
Sesampainya di rumah sakit, Yola langsung di tangani oleh dokter khusus di ruang UGD. Hanya selang beberapa menit, sang dokter kembali keluar sambil memberikan penjelasan kepada semuanya tentang keadaan Yola.
Saat ini Yola hanya terkena obat tidur dengan kadar dosis yang tidak terlalu tinggi, jadi untuk beberapa jam ke depan Yola akan tetap tertidur sampai obat yang di komsumsi tidak lagi berefek.
Semua yang tadinya panik, seketika menjadi lega. Ternyata kondisi Yola tidak seburuk apa yang di pikirkan. Naku yang merasa bersalah atas sikapnya dengan segala keberanian segera meminta maaf pada Rio. Dikarenakan, tanpa di sengaja Naku sudah membuat semua kekacauan ini sampai hampir saja Yola di culik oleh orang tidak bertanggung jawab.
Rio tidak sedikit pun marah kepada Naku, dia malah ikut meminta maaf atas sikap anaknya yang membuat mereka merasa kesal. Bagi, Rio awal mula semua ini berasal dari perkataannya yang asal ucap.
Setelah Yola di pindahkan di kamar rawat, Naku melihat Becca begitu perhatian pada Yola. Seakan-akan, Yola adalah anaknya sendiri.
Entah rasa cemburu atau rasa takut yang ada di hati Naku, rasanya dia ingin sekali menjauhkan Becca dari Yola. Akan tetapi, Naku tidak bisa. Naku tidak ingin membuat Becca kembali bersedih ketika harus menjauhkan Becca dari Yola.
Di saat semua sedang menunggu kesadaran Yola di rumah sakit, berbeda sama keadaan Gala yang setiap hari di sibukkan oleh pekerjaannya.
Gala sengaja memposil tenaganya agar dia bisa mengalihkan pikirannya yang sampai saat ini belum bisa menerima kenyataan, bila keluarga yang selama ini dia jaga telah hancur.
...🌟🌟🌟🌟🌟...
Di rumah kediaman Gala. Saat ini dia sedang menikmati pemandangan di sore hari bersama ikan-ikan, hari ini Gala lagi libur. Sehingga, dia hanya bisa terdiam dengan segala pikiran yang mengganggunya.
Awalnya saat Lola ingin tinggal bersamanya, Gala menolak keras akan hal itu, bahkan sampai menimbulkan keributan. Akan tetapi, sekarang Gala sudah tinggal bersama Lola di rumah yang pernah Becca dan Naku tinggalkan.
Kehidupan Gala dan Lola, semakin hari terlihat biasa saja. Hanya saja, tanpa Lola ketahui. Gala sering kali terlihat murung ketika dia berada jauh dari Lola, lantaran dia merasa kangen pada Naku. Anak semata wayangnya bersama wanita yang teramat dia cintai.
Lama kelamaan berita tentang perceraian Gala dan Becca mulai terkuak, isu-isu tentang perselingkuhan pun berterbangan di mana-mana. Sampai terpapanglah, bila Gala telah menikah sirih dengan Lola selaku sekretarisnya.
Berat rasanya, di hujat sana-sini karena hampir semua orang mengidolakan suami seperti Gala. Sayangnya, setelah mengetahui itu semua mereka menjadi sangat kecewa atas sikap Gala.
Ternyata, idola yang selama ini mereka lihat sempurna adalah seorang pemain yang handal dalam melakukan perannya sebagai suami sekaligus selingkuhan yang baik.
__ADS_1
Tepatnya di sore hari, Gala telah duduk santai di dekat kolam ikan yang sering kali menjadi tempat favorite Gala dan Becca saat mereka sedang melihat ikan hiasnya tumbuh besar.
Lola yang dari tadi mencari keberadaan Gala, di buat kebingungan. Dia harus mencari ke sekeliling rumah, sampai akhirnya melihat Gala lagi duduk melamun sambil memberikan makan ikan-ikan hiasnya.
"Astaga, Mas. Aku cari-cari, ternyata kamu ada di sini. Kenapa sih, hem? Kok melamun begitu? Apa ada yang di pikirin?" tanya Lola, duduk di kursi sebelahnya.
Gala langsung refleks langsung menoleh, baru saja Gala ingin melarang Lola untuk duduk di situ, tetapi dia ingat. Jika semua itu sudah berlalu, dan saat ini Gala sedang beradaptasi untuk menjalani hidupnya bersama orang baru.
"Kenapa? Kok melihatku seperti itu?" tanya Lola, kembali.
"E-enggak. Ohya, ada apa kamu nyari-nyari aku?" tanya balik, Gala.
"Gapapa, cuman kangen aja. Enggak boleh?" ucap Lola, merangkul lengan Gala dalam mode manjanya.
"Yaya, terserah kamu aja," jawab Gala, cuek.
"Mas, kayanya anak kita pengen sesuatu deh," sahut Lola, menunjukkan wajah gemasnya.
"Permintaan yang mana? Perasaan permintaanku tidak membahayakan," ucap Lola, bingung.
"Permintaan untuk berhubungan badan sebanyak 25 kali! Apa kau masih ingat? Di mana tulangku semuanya berasa remuk, bahkan lututku sampai ngilu hingga aku hanya bisa tiduran di atas kasur selama seharian!"
Mendengar jawaban itu, Lola tertawa geli saat wajah suaminya berubah kesal. Itu memang permintaan Lola yang sangat konyol dan membahayakan kandungannya, tetapi bersyukurnya kandungan Lola baik-baik saja.
Melihat Lola tertawa, Gala langsung menjewernya. Semua itu karena dia masih merasa kesal atas permintaan yang tidak masuk akal. Lola meringis kesakitan di sela tawanya yang tidak kunjung berhenti.
"Hihi, ampun, Mas. Ampun, udah akhh, udah. Sakit tahu, Mas. Nanti kupingku bisa melar loh, ishh ...."
"Biarkan saja, biar dower sekalian persis seperti mulutmu!"
__ADS_1
"Mulut yang mana nih? Atas apa yang bawah, hem?"
Gala spontan terkejut atas godaan istrinya, lagi-lagi Lola tertawa cekikikan ketika wajah suaminya berubah merah padam.
"Dasar wanita gila!"
"Gila-gila, tapi suka 'kan? Iya dong, iyalah haha ...."
Gala yang sudah tidak kuat menahan rasa malunya, langsung pergi meninggalkan Lola dalam keadaan Lola tertawa kencang. Baru beberapa langkah Gala berjalan, Lola pun berdiri sambil mengejar suaminya.
"Mas, tunggu ishh ... Kenapa, aku di tinggal sih!"
"Dahlah jangan ganggu aku. Aku mau rehat!"
"Loh, aku 'kan belum selesai ngomong!"
"Apa lagi sih, Becca!"
"A-apa? Be-Becca?"
Gala menghentikan langkahnya saat dia salah dalam menyebutkan nama. Wajah Lola yang bahagia, langsung berubah datar. Gala yang baru saja menyadari kesalahannya, perlahan mulai berbalik dan ingin meminta maaf. Sayangnya, Lola langsung pergi meninggalkannya.
Kini, gantian Gala yang harus mengejar Lola untuk meminta maaf karena kecerobohannya salah menyebutkan nama. Ini bukan yang pertama kalinya, tetapi sudah terlalu sering. Artinya, Gala belum sepenuhnya melupakan Becca. Dia hanya mencoba membohongi Lola, agar Lola tidak selalu overthingking kepadanya.
.......
.......
.......
__ADS_1
...***💜💜>Bersambung