Menikahi ustad tampan

Menikahi ustad tampan
Ingin serius (Bayu)


__ADS_3

"Seneng banget kayaknya hari ini, ada apa?" tanya Nur saat jam istirahat, padahal baru kemarin sahabatnya itu menekuk wajahnya seharian bahkan sampai pulang sekolah.


Zahra yang tengah berselancar dengan ponselnya segera mengalihkan perhatiannya, ia segera mencabut lolipop.yang sudah terlanjur masuk ke mulut,


"Biasa aja!" jawab Zahra dengan enteng sambil mengenyam sisa lolipop yang masih ada di dalam mulut.


"Masalah hp gimana?" tanya nur lagi karena kemarin ia sempat membicarakan tentang ponsel ustad Zaki yang ternyata lebih dari satu.


"Aman terkendali!" jawab Zahra dengan santainya sambil memperagakan tangannya.


"Syukurlah!"


Nur pun akhirnya ikut duduk di samping Zahra, mengambil lollipop yang ada di saku Zahra yang belum di buka,


"Minta ya?"


"Memang buat kamu, sengaja nggak aku langsung kasih takut kamu puasa! Kamu kan biangnya puasa."


"Puasa kok biang sih, aku lagi berproses untuk menjadi baik, biar nanti dapat jodoh orang baik juga kayak kamu."


Zahra tersenyum mendengar ucapan Nur, ia kembali menyesap lolipopnya yang sempat ia keluarkan dari mulut dan tangan kanannya sibuk berselancar dengan layar ponselnya.


Nur pun juga sibuk membuka lolipopnya, ada dua kemungkinan kenapa Nur tidak puasa hari ini padahal hari Kamis, satu karena dia lagi pms dan satu lagi mungkin dia lupa makan sahur.


"Zah, ada Bayu tuh." ucap Nur tapi Zahra tetap sibuk dengan ponselnya. Ia benar-benar tidak tertarik dengan objek yang di katakan oleh Nur, baginya memberi celah sedikit saja untuk masa lalunya akan menjadi masalah untuk masa depannya. Ia sudah memutuskan untuk serius dengan pernikahannya, untuk itu ia harus siap melepaskan Bayu sepenuhnya.


"Biarin, lagi pula kami juga sudah putus!" ucap Zahra masih dengan santainya tampak tidak tertarik untuk melihat ke arah anak laki-laki yang tengah berjalan ke arah mereka itu.


Nur semakin panik saat melihat Bayu yang semakin dekat, "Tapi kayaknya mau nyamperin kamu deh." ucapnya sambil mencengkeram lengan Zahra.


"Hahhh?" dengan cepat Zahra mendongakkan kepalanya, melihat ke arah Bayu yang sudah semakin dekat dengan mereka, "Mau ngapain lagi dia?" tambahnya dnahn suara lirih tapi masih bisa di dengar oleh Nur.


"Ya mana aku tahu." Nur pun segera berdiri dari duduknya, "Ya udah ya aku pergi."


Tapi dengan cepat Zahra menahan tangan Nur, "Jangan dong, tetap di sini."


"Ngapain?" tanya Nur setengah melayangkan protes.


"Ya temani aku lah, kata kamu dan juga pak ustad, kalau cuma dua orang laki-laki perempuan berada dalam satu tempat apa lagi ini sepi, yang ketiga setan. Memang kamu nggak takut dosa kalau aku tiba-tiba khilaf?" ucap Zahra sambil menahan tangan Nur dengan wajah penuh harap.


"Kenapa aku yang dosa?"

__ADS_1


"Kan kamu yang sudah membuat kekhilafan itu terjadi, coba kalau kamu nggak pergi pasti juga nggak akan terjadi!"


"Bisa aja sih kamu!?" protes Nur dengan kesal.


"Jadi bagaimana?" tanya Zahra lagi sambil mengerlingkan matanya.


"Baiklah, baiklah ...!"


Akhirnya yang di tunggu sampai juga di depan mereka, senyumnya langsung mengembang begitu menatap Zahra,


Perasaanku tambah nggak enak nih ...., batin Zahra menatap curiga pada Bayu.


"Hai Nur, bisa tinggalkan kami sebentar!?" ucap Bayu sambil menatap Nur.


Zahra pun dengan cepat menahan Nur saat temannya itu hendak meninggalkannya,


"Nggak, kalau mau bicara, bicara aja tapi Nur tetap di sini!"


"Ayolah Ra!" Bayu hendak menarik tangan Zahra tapi dengan cepat di tepis oleh Zahra.


"Nggak ada ya pegang-pegang!" ucap Zahra dengan ketus.


"Kalau mau ya ada Nur di sini, kalau nggak mau, ya sudah anggap saja kamu tidak pernah merencanakan untuk berbicara denganku. Jadi kamu boleh pergi sekarang!"


Hehhhhh ....


Bayu menghela nafas beratnya, "Baiklah, apa boleh buat!"


Suasana menjadi hening sejenak menunggu Bayu yang mulai bicara.


"Jadi aku sudah memutuskan semuanya, aku benar-benar serius dengan hubungan kita." ucapan Bayu benar-benar berhasil membuat Zahra tercengang.


"Tunggu deh, hubungan kita yang mana ya?"


"Ra, aku sudah katakan kan. Tidak ada kata putus, aku nggak yakin kalau kamu benar-benar ingin putus denganku. Itu terjadi pasti karena kamu punya banyak pikiran, tentang bapak kamu, tentang mas kamu, aku tahu semuanya tidak mudah. Benar kata mas kamu, untuk menjadi imam yang baik aku harus menjadi baik juga."


"Ahhhh, terserah kamu deh. Yang penting aku sudah bilang dari awal kalau kita putus kan." Zahra pun segera menarik tangan Nur, "Ayo Nur pergi!"


"Tunggu, aku belum selesai bicara Ra!"


Tapi Zahra tetap memilih berlalu dan hanya melambaikan tangannya tanpa. berniat untuk berbalik.

__ADS_1


"Zah, kasihan banget kayaknya Bayu." ucap Nur saat kembali menoleh ke belakang dan mendapat Bayu masih berdiri di tempatnya sambil menatap kepergian Zahra dan Nur.


"Biarin aja!"


"Tapi kayaknya dia tulus deh sama kamu, kasihan tahu!"


"Trus aku harus gimana? Harus balik lagi dan bilang kalau kita nggak usah putus, aku mau Nerima kamu lagi kok, gitu?!"


"Ya enggak!"


"Ya udah nggak usah bawel." Zahra kembali menarik tangan Nur dan membawanya masuk ke dalam kelas karena memang kebetulan bel masuk berbunyi.


***


Seperti biasa ustad Zaki selalu standby di depan sekolah sepuluh menit sebelum sekolah berakhir, ia tidak ingin membuat Zahra menunggunya.


Zahra keluar dan langsung mencium punggung tangannya seperti biasa,


"Dek Zahra mau pergi ke suatu tempat dulu?"


"Pergi ke mana?"


"Nggak tahu, terserah dek Zahra. Mas pasti akan antar!"


"Emang nggak ada pekerjaan?"


"Hari ini tidak begitu sibuk, atau mau makan bakso dulu. Sudah lama kan kita tidak makan bakso!"


"Baiklah, aku mau!"


Semenjak kejadian kemarin, sepertinya kata-kata Amir melekat di pikiran ustad Zaki, sesibuk apapun dia, ia berjanji akan memprioritaskan sang istri. Ia juga harus maklum karena sang istri masihlah seorang remaja yang kadang masih sangat labil.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249


Happy Reading 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2