Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Terjebak Di Situasi


__ADS_3

Naku mencoba untuk memejamkan matanya ketika dia mulai merasakan kepalanya yang sangat sakit. Tak lupa, sebelum itu Naku meminta tolong pada Becca untuk memberikannya air sekedar membasahi tenggorokan yang terasa sangat kering.


Di saat Naku mulai memejamkan matanya, disaat itu juga perasaannya menjadi tidak enak. Dia berpikir apakah mungkin kecurigaan Becca benar, kalau Gala memiliki selingkuhan?


Akan tetapi, Naku tidak ingin percaya begitu saja, walaupun perasannya berkata ada sesuatu di balik perubahan Gala. Apa lagi Naku sangat mengenal baik sosok Gala, mana mungkin dia tega mengkhianati istrinya sendiri, disaat dia sangat mencintai Becca.


Namun, entah mengapa pikiran Naku malah kurang percaya. Di tambah saat Naku tahu, jika Gala mendapatkan panggilan telepon dari asistennya di jam yang sangat larut ini. Mau tidak mau pikiran Naku mulai menjalar kemana-mana dan sedikit menaruh curiga pada Daddynya.


Becca yang tidak tahu perasaan anaknya saat ini, hanya tersenyum melihat anaknya kembali tertidur. Padahal tanpa dia sadari Naku hanya sekedar memejamkan kedua matanya, belum sepenuhnya tertidur. Semua karena Naku masih mencoba memikirkan pertanyaan di dalam isi kepalanya.


Berbeda dengan Gala yang sedang mencari tempat persembunyian agar dia bisa mengangkat panggilan misterius itu. Wajah Gala terlihat sangat gugup, saat ponselnya selalu berdering tanpa henti.


"Ckk, ngapain lagi sih dia selalu menghubungiku. Bukannya aku udah selalu mewanti-wanti, untuk tidak menghubungiku sebelum aku yang menghubunginya!" gerutu Gala di dalam hatinya saat melihat nama yang tertera di dalam panggilannya.


Ketika dia sudah menemukan tempat yang aman, Gala pun langsung mengangkat ponsel tersebut sambil menoleh keseluruh tempat agar lebih memastikan, kalau keberadaannya benar-benar sudah sangat aman dari jangkauan keluarganya.


[Sudah berapa kali aku bilang, jangan pernah ngehubungiku di saat aku lagi bersama keluargaku, kau paham tidak sih!]


[Ya, aku tahu. Tapi, cobalah mengerti sedikit aja. Posisiku ini lagi tidak baik-baik aja, anakku hampir saja melakukan bunuh diri karena*---]


[Kalau kau tidak bisa mengerti keadaanku saat ini. Maka, lebih baik---]


[Terserah!]


Tut, tut, tut!

__ADS_1


Gala langsung mematikan ponselnya, lantaran dia sudah sangat kesal mendengar celoteh seseorang yang tiada hentinya. Keegoisannya membuat Gala kesal, hingga berhasil membuat kepalanya benar-benar terasa pusing.


Satu sisi Gala harus tetap fokus dengan keluarganya kecilnya dan di sisi lainnya, Gala pun harus di pusingkan saat menghadapi seseorang yang hanya ingin di mengerti, tetapi tidak bisa mengerti dirinya.


"Ckk, menyusahkan! Andaikan aku tidak terjebak di situasi seperti ini, pasti hidupku tidak akan sesengsara ini!" gumam Gala di dalam hatinya sambil menaruh ponselnya di dalam saku celana.


Setelah itu Gala kembali berjalan menuju kamar anaknya yang lumayan jauh dari tempatnya bersembunyi. Kurang lebih 10 menit, Gala. Sudah hampir menggapai pintu kamar Naku, tetapi dia di kejutkan oleh Becca yang ingin keluar.


Degh!


"Be-becca? Astaga kamu ini membuat aku terkejut saja." ucap Gala, terlihat sangat gugup.


"Kamu kenapa, kok wajahnya kelihatannya gugup gitu?Seakan-akan kaya lagi kepergok selingkuh. Apa jangan-jangan kamu---"


"Ayolah, Sayang. Please, jangan mulai lagi. Aku benar-benar lelah banget hari ini ...." keluh Gala, wajahnya terlihat begit lesu.


"Se-serius? Na-naku sudah sadar?" tanya Gala, wajahnya berubah menjadi lebih bersemangat.


"Ya, setengah jam yang lalu dia sudah bangun. Aku juga udah menjelaskan semua kesalah pahaman ini, tadinya dia masih marah sama aku. Sekarang udah jauh lebih baik, dia juga udah istirahat kok."


"Namun yang aku lihat dari kemarahan yang Naku luapkan itu seolah-olah dia tidak ingin bila kita sampai berpisah. Sorotan matanya membuat aku takut, jika sampai kita berpisah pasti dia akan sangat membenci kedua orang tuanya. Apa lagi dia harus menghadapi kehidupan yang menyakitkan setelah perpisahan orang tuanya."


"Maka dari itu, aku minta sama kamu. Please, jangan buat aku kecewa. Kita jaga sama-sama pernikahan ini, jangan sampai ada orang ke-3 yang akan menghancurkannya."


"Jujur, Gal. Aku tidak ingin di khianati ataupun di madu, jika itu sampai terjadi. Maka lebih baik aku minta pisah dari pada harus berbagi hak dengan wanita lain!"

__ADS_1


"Ingat! Pernikahan adalah janji suci, bila kamu melanggarnya maka kamu harus siap kehilangan semuanya termasuk di benci oleh anakmu sendiri!"


Degh!


Perkataan Becca seakan sedang mengancam suaminya, tatapan yang Becca berikan pun sedikit menyakitkan hatinya. Akan tetapi, Gala memiliki cara bagaimana istrinya bisa terdiam demi mengalihkan perkataannya.


Cup!


Mata Becca membelalak melihat suaminya sedikit melu*mat bibirnya, dia pun langsung refleks mendorongnya dan membuat Gala terkekeh.


"Hyaakk, dasar suami otak me*sum!" pekik Becca yang sedikit menahan suaranya, tetapi tetap dengan nada kesal.


Raut wajah Becca terlihat seperti seekor kelinci yang ketahuan sedang mencuri wortel, lucu bukan? Ya, memang sangat lucu. Sampai-sampai Becca harus menutup mulut suaminya agar tidak membangunkan anaknya yang sedang beristirahat.


"Diam enggak! Kasian anakmu kalau nanti dia--"


"Ekhem!"


Becca terkejut dan langsung menoleh ke arah belakang menatap seseorang sambil melongo, tak lupa tangannya masih setia untuk menutup mulut suaminya.


.......


.......


.......

__ADS_1


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2