Menikahi ustad tampan

Menikahi ustad tampan
Awal dan akhir ( End)


__ADS_3

"Maksud Abi?"


"Jadi besok yang datang ke Jawa bukan hanya Abi sama ummi, tapi Ambu sama abahnya Farid. Kemarin Farid menelpon abi, katanya ia ingin kita datang untuk melamar seorang gadis!"


"Hahhhh?" ustad zaki begitu terkejut, begitu juga dengan Zahra, mereka saling berpandangan.


"Jadi kamu beneran belum di kasih tahu?" tanya Abi.


"Belum, bi!"


"Ya sudah, besok kamu kalau bisa usahakan ikut ya, tapi kalau memang nggak bisa ya nggak usah di paksakan. Yang penting Abi sama ummi sudah ada!"


"Iya, bi!"


"Ya sudah, Abi cuma ingin mengabarkan itu, sampai ketemu besok. Assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Setelah sambungan telpon terputus ustad Zaki dan Zahra malah saling bengong, cukup lama mereka saling diam.


"Wahhhh serius nihhhh, doa Zahra yang kemarin terkabul juga!" ucap Zahra mengakhirinya saling diamnya mereka.


"Apa dek?"


"Ya kalau ustad Zaki bakal nikah sama gadis Jawa, luar biasa kan!?"


Mendengar ucapan Zahra, ustad Zaki tersenyum. Ia segera menyapa puncak kepala Zahra, apapun yang di lakukan sang istri selalu bisa membuatnya merasa gemas.


"Ihhh pasti nggak percaya ya!"


"Percaya dek!"


"Sekarang hubungi ustad Parid, mas! Pengen tahu bener apa enggak!?"


"Farid dek!"


"Sama aja mas, wong orangnya juga sama."


Ustad zaki hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, walaupun begitu ia tetap menuruti perkataan sang istri.


Zahra tampak begitu antusias menunggu panggilannya di terima, dan akhirnya setelah beberapa kali panggilan di jawab juga.


"Di loundspeaker lagi mas!" ucap Zahra dan ustad Zaki benar melakukannya.


"Assalamualaikum, Zaki! Ada apa?" sapa di seberang sana.


"Waalaikum salam, lagi sibuk ya?" tanya ustad Zaki.


"Nggak terlalu, kebetulan ini baru istirahat siang. Ada apa? Apa ada masalah?"


"Enggak! Justru aku yang harus nanya, ada apa?"

__ADS_1


"Maksudnya?"


"Baru saja Abi telpon, katanya kamu mau melamar seorang gadis. Memang benar?"


Terdengar helaan nafas panjang di seberang sana,


"Panjang Zak, ceritanya!"


"Serius panjang banget Sampek nggak bisa di ceritain?" tanya Zahra yang ikut gemas.


"Ada kamu juga?" ustad Farid sepertinya terkejut saat mendengar suara Zahra juga.


"Iya kenapa? Nggak boleh? Aku sudah terlanjur dengar nggak bisa di tarik!"


"Ya sudah, mau apa lagi. Pokoknya besok aja kalau pas ketemu aku bakal cerita!"


"Terserah kamu saja deh, aku ikut aja."


Akhrinya setelah saling mengucap salam, merekapun mengakhiri sambungan telponnya.


"Ustad Parid memang suka dadakan gitu ya?" tanya Zahra dan ustad Zaki malah tersenyum.


"Kok malah senyum?" tanya Zahra lagi.


"Kalau kayak gini mas jadi keringat saat dek Zahra melamar mas, jangan-jangan Farid juga mengalami hal yang sama kayak mas!"


"Ihhhh jangan di ingatkan lagi, kalah ingat saat itu Zahra jadi malu!"


"Jadi mas ustad nggak nyesel?"


Ustad Zaki menggelengkan kepalanya, "Justru yang mas sesali saat itu, hampir saja mas menolak lamaran dek Zahra dan menerima lamaran kyai Rosyid!"


"Jadi_!?" Zahra begitu terkejut sampai menutup mulutnya.


"Maaf, mas belum sempat cerita ya!?" tanya ustad Zaki dan Zahra pun menganggukkan kepalanya.


"Jadi di hari yang sama. saat dek Zahra melamar mas, saat itu kyai Rosyid juga datang melamarku untuk Fatimah."


"Lalu kenapa memilih lamaranku, bukan lamaran kyai Rosyid? Jelas Imah gadis idaman semua pria Sholeh kan?" tanya Zahra begitu penasaran.


"Segera aku sholat istikharah, memohon petunjuk pada Allah. Tapi jujur saat itu hati kecilku menginginkan Fatimah yang jadi jodohku, tapi tidak selalu wajah dek Zahra yang muncul. Dan aku sempat begitu kesal. Meskipun Allah sudah menerima jawabnya, tetap sore itu aku datang ke rumah dek Zahra untuk menolak lamaran dek Zahra, tapi saat melihat ketulusan cinta dek Zahra pada bapak, tiba-tiba jawabanku berubah. Aku ingin menerima lamaran dek Zahra!"


Zahra terdiam mendengar jawaban panjang lebar dari sang suami.


"Dek, dek Zahra marah ya sama mas? Maafin mas ya, sungguh aku tidak maksud_!"


Segera Zahra menggelengkan kepalanya dan membuat ucapan ustad Zaki terhenti.


"Justru aku senang mas, aku tahu bagaimana prosesnya. Lucu aja kalau ingat saat itu!" ucap Zahra sambil tersenyum.


"Tapi dek Zahra belum cerita kan sama mas, kenapa dek zahra sampai punya keberanian untuk melamarku!"

__ADS_1


"Mas sudah tahu, semua karena aku tidak bisa berpikir untuk kehilangan bapak!"


"Lalu kenapa mas? Maksud mas bukan pria lain, banyak kan pria Sholeh lain yang lebih Sholeh dari mas!"


"Mas nggak tahu aja kalau bapak ngefans banget sama mas ustad, padahal saat itu Zahra benci banget sama mas gara-gara Zahra pikir mas cuma numpang tampang aja makanya populer di kampung!"


"Kalau gitu, kayaknya mas harus berterimakasih sama bapak, beliau yang paling berjasa dalam hubungan kita!"


"Dan Bayu juga mas!"


Ustad Zaki mengerutkan keningnya saat mendengar nama Bayu di sebut berjasa dalam hubungan mereka.


"Kok Bayu??"


"Karena Bayu udah bikin bapak jatuh sakit, karena Bayu yang bikin bapak punya niat cepet-cepet pengen nikahin Zahra meskipun masih sekolah!"


"Astaghfirullah hal azim, sakit kok di syukuri sih dek!"


"Kan mas sendiri yang bilang, kalau sakit itu sama dengan mengurangi dosa kita, jadi sudah pasti dosa bapak berkurang dong di dunia!"


"Pinternya istriku!" ucap ustad Zaki sambil mengusap kepala Zahra.


...End...


Lohhh lohhhh lohhhh, kok tiba-tiba end aja?


Semua pasti bertanya-tanya seperti itu.


Alasan pertama, aku ingin membuat kisah yang berakhir bahagia, ringan dan sarat akan makna (Insyaallah)


Semua kisah punya part sendiri-sendiri, berakhirnya sebuah cerita bukan berarti berakhir juga cerita hidupnya. Begitu juga dengan kisah dua Z yang semoga melegenda.


Di sini author hanya ingin menceritakan bagaimana kisah gadis biasa yang berusaha menjadi baik karena memiliki pasangan yang bisa membimbingnya


Kenapa nggak sampai punya anak, anaknya gede, Sampek punya cucu atau cicit?


Jawabannya karena sebuah kisah tidak harus di tulis dari lahir hingga meninggalkan dunia ini, biarkan kisah ini berakhir di part yang bahagia.


Tapi jangan khawatir karena kalian masih bisa membaca part-part duo Z di kisahnya ustad Farid ya, tapi di sana kisahnya ustad Farid jadi mohon maaf tidak bisa full seperti di sini.


Insyaallah kalau ada waktu senggang aku bakal tulis ekstra part-nya tapi nggak bisa setiap hari ya🙏


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249


...Happy reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2