu. Akan tetapi, tanpa disadari dia malah terbawa emosi hingga melupakan rencana yang sudah di susun rapi.


"Kenapa, kok diam? Apa sudah sadar kalau kedokmu telah dibongkar oleh anak kecil, hem?"


Perkataan Naku benar-benar membuat semua orang saling menoleh satu sama lain, termasuk Becca juga Rio. Mereka tidak menyangka, kalau semua itu tipu daya wanita licik tersebut.


Hampir saja semua orang terkecoh, hingga menyudutkan Rio sebagai pria yang paling buruk. Setelah semua itu berhasil Naku bongkar, barulah mereka kembali menyadari kesalahan yang sempat menghakimi Rio.


"Sepertinya kita sudah salah menilai seseorang. Jelas-jelas kita tahu betul kalau Tuan Rio itu orang yang baik, dermawan juga memikirkan nasib semua orang. Namun, karena kehadiran wanita itu kita hampir berpikir bahwa Tuan Rio yang yang paling buruk. Dasar wanita licik!"


"Wanita itu tidak boleh lepas, kita harus membawanya ke kantor polisi. Siapa tahu ada dalang dibalik semua kelicikannya, dengan begitu kita bisa tuntaskan sampai ke akar-akarnya!"


"Setuju, kita harus membawa dia ke kantor polisi, sekarang. Ayo, cepat hubungi polisi agar secapatnya bisa datang ke sini. Kasihan Tuan Rio dan Nyonya Becca, acaranya harus kepending akibat tomket tersebut!"


Semua orang sudah gereget ingin menangkap wanita tersebut, tetapi wanita itu hampir saja ingin melarikan diri kalau tidak di hentikan oleh suara dari seseorang.


"Diam di situ, atau kami akan melumpuhkan kakimu!"

__ADS_1


Suara yang entah dari mana asalnya membuat semua orang langsung mencari sumber suara. Becca juga Rio terlihat bingung, karena mereka tidak bisa berkata apa-apa lagi selain menyimak semua yang sudah terjadi.


"Polisi? Kenapa mereka bisa ada diacaraku? Sebenarnya ini ada apa? Sumpah, aku benar-benar bingung atas kejadian. Sebenarnya tidak ada satu kepolisian yang aku sediakan selain penjagaan yang ketat di gedung ini dengan menambah security. Terus kenapa tiba-tiba ada polisi?"


Rio bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Tidak tahu harus bagaimana menyikapi semua yang terjadi ini. Haruskah Rio senang atau sedih? Intinya, Rio hanya menginginkan semua masalah ini ceoat terselesaikan.


Tanpa orang sadari seseorang tersenyum kecil nyaris tidak terlihat ketik semua kejadian ini berhasil sesuai dengan rencananya. Sedikit lega, tapi ada satu sisi juga yang membuat orang tersebut merasa kecewa apa lagi sedih melihat di hari pernikahan harus terjadi peristiwa penangkapan seperti ini.


Wanita itu yang ingin melarikan diri segera di tangkap oleh dua polisi wanita. Kemudian tangannya di borgol kebelakang dengan susah payah, untuk membuktikan semua kebenaran itu seorang polisi wanita berusaha mengambil bantalan yang ada di dalam perutnya.


Setelah semua terbongkar, wanita itu di bawa oleh pihak yang berwajib untuk di proses di kantor. Beberapa kali wanita itu terus berusaha melepaskan diri, lalu memberontak keras agar bisa kabur.


Namun, sayangnya semua cara itu gagal akibat polisi wanita sudah melumpuhkan akses geraknya. Jalan satu-satunya dia harus pasrah, jika masih menginginkan kakinya berjalan dengan normal.


Polisi wanita langsung segera mengamankan pelaku, demi menjaga korban dari amukan para tamu undangan yang sudah geregetan melihat tingkahnya. Tahu sendiri, bagaimana geramnya ibu-ibu ketika mereka melihat adegan sinetron berada di dunia nyata.


Kebohongan yang wanita itu sebarkan hampir merusak image Rio. Akan tetapi, Rio yang masih bingung dengan semua ini tidak bisa mengatakan apa-apa lagi ketika melihat wanita tersebut di bawa keluar gedung.


Setelah pelaku diamankan, seorang komandan polisi langsung berjalan mendekat ke arah Altar bersama 2 rekan kerjanya. Mereka akan menjelaskan sesuatu yang tidak mereka ketahui.


.......


.......


.......

__ADS_1


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2