Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Merasa Bersalah


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Naku langsung mencari keberadaan Gala. Disitu Becca merasa bingung, baru kali ini Naku pulang mencari Daddynya.


Sementara Gala berada di ruang kerjanya untuk mengerjakan pekerjaan yang cukup menumpuk. Naku langsung pergi ke ruang kerja Gala saat Becca memberitahu keberadaannya.


Becca sangat bingung saat melihat wajah Naku yang di penuhi oleh rasa marah, saking penasarannya Becca oun mengikuti Naku dari arah belakang.


Tanpa mengetuk pintu, Naku langsung masuk hingga kedatangannya mengejutkan Gala sedang fokus menatap layar laptopnya.


Brak!


Pintu di banting cukup keras bersamaan masuknya Naku dalam keadaan wajah datar dan tatapan yang sangat tajam.


"Naku, ada apa ini? Kenapa kamu masuk ke ruangan Daddy tanpa izin? Sejak kapan Daddy mengajarkan kamu tidak sopan seperti ini?"


Gala berdiri terkejut atas sikap anaknya yang terbilang jauh dari biasanya. Akan tetapi, setelah melihat ekspresi wajah Naku membuat Gala sedikit takut. Begitu juga Becca, dia sendiri tidak mengerti ketika suaminya menatapnya.


"Jawab pertanyaan Naku dengan jujur!"


"Apakah tadi siang sekitar jam 1, Daddy pergi jalan-jalan bersama seorang perempuan ke Mall Plaza?"


Kedua mata Becca dan Gala pun seketika membelalak. Becca yang tadinya tidak mengerti kemarahan apa yang anaknya hadapi, sekarang menjadi paham.


Berbeda sama Gala. Dia terdiam mematung, wajahnya terlihat bingung saat pertanyaan Naku berhasil menyudutkannya seperti Becca semalam.

__ADS_1


"Ja-jalan sama perempuan?" ucap Becca yang hanya di lirik oleh Naku, kemudian Becca menatap suaminya penuh rasa sakit hati yang tidak bisa lagi dia jelaskan.


"Apakah yang di bilang anakmu itu benar Gala Elvis Maverick?"


Pertanyaan itu lagi-lagi di ulang oleh Becca untuk menunggu klarifikasi dari suaminya. Naku yang memang sudah yakin bila itu Gala, tanpa rasa ragu melabrak Gala dalam keadaan dia yang masih linglung.


"Kalian itu apa-apaan sih, dari tadi aku berada di kantor. Kalau kalian tidak percaya silakan tanya asistenku, sekarang!"


"Lagi pula ngapain aku jalan sama perempuan lain, sementara aku sendiri memiliki istri dan juga anak yang lebih dari segalanya!"


"Jika memang yang kamu lihat itu adalah Daddy, mana buktinya? Daddy mau lihat!"


Gala mengadahkan tangan di depan mereka, sedangkan Naku yang memang tidak punya bukti langsung menatap Becca. Seakan Becca mengerti tatapan anaknya yang tidak mempunyai bukti kuat untuk menuduh Gala.


Becca tidak bisa ngapa-ngapain, meskipun dia paham betul kalau Naku tidak salah. Hanya saja, setelah Naku tidak mempunyai bukti Becca tidak bisa berpihak padanya.


"Naku memang tidak punya bukti, tapi Naku punya feeling yang kuat bila itu benaran Daddy. Karena dari belakang begitu mirip, cuman Naku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena terhalang oleh wajah wanita di sampingnya." jawab Naku, percaya diri.


"Nah 'kan, kamu sendiri aja tidak ada bukti terus kenapa bisa menuduh Daddy seenakmu? Apa kamu tahu, jika apa yang kamu lihat itu adalah salah? Orang yang kamu kira itu Daddy, ternyata hanya mirip bukan berarti Daddy!"


"Untuk itu, Daddy mohon. Stop menuduh Daddy yang tidak-tidak! Kamu itu sama kaya Mommymu, selalu nuduh tanpa alasan yang kuat!"


"Tanpa kalian sadari, kalian sudah menyakiti hatiku. Dimana aku selalu mempercayai kalian, sementara kalian sama sekali tidak pernah bisa mempercayaiku!"

__ADS_1


Gala pergi begitu saja dari ruang kerjanya menuju kamar, dimana wajahnya memang terlihat sangat kecewa atas perlakuan Naku yang asal menuduhnya secara tiba-tiba.


Padahal dia sama sekali tidak memiliki bukti, berbeda sama Becca yang mempunyai bukti tetapi tidak akan menunjukkannya sebelum waktunya tiba.


Naku dan Becca menatap kepergian Gala, yang terlihat kesal dengan sikap anaknya. Naku melihat reaksi itu membuatnya merasa bersalah karena telah menuduh Daddynya.


"Udah gapapa, Sayang. Jangan diambil hati, mungkin Daddymu lagi banyak kerjaan jadi sedikit sensitif." ucap Becca mencoba menenangkan anaknya.


"Apa Daddy marah sama Naku? Ma-maksud Naku 'kan hanya bertanya sama Daddy, karena Naku tidak mau Daddy nyakitin Mommy." jawab Naku, wajahnya terlihat sangat sedih.


"Sebenarnya kamu tidak salah, Nak. Hanya saja Mommy belum bisa memberikan semua bukti itu padamu, karena Mommy tidak mau kamu tahu di betapa bejatnya pria yang kamu sebut Daddy itu*!" ucap Becca di dalam hatinya sambil memeluk Naku.


Becca mencoba untuk memenangkan Naku, dia sangat tahu betul apa yang saat ini anaknya rasakan ketika mendengar jawaban dari Gala.


"Udah, Sayang. Jangan sedih ya, maklumin saja. Lain kali kalau Naku melihat atau yakin jika itu Daddy. Maka, Naku harus mengambil bukti yang jelas supaya saat Naku nanya sama Daddy nanti, Naku bisa memberikan bukti itu. Paham?"


Naku menganggukan kepalanya, lalu mereka pun pergi meninggalkan ruangan kerja Gala menuju kamarnya masing-masing.


Naku pergi ke arah kamarnya sendiri dengan perasaan yang masih bersalah, sementara Becca pergi ke kamarnya untuk berbicara kepada suaminya. Sebab apa yang dia katakan kepada anaknya sedikit membuat Naku merasa bersalah, padahal Becca yakin jika itu memang Gala dengan Lola, istri sirihnya.


.......


.......

__ADS_1


.......


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2