
"Belum dok, rencananya akan saya beritahu setelah ujian ini. Dan hari ini ujian sudah berakhir, saya akan memberitahukannya!"
Ustad Zaki bicara dengan wajah yang menunduk, ia menyadari kesalahannya.Tapi kebahagiaan istrinya juga penting, ia tidak mungkin mengabaikan masa depan sang istri.
Seandainya_, tapi semua yang terjadi adalah kehendak Allah, seharusnya tidak ada lagi penyesalan yang ada adalah penyelesaian, tidak ada saling menyalahkan atau menanggung kesalahan yang ada adalah memperbaiki.
"Sekarang bagaimana? Semua keputusan ada pada anda sebagai suaminya!"
"Lakukan tindakan yang terbaik, tapi ijinkan saya membicarakan hal ini pada istri saya terlebih dulu dok!"
"Baiklah, tapi jangan terlalu lama. Saya sudah menerima telpon dari dokter anda di Bandung, dan saya akan meminta dokter Puspita untuk melakukan penanganan jika sudah setuju!"
"Baik dok, kalau begitu saya permisi. Assalamualaikum!"
"Waalaikum salam!"
Akhirnya ustad Zaki keluar dari ruangan dokter, Zahra sudah di pindahkan ke ruang perawatan untuk menunggu penanganan selanjutnya.
Saat ustad Zaki sampai di depan ruangan Zahra, pak Warsi dan Bu Narsih rupanya sudah datang. Nur juga ada bersama mereka. Mereka meminjam mobil jamaah dan di antar Amir.
"Mir!?" sapa.ustad Zaki dan pria bertubuh jakung itu pun segera mendekati ustad Zaki begitu juga dengan kedua orang tua Zahra,
"Assalamualaikum ustad, bagaimana keadaan Zahra?" tanya Amir di susul pak Warsi.
"Waalaikum salam!"
"Iya nak Zaki, Zahra nih sebenernya nyangopo kok Sampek masuk rumah sakit?" pak Warsi dan Bu Narsih tampak begitu khawatir. Bagaimana pun zahra sebelumnya, dia tetaplah Zahra putrinya.
"Sebenernya Zahra hamil pak, buk!" ucap ustad Zaki, terlihat ada seulas senyum dari wajah tua pak Warsi dan Bu Narsih tapi segera kembali terseliputi mendung,
"Apa enek masalah?" tanya Bu Narsih memastikan sesuatu, ia seorang ibu pastilah merasakan apa yang tengah dirasakan oleh putrinya.
"Mari duduk dulu pak buk!" ajak ustad Zaki dan mereka pun duduk di kursi tunggu sedangkan Nur dan Amir memilih tetap berdiri tapi ikut mendengarkan apa yang akan di katakan oleh ustad Zaki.
"Zahra hamil kembar pak buk, tapi masalah nya ia mengalami kehamilan ektopik!"
__ADS_1
"Opo Kuwi nak Zaki?" tanya pak Warsi, ia tidak tahu dengan istilah-istilah asing seperti itu.
"Kehamilan ektopik itu adalah kehamilan yang bisa terjadi pada kehamilan kembar, ketika salah satu janin berada di luar kandungan."
"Trus piye nak Zaki, Zahra piye ( trus bagaimana nak Zaki, Zahra bagaimana)?" tanya Bu Narsih yang semakin terlihat cemas, pastilah Bu narsih pernah melihat atau mendengar yang namanya istilah hamil di luar kandungan.
"Zahra harus mendapatkan penanganan segera melalui proses operasi, buk! Dan kami harus merelakan salah satu janin kembar yang dikandung Zahra di ambil."
"Apa Zahra wes ngerti (Apa Zahra sudah tahu)?" tanya Bu Narsih lagi dan ustad Zaki menggelengkan kepalanya.
Bu Narsih pun mengusap bahu menantunya itu,
"Seng sabar Yo nak, Iki ujian ko Gusti Allah, insyaallah awakmu iso nglewati ujian iki (Yang sabar ya nak, ini ujian dari Allah, insyaallah kamu bisa melewatinya)!"
"Aamiin buk! Sekarang ijinkan saya bicara berdua dengan Zahra ya buk, semoga Zahra bisa mengerti dengan keadaannya!"
"Ibuk do'akan!"
Akhrinya ustad Zaki berdiri dari tempatnya, ia menghela nafas menata nafasnya bersiap untuk mengatakan semuanya pada Zahra.
Segera ia mengulum senyum begitu melihat sang istri yang sudah sadar,
"Assalamualaikum dek!" sapanya sambil berjalan cepat menghampiri ranjang zahra,
"Waalaikum salam, mas!" jawab Zahra dengan suara lemah. Ia masih merasakan kram di perut meskipun ia sudah di beri obat oleh dokter melalui cairan infus.
Ustad Zaki segera duduk di samping Zahra, ia mengusap puncak kepala Zahra yang tertutup jilbab instan.
"Bagaimana dek, sudah lebih baik?" tanya ustad Zaki dengan lembut sambil meninggalkan kecupan di kening Zahra.
"Masih kram mas, sakit banget!" keluh Zahra, wajahnya terlihat pucat.
"Yang sabar ya dek!"
"Sebenarnya Zahra kenapa sih mas?" tanya Zahra dan ustad Zaki mengeratkan genggamannya di tangan Zahra tapi segera ia sadar jika tangan zahra kini tengah terhubung dengan infus.
__ADS_1
"Dek," ustad Zaki mengusap perut rata Zahra, "Maaf kalau mas nggak jujur selama ini_!"
"Zahra hamil?" tanya Zahra, sebenarnya ia sudah mulai merasakan hal itu sejak awal hanya saja ia terus menyangkal dengan kenyataan itu.
"Iya,"
Mendengar jawaban singkat dari sang suami, seketika mata Zahra berkaca-kaca.
"Maafkan mas ya, karena mas tidak hati-hati. Mas lalai menjaga dek Zahra!"
Cukup lama Zahar terdiam, ia mengusap air matanya dengan tangannya yang tidak terhubung dengan infus.
Ingin marah, menyesal atau apalah ia bahkan tidak tahu dengan perasaannya sendiri saat ini. Ia senang karena nyatanya Allah memberi kepercayaan padanya meskipun usianya masih terbilang muda tapi ia juga merasa sedih, bingung setelah ini harus bagaimana, rasanya belum siap.
"Semua sudah terlanjur mas, mau di apain lagi!" ucapnya dengan pasrah. Ia sudah lelah dengan rasa sakit dan tidak ingin menambah beban dengan menyesali yang sudah terjadi atau menyalahkan orang lain atas kesalahannya sendiri.
"Jadi dek Zahra nggak marah?" tanya ustad Zaki ragu-ragu.
"Memang Zahra bisa marah sama siapa, mas? Sama Allah karena sudah ngasih aku Riski anak? Enggak kan?"
Ustad Zaki menggelengkan kepalanya, meskipun terlihat tenang tapi dari ucapan Zahra tersimpan kepahitan,
"Marahlah sama mas sepuas dek Zahra, pukul mas hingga dek Zahra merasa puas!"
Zahra menggelengkan kepalanya dengan tanpa ekspresi membuat ustad Zaki menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya. Ustad Zaki langsung menumpahkan air matanya sembari memeluk sang istri.
Suasana di ruang itu begitu haru begitu juga dengan orang-orang yang tengah menunggu di luar, mereka mendengarkan percakapan antara Zahra dan ustad Zaki. Bahkan Amir yang biasa tampil murah senyum kini tak mampu menahan air matanya agar tidak jatuh meskipun ia langsung mengusapnya sebelum benar-benar jatuh.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
__ADS_1
...Happy reading 🥰🥰🥰...