Menikahi ustad tampan

Menikahi ustad tampan
Kejutan di pagi hari


__ADS_3

Tidak mau terlalu larut dalam pikiran kotornya, akhirnya Zahra pun memutuskan untuk segera tidur dan melupakan semuanya, beruntung hari ini cukup melelahkan membuatnya cepat tidur hanya dalam hitungan menit saja.


Ustad Zaki yang masih di kamar mandi, ia sengaja menguyur tubuhnya dengan air dingin, mencoba menetralkan sesuatu yang berubah panas.


Cukup lama ia berada di bawah guyuran air dingin hingga ia memutuskan untuk menyudahinya, hampir tengah malah dan semuanya baru selesai.


Bukan hal yang dosa sebenarnya menggauli istrinya sendiri, tapi yang salah saat sang istri belum benar-benar siap pasti akan menjadi masalah baru di kemudian hari, apalagi status sang istri yang masih menjadi pelajar, walaupun saat ini sudah di legalkan menikah di saat masih sekolah asal usianya sudah cukup.


Ustad Zaki segera mengeringkan tubuhnya dengan handuk, karena lupa tidak membawa baju ganti ke kamar mandi, ia pun terpaksa keluar hanya mengenakan handuk yang melilit bagian bawah tubuhnya,


Beruntung saat ia keluar dari kamar mandi, Zahra sudah tertidur pulas.


"Untunglah dia sudah tidur!" gumamnya pelan sambil berjalan menghampiri tas nya, ia harus segera memakai baju sebelum masuk angin. Setidaknya malam ini ia akan terbebas dari godaan Zahra.


"Yang keras-keras tadi apa?" suara yang lebih mirip gumaman itu berhasil membuat ustad Zaki terkejut, ia sampai menjatuhkan bajunya saking terkejutnya, dengan cepat ia berbalik menatap Zahra yang ada di atas tempat tidur.


"Dek, kamu tanya sesuatu?" tanyanya pada sang istri, tapi tidak ada respon. Mata Zahra juga tampak terpejam hanya dengkuran halus yang keluar setelahnya.


Karena begitu penasaran, ustad Zaki pun mengurungkan niatnya untuk memakai baju, ia lebih penasaran dengan sang istri, memastikan apakah sang istri benar-benar bertanya atau hanya mengigau.


Ia kembali mengambil bajunya yang jatuh dan meletakkannya di atas sofa, berencana setelah melihat Zahra ia akan segera memakainya.


Perlahan ustad Zaki naik ke atas tempat tidur, menggoyang pelan tubuh sang istri.


"Dek," panggilnya pelan, "Apa kamu tadi tanya sama mas?"


Sekali lagi pertanyaan itu tidak ada respon meskipun ia menggoyang tubuh sang istri sedikit lebih kencang.


Jangan-jangan dia merasakan ada yang bangun dalam diriku dan masuk ke alam bawah sadarnya, batin ustad Zaki.


"Tapi sebenarnya itu bukan masalah, lagi pula kami juga sudah sah sebagai suami istri!" ucapnya sambil menatap wajah Zahra yang tenang.


"Jika dia tahu apa yang bangun, pasti dia ketakutan!" membayangkan hal itu saja membuat ustad Zaki cemas.

__ADS_1


"Hehhhhh, untung dia hanya mengigau!" ustad Zaki memegang dadanya merasa lega, ia pun bersiap untuk beranjak dari tempat tidur tapi tiba-tiba tangan Zahra melingkar sempurna di pinggangnya.


"Ada apa lagi!?" gumamnya lepan agar tidak membangunkan Zahra.


Ustad Zaki sampai menahan nafas dengan apa yang di lakukan oleh Zahra, ia pun berusaha untuk melepaskan tangan Zahra.


"Jangan pergi, pokoknya jangan pergi!" sekali lagi sepertinya Zahra tengah mengigau, membuat ustad Zaki mengurungkan niatnya untuk melepaskan tangan Zahra dari pinggangnya. Ia tidak ingin sampai membangunkan Zahra.


"Baiklah, mas nggak akan pergi!"


Dengan hanya mengenakan handuk, akhirnya ustad Zaki merebahkan tubuhnya di samping Zahra sambil memeluk sang istri, memperbaiki posisi selimut agar menutup tubuhnya yang terbuka, beruntung Zahra tidak biasa menyalakan AC, hingga mereka tidur tanpa AC ataupun kipas angin.


***


Zahra sepertinya sudah cukup tidurnya malam ini, karena kebiasaan memandangi sang suami yang melakukan sholat tahajud, zahra jadi terbiasa bangun sebelum subuh, bahkan hari ini pun demikian.


Walaupun hatinya belum tergerak untuk mengikuti apa yang di lakukan suaminya, tapi sepertinya hari ini beda karena ia tidak melihat seseorang yang menggelar sajadah si samping tempat tidurnya, yang ia rasakan malah hal yang lain. Sesuatu yang hangat yang menempel di tubuhnya.


Kenapa nyaman sekali, jadi males bangun..., batin Zahra saat merasakan tubuhnya begitu hangat di bawah Kungkungan sesuatu.


Perlahan Zahra membuka selimutnya dan memastikan sesuatu yang melingkar di pinggangnya itu, ternyata sebuah lengan kekar yang semalam berhasil mengungkung tubuhnya.


Mas ustad belum bangun ..., tiba-tiba senyum terulas di bibirnya. Perlahan ia mulai memutar tubuhnya agar tidak membangunkan pria yang tengah mengungkung tubuhnya. Ini sungguh pemandangan langka, tidak biasanya ia mendapati pria itu masih tertidur seperti ini.


Akhirnya kini tubuhnya benar-benar menghadap sang suami, ia mendongakkan kepalanya agar matanya bisa menjangkau wajah sang suami.


Ya ampun, tidur aja ganteng banget, nyesel selama ini nggak bisa melihat wajah tampannya pas tidur, sejuk, hidungnya mancung, kulitnya bersih, kurang apa coba ..., rasanya seperti tidak pernah puas untuk menatap wajah lelap itu.


Hingga lebih dari sepuluh menit, Zahra memandangi wajah itu. Tapi kembali ia di sadarkan pada sesuatu yang ganjil, ia bisa melihat bahu polos sang suami,


Bahu?


Dengan cepat ia mengangkat selimutnya dan memastikan sesuatu.

__ADS_1


"Aaaaaaaa!" teriak Zahra dan teriakan itu benar-benar berhasil membangunkan pria yang tengah terlelap itu.


"Dek, ada apa?" tampak ustad Zaki terkejut sekaligus khawatir.


Zahra kini sudah bangun dan menggulung tubuhnya dengan selimut meninggalkan ustad Zaki yang bahkan sudah kehilangan handuknya.


Zahra menutup wajahnya dengan selimut walaupun ia menyisakan matanya untuk menatap pemandangan yang luar biasa itu,


"Ada apa?" tanya ustad Zaki sekali lagi, ia juga sudah ikut terduduk.


"Mas, itu apa?" Zahra menunjuk bagian bawah tubuh ustad Zaki yang tidak tertutup sehelai benang pun.


Ustad Zaki segera melihat ke arah telunjuk Zahra,


"Astaghfirullah hal azim!" ustad Zaki dengan cepat mencari-cari sesuatu, handuk yang ia pakai semalam. Rupanya handuk itu sudah teronggok di lantai dan dengan cepat tangannya menyambar handuk itu melilitkan kembali ke pinggangnya.


"Sudah, sudah mas tutup!" ucap ustad Zaki setelah berhasil melilitkan handuknya kembali di pinggang.


Zahra perlahan membuka selimutnya, ia memastikan tidak ada yang kurang dari bajunya,


"Mas, semalam kita ngapain?"


"Nanti mas kasih tahu, tapi biarkan mas sholat tahajud dulu. Ini waktunya sudah hampir habis!"


Ustad Zaki memilih beranjak dari tempat tidur dan berjalan cepat menuju ke kamar mandi, lima belas menit lagi waktu shubuh, ia tidak ingin kehilangan waktu tahajudnya.


Tapi hal itu pastilah menyisakan rasa penasaran Zahra tentang apa yang terjadi semalam dengan mereka.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2