Menikahi ustad tampan

Menikahi ustad tampan
Ayam bakar spesial


__ADS_3

Benar saja apa yang di katakan oleh ustad Zaki, ternyata saat melintas di perbatasan kampung, beberapa warga di RT tempat mereka tinggal tengah mengadakan kerja bakti.


"Mari bapak-bapak!?" sapa Ustad Zaki sambil sedikit memelankan laju motornya.


"Iya ustad!?" sahut beberapa bapak-bapak yang tengah membersihkan selokan bawah gapura kampung.


Akhirnya mereka sampai juga di depan rumah,


"Dek kamu nggak pa pa kan kalau aku tinggal sebentar, nggak enak soalnya kalau nggak ikut kerja bakti?"


"Iya!?" Zahra pun segera turun dari motornya, ia dengan cepat berbalik dan hendak meninggalkan ustad Zaki sendiri,


"Dek!" panggil ustad Zaki lagi.


"Ada apa lagi sih?" Zahra terpaksa menghentikan langkahnya dengan kesal.


"Ayam bakarnya, katanya tadi lapar?"


Hehhhh ....


Zahra menghela nafas dan mengambil bungkusan itu tapi saat ia hendak masuk, sebuah motor berhenti di depan rumah mereka, Zahra memicingkan matanya, melihat siapa yang datang.


Pria berjaket khas petugas delivery itu berjalan mendekati mereka,


"Assalamualaikum!?" sapa pria itu,


"Waalaikum salam!" ustad Zaki yang kebetulan tengah melepas helm dan menggantinya dengan peci itu segera menjawab salam, berbeda dengan Zahra yang memilih untuk diam.


"Benar sama mas Zaki ya?" tanya pria berjaket orange itu.


"Iya mas, ini dari rumah makan ayam bakar sahabat ya?" tanya ustad Zaki seperti sudah tahu,

__ADS_1


Ayam bakar sahabat kan restauran yang tadi, batin Zahra mengingat nama restauran tempat di mana mereka tadi membeli ayam bakar.


"Iya mas, mau mengantar pesanan atas nama ustad Zaki."


Jadi benar, dia yang memesan. Buat apa sebanyak itu? Memang dia mau syukuran apa, gerutu Zahra dalam hati,


"Iya saya sendiri, saya minta tolong langsung di antar ke pagura masuk kampung ya mas, di sana ada orang-orang yang tengah kerja bakti."


Ohhh jadi buat bapak-bapak, banyak uang juga dia , Zahra kembali melihat banyaknya bok makan dengan cap nama sebuah rumah makan itu.


"Iya mas!"


"Untuk pembayarannya, saya transfer saja."


"Terimakasih mas."


"Sama-sama!"


"Waalaikum salam!"


Zahra hanya terus memperhatikan bagian cara ustad Zaki berbicara dengan pemilik jasa delivery itu.


Jadi dia juga punya rekening? Gaya banget jadi ustad ....


Hingga akhirnya pria itu meninggalkan mereka, Zahra masih tetap berdiri di tempatnya,


"Dek, katanya mau masuk? Masuk dulu gih, mas mau ke kempat kerja bakti."


Mendengar ucapan ustad Zaki barulah Zahra tersadar,


"Iya_!?" jawabnya dengan wajah kesal,

__ADS_1


"Salam dulu dek!?" lagi-lagi ucapan ustad Zaki berhasil membuat langkah Zahra terhenti,


"Situ kan bisa dalam dulu, ngapain harus aku sih?"


"Assalamualaikum!?" ucap ustad Zaki dengan tersenyum.


"Waalaikum salam!"


Kali ini Zahra benar-benar masuk ke dalam rumah dan menutup pintunya dari dalam, menyisakan ustad Zaki yang menatap pintu yang kembali tertutup itu.


"Lucu juga ya kalau ngadepin anak SMA, jadi berasa SMA lagi." gumam ustad Zaki sebelum kembali naik ke atas motornya.


Zahra segera meletakkan boks makan itu di atas meja dapur, ia berbeda ke kamar untuk Menganti bajunya, rasanya perutnya sudah sangat lapar.


Ia segera kembali setelah berganti baju, membuka ayam bakar itu. Tidak lupa ia mencuci tangannya dulu,


"Nah makan pakek tangan kan lebih enak!?" Zahra dengan cepat menyantap makanannya.


"Enak!?" ucapnya setelah mengecap satu dua kali dan kembali mengunyahnya. Hingga akhirnya satu porsi ayam bakar habis di makan olehnya.


"Tapi perutku masih lapar, nggak pa pa kali ya kalau aku makan lagi yang ini." ucapnya sambil menatap satu porsi lagi yang seharusnya menjadi milik ustad Zaki, "Lagi pula dia kan ke tempat kerja bakti, pasti di sana dia makan. Mungkin ini dua porsi untukku semua."


Akhirnya Zahra pun memakan semuanya hingga tidak tersisa.


bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2