Menikahi ustad tampan

Menikahi ustad tampan
Versi ku


__ADS_3

"Kenapa? Ustadzah Nafis begitu baik! Dia wanita idaman?"


"Jawabannya ada di kisah masa lalu versi mas, jadi mungkin sekarang saatnya dek Zahra tahu kisahnya versi mas!"


"Bagaimana?"


Ustad Zaki pun ikut duduk dan bersiap untuk memulai bercerita.


"Benar jika ustadzah Nafis wanita yang begitu pantas untuk di jadikan sebagai seorang pendamping. Benar jika banyak sekali pria yang memimpikannya untuk jadi suaminya. Mungkin juga salah satunya mas,


Sejak pertama kali bertemu, saat itu Nafis dan aku sekolah di sekolah yang sama, tepatnya Nafis pindah di sekolah yang sama denganku.


Sebagai seorang anak laki-laki, dan sebagian besar anak laki-laki lain wajar jika menaruh perasaan padanya, lebih tepatnya menganguminya.


Dia cantik, baik, pintar, semua hal yang baik ada padanya. Dan hal yang biasa ada pada seorang anak perempuan juga ada padanya, dia juga cengeng, hanya bedanya dia terlihat lebih tenang.


Bukan hanya aku, tapi banyak temanku satu sekolah yang mengiriminya surat dan hal yang paling membuatku bahagia adalah saat dia membalas suratku.


Jujur aku tidak tahu apa maksudnya membalas suratku,


Aku, si Zaki yang sudah di atur, anak motor, suka tawuran.


Jujur aku mengirim surat itu awalnya hanya untuk ikut-ikutan, tapi nyatanya sepertinya aku keterusan, setiap kali ia membalas suratku maka aku akan membalasnya juga.


Dan hal yang paling menguntungkan bagiku, kami ternyata memiliki rumah yang bersebelahan, aku jadi punya kebiasaan baru menatap wajah cantiknya fagi balkon kamarku.


Dan akhirnya hal yang paling aku takutkan sekaligus aku tunggu datang juga, dia datang padaku dan mengatakan kalau kelak ia bersedia untuk menjadi makmumku.


Entah kenapa rasanya tertampar, bagaimana bisa? Seorang Zaki yang berantakan bermimpi menjadi imam untuk gadis shalihah seperti dia.


Akhrinya, tepat di hari kelulusan kami. Aku memutuskan sesuatu. Aku memutuskan untuk mencari suasana baru, mungkin berada jauh dari lingkungan lamaku akan membuat semuanya berubah.


Aku pun memutuskan untuk belajar di salah satu pesantren sembari kuliah, bukan di Mesir seperti Nafis. Aku memilih salah satu pesantren di Jawa timur, sungguh di luar dugaan Abi dan orang-orang yang mungkin mengenalku.


Ternyata benar, proses itu tidak mudah. aku harus melalui Lika liku kehidupan yang panjang untuk menjadi Zaki yang sekarang.


Dan pikiran tentang Nafis sepertinya sudah menghilang sejak saat itu, aku mulai asik dengan dunia baruku.


Mungkin orang-orang banyak yang bertanya, setelah menjadi sosok zaki yang sekarang, kenapa tidak pulang dan menerima lamaran dari orang tua Nafis.


Dan jawabannya masih sama, takdir hidupku bukan untuk Nafis. Aku memilih takdirku sendiri. Lebih tepatnya Allah memberi jalan lain,


Hingga Abi kembali mengabarkan jika orang tua Nafis kembali mengirimkan CV Nafis, kembali menanyakan keputusanku setelah sekian tahun.

__ADS_1


Akhirnya aku pun memutuskan untuk kembali ke Bandung, tapi


Setiap kali ada rencana untuk kembali menemui Nafis, sepertinya ada saja yang Allah rencanakan untukku, bukan untuk mendatangi Nafis tapi mendatangi tempat lain.


Hingga tiba saat kamu menyatakan keinginanmu untuk menikah denganku, sepertinya Allah telah menggerakkan hatiku untuk menerimanya.


Dan ternyata benar, mungkin kita bisa berencana tapi tetap Allah yang menentukan semuanya.


Kadang kita terlalu sombong dan menganggap diri kita bisa menentukan masa depan kita, tapi nyatanya kita tidak bisa terlepas dari kehendak Allah.


Tapi aku tidak pernah menyesali hal itu, karena aku tahu sekarang. Bukan sosok sempurna seperti Nafis yang aku butuhkan, tapi kamu yang membuat hidupku menjadi sempurna!"


Ustad Zaki pun mengakhiri ceritanya sambil tersenyum mengusap lembut pipi Zahra.


"Jadi mas ustad tidak menyesal? Maksudnya kan sekarang mungkin ustadzah Nafis bersedia buat di jadiin istri kedua!"


"Tapi apa kamu bersedia?" tanya ustad Zaki balik.


Plekkkkkk


Seketika tangan Zahra melayang di dada sang suami,


"Apaan sih mas!?" protesnya.


"Hehhh?"


"Dek Zahra tahu nggak apa cita-cita mas!"


"Apa?"


"Membahagiakan dek Zahra dunia akhirat. Kalau aku nikah lagi berarti aku gagal dong membahagiakan dek Zahra."


"Ya Allah ...., so sweet banget sihhhh!" ucap Zahra sambil menakup kedua pipi ustad Zaki.


Tapi ustad Zaki malah pura-pura cemberut,


"Harusnya bukan gitu kan? Mas kayaknya harus dapat yang lebih dari sekedar di unyel-unyel pipinya!"


"Hah?"


Cup


Dengan cepat ustad Zaki menarik tubuh Zahra dan mendaratkan kecupan di bibir Zahra,

__ADS_1


Akhirnya ciuman itu berlanjut tapi seperti biasa, hanya sampai ciuman dan ustad Zaki segera melepaskannya, ia tidak ingin sampai kebablasan membuat hati Zahra mengelus,


"Mas, ada apa?" tanya Zahra yang masih dalam posisi terlentang di atas tempat tidur sedangkan ustad Zaki sudah bangun dan merapikan baju Zahra.


"Nggak pa pa, hanya mas kayaknya teringat sesuatu!"


"Apa?"


"Mas di suruh Abi buat ngangkatin krupuk di belakang, langit kayaknya mending. Kasihan kalau ummi ngangkat sendiri, bentar ya!"


Ustad Zaki segera keluar dari kamar meninggalkan Zahra yang masih terdiam di tempatnya,


Memang benar, langit tengah mendung, tapi tidak seperti itu harusnya. Tidak biasanya ustad Zaki begitu, seperti ada yang tengah sengaja ia sembunyikan dari Zahra.


***


Flashback on


Ustad Zaki sengaja datang ke klinik yang ia percayai untuk menangani kasus yang terjadi pada Zahra seperti yang ia laporkan beberapa Minggu lalu saat Zahra pingsan di kedai lalapan miliknya di Blitar yang mengharuskannya untuk meninggalkan seminar meskipun belum selesai.


"Apa ada cara lain, aku ingin menyelamatkan dua-duanya?"


"Tapi ini sangat berbahaya bagi istri kamu, akan lebih baik kamu musyawarahkan pada istrimu, langkah apa yang terbaik untuknya melakukan penanganan!"


"Baik dok, insyaallah nanti saya bicarakan lagi!"


Flashback on


Ayo kira-kira apa ya yang sedang di sembunyikan dari Zahra, jadi penasaran kan????? enaknya di gantung dulu aja deh, biar tambah penasaran!


Reader : Ihhh author tega nih, udah hujan bikin nambah gantungan aja!!!!😏😏😏😏


Author : Emaaaang, sengajaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚( sambil ketawa jahat)


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249


...Happy reading πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°...

__ADS_1


__ADS_2