Menikahi ustad tampan

Menikahi ustad tampan
Tawa dalam luka


__ADS_3

Zahra masih melambaikan tangannya pada ustad Farid yang masih tampak ragu meninggalkan Zahra, ia terus saja tersenyum hingga membuat ustad Farid benar-benar yakin meninggalkannya.


Hingga sampai di titik di mana ia jenuh untuk terus tersenyum, tiba-tiba air mata itu benar-benar leleh.


Hiks hiks hiks


Bibirnya yang masih melengkungkan senyum mulai bergetar seirama dengan bahunya.


"Ya Allah Zahra, kamu kenapa? Nggak seharusnya kamu menangis seperti ini, mas ustad Zaki sudah pasti memilih kamu, ya walaupun ustadzah Nafis jauh lebih sempurna dari pada aku!" Zahra mencoba menghibur dirinya sendiri walaupun dalam hatinya tidak seyakin itu.


Berkali-kali ia menghapus air matanya, tapi berkali-kali juga air mata itu keluar.


Sebuah lagu berjudul "sisa rasa" dari Mahalini tiba-tiba mengalihkan perhatiannya, rupanya ada panggilan masuk ke ponselnya.


"Mas ustad!?" gumamnya pelan.


Berkali-kali ia menghela nafas, memastikan tidak ada lagi sisa isakan yang terdengar dari suaranya.


Ia kembali menghapus air matanya yang masih mencoba untuk luluh, perlahan ia menggeser tombol terima dan menempelkan benda pipih itu di daun telinganya.


"Assalamualaikum, mas!" ucapnya.


"Waalaikum salam, dek. Dek Zahra masih di halaman belakang pesantren kan?"


"Iya,"


"Mas susul ya, tunggu di situ jangan kemana-mana!?"


"Enggak!" dengan cepat Zahra menyahutnya, "Maksudnya, ini Zahra sudah bersiap mau pulang, jadi mas di rumah saja. Tunggu Zahra di rumah!"


"Tapi dek_!"


"Enggak mas, Zahra pulang. Assalamualaikum!"

__ADS_1


"Waalaikum salam!"


Zahra pun segera menutup sambungan telponnya dan menjauhkan dari daun telinganya. Ia kembali menatap layar ponselnya yang sudah terputus dari panggilan dengan suaminya.


Hehhhhh ....


Sekali lagi ia menghela nafas, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Memastikan kalau dirinya baik-baik saja.


Setelah lebih tenang, Zahra pun segara mengemasi barang-barang nya, ia tidak mau sampai sang suami menyusulnya apalagi dalam keadaan yang seperti itu.


Setalah semua barang masuk ke dalam tas, Zahra pun bergegas pulang.


Ternyata benar, ustad Zaki sudah menunggunya di depan rumah. Baru sampai kejauhan Zahra sudah menyiapkan senyum seperti biasanya. Senyum renyah yang bisa membuat orang lain ikut tersenyum dengannya.


"Assalamualaikum, mas!?" sapanya sambil meraih tangan sang suami, mencium punggung dan telapak tangannya seperti biasa,


"Waalaikum salam, mas mengkhawatirkan mu. Dek Zahra tidak pa pa kan?"


"Seperti yang mas lihat, Zahra masih utuh. Malah tambah!"


"Tadi minta traktir sama ustad Parid?"


"Farid?"


"Hmmm!" Zahra mengangukkan kepalanya, "Tadi Zahra lupa nggak bawa uang, ehhh ada penjual dawet lewat. Untung ustad Parid ada."


"Ya Allah dek, lain kali kalau keluar bawa uang ya, jangan nyusahin Farid terus. Kan jadi nggak enak!"


"Siap!?" ucap Zahra sambil meletakkan tangannya di pelipis persis seperti tengah memberi hormat, "Udah ah, Zahra gerah mau mandi dulu."


Zahra sudah melewati ustad Zaki tapi tiba-tiba tangannya di tahan oleh sang ustad,


"Tunggu!"

__ADS_1


"Apa sih mas?"


"Dek Zahra habis nangis ya?" tanyanya kemudian.


Zahra langsung menyadari kalau kini wajahnya pastilah sembab.


"Ahhhh ini?" Zahra memegang kedua pipinya dan mengusapnya perlahan,


"Iya mas, tadi Zahra nangis!"


"Kenapa?"


Zahra berpikir keras, ia sampai harus memejamkan matanya sebelum memberi jawaban,


"Debu!" ucap ya kemudian,


"Debu?"


"Iya, tadi tuh tiba-tiba ada angin lewat, debunya ikutan lewat trus mampir di mata Zahra. Makanya Zahra nangis!" ucap Zahra beralasan.


"Ya Allah kasihan sekali,"


"Makanya sekarang Zahra mau mandi dulu, nih bau debu! Sampai nanti mas!" ucap Zahra sambil melambaikan tangannya dan berlalu meninggalkan sang suami yang masih terdiam di tempatnya.


"Apakah itu benar?" gumam ustad Zaki sambil menatap punggung Zahra yang menghilang di balik pintu kamarnya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2