
"Imah pulang dulu umi," pamit Imah, "Oh iya umi, nanti malam ada pengajian ibu-ibu, umi bisa datang kan?" tanyanya lagi sebelum benar-benar pergi dari rumah ustad Zaki.
Pengajian rutin ibu-ibu satu Minggu sekali yang di adakan di masjid. Kebetulan Nara sumbernya adalah ustad Zaki, membuat Imah yakin umi pasti datang.
Terlihat umi mengantar Imah sampai ke teras, sedangkan Zahra yang penasaran memilih menguping pembicaraan mereka dari dalam rumah.
"Sok manis banget nih Imah! Kesel jadinya!" gerutu Zahra sambil mengepalkan tangannya dengan mata yang terus mengawasi gerak-gerik Imah di depan umi ustad Zaki, sikapnya yang di buat sok kalem dan sok manis berhasil membuat Zahra bergidik.
Bukan tanpa alasan, mereka berdua tumbuh bersama di lingkungan yang sama, ia sudah tahu bagaimana sikap Imah sedari kecil. Anak perempuan yang selalu mencari simpati orang lain, bersikap manis di depan orang banyak sepertinya sudah mendarah daging,
Berbeda dengan zahra yang apa adanya, walaupun kerap di salah artikan oleh masyarakat. Orang-orang menganggap sikap Zahra yang apa adanya itu sebuah sikap yang tidak punya tata Krama.
Sedangkan Imah, selalu di pandang baik di mata masyarakat apalagi dengan label anak pak kyai membuat citranya semakin bagus.
"Hayo, lagi ngapain?" ustad Zaki yang baru saja dari kamar mandi melihat Zahra berdiri di balik jendela ruang tamu pun segera mendatanginya dan memegang kedua bahunya dari belakang hingga membuat Zahra terkejut.
"Astaghfirullah, mas ustad. Nggak usah ngagetin Napa sih!?" keluhnya dengan suara lirih agar dua orang yang ada di luar tidak mendengarkannya.
"Abis dek Zahra mencurigakan!"
"Tau ahhh, gelap!" Zahra memilih pergi dari pada berdebat dengan ustad Zaki,
Ustad Zaki pun penasaran dengan apa yang Zahra lihat, ia pun melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan oleh Zahra.
"Insyaallah ya, soalnya umi lusa sudah harus pulang. Tapi umi usahakan datang!" jawab umi pada Imah.
"Terimakasih umi, kalau begitu Imah pamit, assalamualaikum!" ucap Imah ambil mencium punggung tangan umi.
"Waalaikum salam! Hati-hati di jalan!"
Imah pun mengangukkan kepalanya dan pergi dengan motor maticnya, umi menunggu hingga Imah benar-benar berlalu di ujung gang, barulah umi kembali masuk.
"Astaghfirullah hal azim, Zaki!" ucap umi sambil memegangi letak jantungan karena terkejut ustad Zaki tiba-tiba muncul dari balik jendela, "Kamu ngapain di sini? Jangan bilang kamu mau ngintipin Imah?" tanya umi curiga.
"Astaghfirullah hal azim, umi! Su'uzhon banget sama Zaki!"
"Lalu ngapain di sini?" tanya umi curiga dengan anak laki-lakinya itu.
"Tadi tuh dek Zahra yang di sini, eh Zaki sapa dianya malah ngambek!"
"Trus sekarang kemana Zahra nya?"
"Masuk kamar lah, umi!"
"Makanya kamu tuh jadi laki-laki yang peka, jangan sampai kedekatan kamu sama wanita-wanita itu membuat Zahra cemburu dan salah faham!"
__ADS_1
Masak sih dek Zahra cemburu? pertanyaan itu seketika berhasil membuat hati ustad Zaki senang. Itu artinya juga Zahra cemburu, berarti Zahra ...
"Di nasehati kok malah senyum-senyum sendiri begitu, ada apa?"
"Mau tahu banget ya umi?" goda ustad Zaki pada uminya, "Udah ahhhh, Zaki nyusul dek Zahra dulu!"
Ustad Zaki pun segera berlalu meninggalkan umi dan menyusul Zahra ke kamar.
"Assalamualaikum, dek mas boleh masuk nggak?"
Ceklek
Pintu kamar pun terbuka dengan wajah Zahra yang di tekuk,
"Waalaikum salam!" jawab Zahra kemudian berlalu dari pintu.
Ustad Zaki pun kembali menutup pintunya dan menyusul Zahra yang sudah duduk di tepi tempat tidur.
Ustad Zaki menatap Zahra sambil senyum-senyum membuat Zahra penasaran dengan apa yang di pikirkan oleh suaminya itu,
"Kenapa senyum-senyum? Mulai nggak waras ya? Ohhh atau kesenengan gara-gara di kunjungi sama dek Imah yang paling Sholihah itu?" tanya Zahra begitu kesal, hingga membuat apapun yang di lakukan oleh ustad Zaki adalah kesalahan.
Ustad Zaki menganggukkan kepala, iya benar, mas seneng karena Imah ke sini, karena mas jadi tahu kalau kamu cemburu.
"Hahhh? Jadi bener? Kenapa nggak di antar sekalian dek Imah nya sana!" Zahra begitu kesal hingga mendorong lengan ustad Zaki berkali-kali.
"Apaan sih ini, lepasin nggak?" teriak Zahra sambil berusaha untuk melepaskan pelukan ustad Zaki.
"Kalau nggak aku akan_!" Zahra bingung harus mengancam bagaimana pada ustad Zaki.
"Kalau enggak, apa?" tanya ustad Zaki yang semakin mempererat pelukannya,
"Aku akan teriak!" ucap Zahra.
"Tapi kalau kamu teriak, mas akan cium kamu, bagaimana?"
"Apaan sih, suka banget ngancem orang. Sebenarnya kamu tuh ustad atau penjahat? Main ancam-mengancam aja!"
"Penjahat!"
"Hahhh?"
"Penjahat cinta kamu!"
"Issstttt! Sudah, lepasin nggak!"
__ADS_1
"Sebentar, sebelum mas lepasin mas mau ngomong sama kamu."
"Apa?"
"Iya mas senang hari ini Imah datang ke sini!"
"Apaan sih, ngomong sama tembok sana!"
"Diam dulu dan dengarkan mas, Okey!"
Setelah memastikan Zahra tidak meronta lagi, ustad Zaki pun melanjutkan ucapannya.
"Jadi mas senang, kamu tahu alasannya kenapa?"
Zahra memilih diam meskipun ustad Zaki hanya ingin Zahra menggelengkan kepalanya,
"Karena dengan datangnya Imah ke sini, mas jadi tahu kalau ternyata dek Zahra cemburu sama Imah!"
"Nggak ya, apaan cemburu! ! Nggak ada cemburu!"
Ustad Zaki pun melepas pelukannya pada Zahra, tapi tangannya segera ia gunakan untuk menakup kedua pipi Zahra hingga Zahra tidak bisa memalingkan wajahnya dari ustad Zaki,
"Dek, mungkin lisan bisa berdusta tapi tidak dengan mata dek Zahra. Dari sana mas bila lihat kalau sebenarnya dek Zahra nggak suka kalau mas dekat-dekat sama Imah, iya kan?"
Bukannya menjawab pertanyaan ustad Zaki, Zahra malah terpaku menatap mata ustad Zaki.
Cup
Sebuah kecupan tiba-tiba mendarat di kening Zahra membuat Zahra tersadar.
"Apaan sih, cium-cium tanpa ijin!"
"Memang kalau mas ijin, boleh?"
Mendengar pertanyaan dari ustad Zaki, Zahra malah salah tingkah. Ia pun segera menepis tangan ustad Zaki dan berdiri dari duduknya,
"Zahra lupa, umi minta Zahra bantuin ngeluarin barang-barang dari kardus!"
Zahra pun segera berlalu meninggalkan ustad Zaki. Ia tidak mau semakin terlihat salah tingkah di depan ustad Zaki.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...