Menikahi ustad tampan

Menikahi ustad tampan
Sepuluh ribu


__ADS_3

"Ayo mas, cepetan bukunya!?" rengek Zahra saat ustad Zaki keluar dari kamar mandi, sebenarnya Zahra bisa mengambil buku itu sendiri di dalam tas ustad Zaki tapi Zahra tidak melakukannya, ia lebih mengedepankan kesopanannya dari pada rasa penasarannya.


Ustad Zaki yang hanya memakai kaos tipis dengan celana pendek selutut dan handuk kecil yang masih menggantung di lehernya dengan rambut yang sedikit basah itu segera mendekati istrinya dan mencubit pipinya,


"Dek, kamu kan bisa ambil sendiri di tas mas, kenapa nggak di ambil?"


"Tadi mintanya kan suruh tunggu sampai mas selesai mandi nggak nyuruh ambil sendiri di tas!" protes Zahra.


"Boleh ambil sendiri dek,"


"Beneran?" tanya Zahra yang sudah bersemangat dan ustad Zaki menganggukkan kepalanya.


Tapi tiba-tiba Zahra mengurungkan niatnya untuk berdiri,


"Nggak deh, nunggu mas yang ambilin aja!"


Ustad Zaki yang sudah berbalik dan hendak menggantung handuknya di hanger yang ada di sudut ruangan segera berbalik,


"Kenapa?"


"Nggak sopan! Aku nunggu mas aja!"


Ustad Zaki kembali tersenyum, "Baiklah, tunggu mas ya!"


Rupanya beberapa didikan kesopanan yang di berikan orang tuanya dan di sambung didikan dari ustad Zaki berhasil membentuk Zahra yang sekarang. Zahra memilih tetap duduk di tepi tempat tidur sambil menunggu suaminya selesai dengan kegiatannya.


Setelah selesai menggantung handuk dan memakai kembali sarungnya, ustad Zaki segera mengambil buku dari dalam tasnya, buku yang sama yang di berikan oleh ustadzah Nafis tadi.


Ustad Zaki pun duduk di samping Zahra dan menyerahkan bukunya,


"Yang ini kan?"


Zahra tersenyum dan mengelus buku itu, "Iya, ini benar!" Zahra segera menciumi buku itu, ia terlihat begitu senang seolah mendapatkan nomor lotre.

__ADS_1


"Bagaimana ini?" tanya ustad Zaki dan Zahra menghentikan kegiatannya, ia melihat ke arah suaminya,


"Kenapa?"


"Padahal yang berjuang aku, yang suaminya aku, tapi kenapa bukunya yang dapat pelukan dan ciuman?"


Mendapatkan pertanyaan itu Zahra langsung meletakkan bukunya begitu saja dan memeluk suaminya,


"Trus ciumnya mana?" tanya ustad Zaki lagi.


"Nggak sabaran banget!?" keluh Zahra sambil tersenyum, tapi dengan cepat ia mendaratkan ciuman di pipi sang suami.


"Cuma di sini?" tanya sang suami lagi dan Zahra pun mengerutkan keningnya,


"Yang sini?" tanya ustad Zaki sambil menunjuk bibirnya.


Zahra pun perlahan mendekatkan bibirnya, tapi ternyata gerakan ustad Zaki lebih cepat. Ia menarik tengkuk Zahra dan mendaratkan lebih dulu bibirnya di bibir Zahra, ciuman itu akhirnya menjadi sebuah ciuman panas.


Ustad Zaki menarik tubuh Zahra hingga ke atas tempat tidur, tapi hanya sebatas itu karena tiba-tiba ustad Zaki mengakhirinya. Ia kembali bangun,


Zahra yang masih dalam keadaan terlentang hanya menganggukkan kepalanya dan ustad Zaki segera berdiri dari duduknya memakai kemejanya dan pecinya lalu kembali menghampiri Zahra dan meninggalkan kecupan di kening Zahra,


"Insyaallah nanti mas akan cerita bagaimana mas bisa dapat buku itu, ingatkan mas kalau mas lupa ya!" ucap ustad Zaki dan sekali lagi Zahra hanya bisa mengangguk.


"Assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Akhirnya ustad Zaki pun benar-benar meninggalkan kamar, Zahra sebenarnya ingin lebih dari yang ustad Zaki lakukan tadi tapi mau bagaimana lagi suaminya masih ada tugas yang lebih penting dari pada itu. Ia masih bisa bersabar sampai nanti malam.


Untuk menghilangkan rasa bosannya, ia pun segera mandi dan bersiap-siap untuk jalan-jalan di sekitar pesantren. Tidak lupa ia juga mengirimkan pesan pada suaminya untuk meminta ijin.


"Belum di baca pesannya!?" gumamnya pelan saat melihat pesan yang sudah terkirim tapi belum ada tanda kalau sudah di baca,

__ADS_1


"Nggak pa pa lah, nanti pasti juga di baca!"


Karena di rumah juga tidak ada orang ia pun tidak lagi meminta ijin pada siapapun di dalam rumah, ummi juga belum pulang dari kegiatannya.


Zahra memilih jalan-jalan keluar dari pesantren dari pada di dalam pesantren, sebelum benar-benar keluar, ia sengaja menfoto pesantren untuk jaga-jaga kalau-kalau ia tersesat atau lupa jalan pulang, ia paling sudah mengingat jalan, sedikit jejak di ponselnya mungkin akan membantu.


Ternyata tidak jauh dari pesantren ada sebuah taman bermain untuk anak-anak di sekitar mereka, hanya taman kecil yang di lengkapi dengan lapangan, dan di seberang tempat itu juga ada bermacam-macam pedagang kaki lima yang sepertinya mulai menjajakan dagangannya.


"Kayaknya enak tuh!?" gumamnya, ia segera merogoh sakunya dan memastikan ia membawa uang,


"Ahhhh ketemu, cukup lah buat jajan!?" gumamnya lagi saat menemukan selembar uang sepuluh ribuan.


Di sana ada berbagai macam jajanan khas Bandung yang di jajakan, mulai dari seblak, lumpia basah, cuanki, cilok, hingga cireng, sedangkan minumannya mulai dari es cendol, dan es es yang lainnya, sedangkan yang punya cita rasa manis seperti awug, surabi, Bandros, dan masih banyak lagi.


Zahra hanya terus berkeliling, ia ingin sekali mencoba lebih dari satu makanan tapi uangnya hanya cukup untuk membeli satu saja jajanan itu, dan itupun tidak semua, bahkan ada beberapa yang satu porsinya lima belas ribu.


"Pengen ...., tapi bingung mau beli yang mana!?" keluhnya sambil duduk berjongkok dan menatap uang sepuluh ribu miliknya.


"Andai aja sama mas ustad!" gumamnya lagi, ia memang tidak terbiasa kemana-mana membawa dompet meskipun ustad Zaki tidak pernah kekurangan dalam memberi uang jajan untuknya selain uang belanja tentunya.


"Painem, Painem ..., memang uang sepuluh ribu kalau di pelototin gitu bisa berubah jadi seratus ribu apa!?"


Zahra cukup terkejut dengan suara itu, ia segera mencari sumber suara.



...Kalau bukan kita, lalu siapa yang akan mengamankan hati agar tidak melukai hati yang lain. Jika tanpa sadar menyakiti, lalu dengan mudah meminta maaf dan saat itu kita sadar bahwa kadang hati ini tidak baik-baik saja...


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


Ig @tri.ani5249


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2