
Akhirnya Zahra keluar juga dari ruang guru. Meskipun masih ada waktu untuk melanjutkan ke pelajaran selanjutnya di kelas karena kelas masih berlangsung, Zahra lebih memilih menuju ke kantin untuk mengisi perutnya, lebih tepatnya untuk menghindar dari pelajaran hari ini. Sekalian ijinnya ia lanjutkan sampai istirahat kedua.
Hingga bel kedua berbunyi barulah Zahra kembali lagi ke kelasnya,
"Ya Allah, zah. Aku kira kamu nggak balik ke kelas." Nur segera menyambut kedatangan Zahra dan duduk tepat di depan meja Zahra, mendapat sambutan yang menghebohkan dari Nur, Zahra hanya memutar bola matanya.
"Kalau dapat Dispen itu harus dimanfaatkan dengan baik, dong. Iya kali, kamu! Hidupnya lurus-lurus aja."
"Mending lurus dari pada banyak masalah gara-gara kelakuan kita yang nggak bertanggung jawab."
"Nyindir aku ya!? Zahra cukup merasa tersinggung dengan ucapan Nur. Tapi karena ucapan Nur, Zahra jadi teringat sesuatu.
"Ehhh, bentar deh. Kamu tahu nggak kalau kemarin Bayu ke rumah sama Nisa?"
"Tahu!"
Zahra mengerutkan keningnya dan mencoba mengingat sesuatu,
"Aku kok bisa nggak tahu sih!" ia merasa heran dengan dirinya sendiri, padahal seingatnya Nur segera berpamitan saat sampai di rumahnya kemarin.
"Gimana kamu mau tahu, la wong ibukmu ngomong aja kamu tinggal masuk kamar, uring-uringan sendiri, makanya kalau cemburu sama mbak Imah itu jujur saja!"
"Apaan sih, sudah sana balik ke bangkumu!?"
__ADS_1
"Yo uwes, diomongi ngeyel!" Nur pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke bangkunya yang ada di depan.
***
Tepat saat pulang sekolah, Zahra benar-benar berharap ustad Zaki tidak menjemputnya hari ini, ia ingin jalan-jalan sebentar sebelum pulang.
Dan benar saja, di gerbang sekolah ia tidak melihat sosok yang ia kenal itu.
"Syukurlah!" tampak ia begitu lega, ia segera berjalan menyeberangi jalan raya dan berdiri di bahu jalan tempat biasa anak-anak sekolah menunggu bus yang lewat.
Ternyata dari arah gerbang sekolah ada yang tengah memperhatikannya, dia adalah Bayu, dengan motornya ia segera menghampiri Zahra.
Melihat motor yang berhenti di depannya, Zahra tidak heran karena ia sudah sangat hafal dengan motor itu,
"Ra, jalan yuk!?" ajaknya, sebenarnya ingin jalan sama Bayu tapi jika dipikir-pikir, bukannya refreshing jika ketahuan suaminya, masalahnya akan semakin rumit.
"Nanti ada balap liar, seriusan nggak mau ikut. Seru loh, Jeff ikut main!"
Sayang banget, pengen liat tapi _
"Ayolah, nggak Sampek malam, janji deh!" Bayu terus merayu agar Zahra mau ikut dengannya.
"Nggak deh, lain kali aja.Salam buat anak-anak!" beruntung bus berhenti tepat di belakang motor Bayu.
__ADS_1
Zahra dengan cepat masuk ke dalam bus meninggalkan Bayu yang masih berdiam di atas motornya.
"Ihhhhhhhh!?" Zahra hanya bisa menjejakkan kakinya kasar ke lantai bus karena ia harus merelakan tidak pergi dendam Bayu walaupun sangat ingin.
"Ini sudah cukup ya, tidak untuk lain kali. Aku pengen liat balap liar." ingin rasanya kembali turun dan menghampiri Bayu tapi bus sudah lebih dulu berjalan.
"Yah, yah yah ...., telat kan!"
Zahra hanya bisa pasrah dan duduk diam di dalam bus. Tidak ada pilihan lain selain melakukan seperti rencana sebelumnya, ia akan ke mall dan membeli obat untuk bapaknya, nongkrong di kafe yang ada di mall.
Hahhhh ....
Sedikit helaan nafas, menandakan jika gadis sudah kembali merancang rencananya hari ini.
Akhirnya bus yang ia tumpangi sampai juga di depan pusat perbelanjaan, memang tidak sebesar di kota-kota besar tapi setidaknya ia bisa melihat banyak hal di sana.
Hingga sore hari, barulah Zahra keluar dari gedung itu.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya ya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
Ig @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...