Menikahi ustad tampan

Menikahi ustad tampan
Cerewetnya Zahra


__ADS_3

"Kamu yakin nggak bakal ikut perpisahan?" tanya Nur yang tengah duduk di samping Zahra, ia begitu menyayangkan jika sahabatnya itu sampai tidak ikut. Ini benar-benar kesempatan langka, sekali seumur hidup.


"Iya Nur, dokter ngijinin aku pulang dua atau tiga Minggu lagi sampai benar-benar kuat, soalnya kandunganku beresiko!"


"Ya sudah nggak pa pa deh, asal kamu dan calon ponakanku sehat,"


Mereka kembali terdiam, Memilih fokus mengupas apel yang sempat ia bawakan untuk Zahra. Sedangkan Zahra, sebenarnya sudah dari kemarin ia memikirkan hal ini.


"Nur," panggilannya berhasil membuat Nur mendongakkan kepalanya,


"Iya?"


"Pasti satu sekolah sudah tahu ya kalau aku sudah menikah dan sedang hamil sekarang? Pasti aku jadi bahan gosip ya di sekolah?"


Nur sampai mengerutkan keningnya mendengarkan pertanyaan Zahra,


"Ini beneran Zahra?" tanya Nur.


"Apaan sih Nur!?" protes Zahra.


"Masalahnya sejak kapan seorang Zahra memikirkan omongan orang!?"


"Ya_, sejak aku tahu kalau baik buruknya diriku bukan hanya tentang aku, tapi juga tentang orang tuaku, tentang mas ustad dan tentang kamu!"


Mendengarkan penjelasan dari Zahra, Nur sampai hampir menitikkan air matanya, dengan cepat ia mengusap sudut matanya yang sedikit berair.


"Ya Allah, Jah! Aku Sampek terjatuh dengarnya, ustad Zaki benar-benar luar biasa, Jahra yang aku kenal sekarang sudah jauh lebih dewasa dari usianya!"


"Apaan sih Nur!"


"Aku serius Jah!" ucap Nur dengan begitu yakin, "Tapi kamu nggak usah khawatir!"


"Maksudnya?"


"Ya memang sih kamu jadi trending topik di sekolah, tapi hampir semua warga sekolah terutama anak-anak perempuan iri denganmu karena berhasil menikahi ustad setampan ustad Zaki!"


"Yang bener?"


"Iya, kamu sekarang jadi roll model di sekolah."


Mendengarkan penjelasan dari Nur, Zahra tersenyum senang. Seolah kecemasan yang ia pendam beberapa hari ini hilanglah sudah.


"Jadi nggak sabar pengen bisa ke sekolah!" ucap Zahra mengakhiri obrolan mereka dan Nur kembali melanjutkan mengupas dan memotong apel.


***

__ADS_1


"Nur mana?" tanya ustad Zaki yang baru saja kembali, meskipun Zahra masih di rumah sakit ia masih harus melakukan aktifitasnya saat siang hari. Kalau malam,ia full menemani Zahra.


"Sudah pulang dari tadi!" ucap Zahra dan ustad Zaki pun segera duduk di dekat istrinya itu setelah membersihkan tubuhnya, tidak lupa ia juga menggantung handuk kecilnya di tepi tempat tidur zahra.


Hal yang paling Zahra sukai saat melihat suaminya baru mandi, ia begitu senang mencium aroma sabun yang semerbak menyeruak ke hidungnya.


"Agak deketan dikit mas!" ucap Zahra dan ustad Zaki tersenyum sambil menggeser kursi plastiknya, ia seperti punya kebiasaan baru setiap sehabis mandi, wajib baginya memeluk sang istri.


"Masih kurang Deket!" keluh Zahra lagi dan ustad Zaki pun bangkit dari duduknya, ia memilih duduk di samping Zahra di atas tempat tidur pasien sambil memeluk tubuh Zahra.


"Bagaimana? Begini?"


"Hmmm!" gumam Zahra sambil menempelkan hidungnya di dada sang suami.


"Nur pulang sama siapa?"


"Tadi bareng sama mas Amir, mas! Ada apa?"


"Cuma berdua?"


"Enggak! Sama Abi sama ummi juga!"


"Bapak sama ibuk?"


"Ada, tadi pamit ke mushola!"


"Sejak kapan mas ustad suka bertanya begitu?"


"Sejak aku punya istri yang cantik yang juga banyak bertanya. Kayaknya kebiasaan itu nular ke mas deh!"


"Emang ada kayak gitu, ada-ada aja mas ini!"


"Buktinya ada!"


Zahra mencebirkan bibirnya dan kembali memeluk sang suami,


"Tadi pergi ke mana mas?" tanya Zahra lagi saat berada dalam pelukan sang suami.


"Mas lupa belum cerita ya?"


"Apa?"


"Ustad Farid tadi datang ke sini, mas sama ustad Farid lagi ngurusin cabang kedai yang ada di Tulungagung, rencananya mas minta ustad Farid buat urus untuk sementara waktu!"


Mendengar itu Zahra kembali menjauhkan tubuhnya dari sang suami,

__ADS_1


"Kesini kok nggak mampir sini?" tanyanya protes.


"Siapa bilang nggak mampir?" suara seseorang dari arah pintu membuat ustad Zaki dan Zahra menoleh bersamaan,ustad Zaki pun tersenyum.


"Assalamualaikum!" sapa ustad Farid.


"Waalaikum salam!" jawab ustad Zaki dan Zahra bersamaan.


Ustad Farid pun berjalan mendekati mereka, ustad Zaki pun segera turun dari tempat tidur dan menggeser kursi plastik untuk ustad Farid.


"Mas tadi belum sempat bilang, kalau ustad Farid mampir dulu menemui Abi sebelum ke sini!" ucap ustad Zaki pada sang istri.


"Duduk Rid!" perintah ustad Zaki.


"Terimakasih!" ustad Farid pun akhirnya duduk begitu juga dengan ustad Zaki, tapi bedanya ustad Farid duduk di kursi plastik sedangkan ustad Zaki kembali duduk di samping Zahra sambil memeluknya.


"Bagaimana kabarnya, Painem?" tanya ustad Farid sambil tersenyum menggoda.


"Ihhhh, masih gitu panggilnya. Bikin kesel aja ustad Parid nih!"


"La kamu aja panggilnya masih pakek Pe, bukan eF!?" protes ustad Farid.


"Ustad sih nggak ngerti, emang gini lidah orang Jawa, jadi jangan protes. Beruntung nggak kebalik aku panggilnya, biasanya kebalik-balik. Apalagi yang pelapalannya susah, mechael bisa jadi misel, malah ada tuh tetanggaku rencananya sih mau gaul kasih nama anaknya, Excel ehhh jadinya malah kesel!"


Ustad Farid dan ustad Zaki sampai terbengong mendengarkan Zahra yang bicara panjang lebar,


"Ya Allah, perasaan aku ngomong ya pendek, kenapa jawabnya jadi panjang gini!?" protes ustad Farid sambil menggelengkan kepalanya.


Dan ustad Zaki hanya tersenyum melihat mereka yang berdebat, ia baru tahu jika saat istrinya bertemu dengan temannya itu akan terjadi perdebatan sengit seperti itu.


"Makanya ustad, cari istri orang Jawa, biar tau rasanya di panggil dengan nama kebalik-balik!"


"Ogahhhh!"


"Jodoh nggak ada yang tau," ucap Zahra sambil menyebutkan bibirnya.


"Ampunnn, sebenernya yang sakit siapa sih nih, banyak banget ngomongnya. Sebenernya istri kamu jadi operasi nggak sih Zak?" ustad farid sampai bertanya pada ustad Zaki untuk meyakinkannya dan ustad Zaki hanya tersenyum seperti biasa.


"Jangan senyum aja," keluhnya pada ustad Zaki, "Kamu tahu nggak lama-lama Deket sama istri kamu bisa darah tinggi aku!"


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


Ig @tri.ani5249


...Happy reading 🥰 🥰🥰...


__ADS_2