Menikahi ustad tampan

Menikahi ustad tampan
Sepucuk surat


__ADS_3

"Masih berapa lama lagi acaranya berlangsung?" tanya sang Abi saat mereka tengah duduk di meja makan, ummi ustad Zaki tengah mengambilkan makanan untuk suami dan putranya itu.


"Sepertinya acara akan selesai lebih cepat bi, karena di Minggu kedua acara akan di isi beberapa perlombaan!"


"Kamu jadi jurinya?"


"Aku sengaja menolaknya bi,"


Abi ustad Zaki terlihat mengerutkan keningnya, ia juga sengaja menghentikan makannya untuk mendengarkan apa alasan sang putra,


"Kenapa?"


"Zaki hanya merasa belum berpengalaman saja, pemateri lain lebih pantas dari pada Zaki, bi!"


"Tapi ini pengalaman yang penting Lo, Zak! Lain waktu kita kamu belum tentu dapat kesempatan seperti ini,"


"Tapi Zaki juga nggak tenang meninggalkan Zahra terlalu lama, bi!"


"Zaki benar bi!" ummi ikut bicara, ia menarik kursinya dan ikut duduk setelah selesai dengan pekerjaannya, "Kasihan kan kalau Zahra di tinggal terlalu lama, insyaallah ada kesempatan lagi di lain waktu!"


"Jadi rencana pulang berapa hari lagi?"


"Kalau tidak molor lagi, insyaallah dua atau tiga hari lagi selesai, bi!"


Mereka pun akhirnya menyelesaikan sarapan hari ini dengan obrolan yang ringan,


Selesai sarapan, ustad Zaki sengaja membantu ummi terlebih dulu untuk membereskan meja makan,


"Nggak usah di bantu, Zaki. Sudah sana, berangkat saja!"


"Nggak pa pa, ummi. Masih dua jam lagi kok acaranya mulai, lagi pula hari ini lebih santai karena ada pemateri lain yang mengisi jam pagi."


"Hehhhh, kamu ini. Masih juga tidak berubah!"


"Zaki masih Zaki yang dulu ummi, emang mau jadi Spiderman, atau Superman?!" Zaki malah menjawab ucapan umminya dengan candaan.


"Zaki, Zaki..., Sudah sana berangkat sana, ummi malah nggak bebas kalau kamu bantuin!" ucap ummi sambil mendorong tubuh ustad Zaki keluar dari dapur, "Tuhh lihat para embak jadi sungkan masuk dapur, gara-gara kamu!"


"Ummi nih, ada-ada aja!"


Walaupun mengeluh ustad Zaki menuruti permintaan umminya, ia segara naik ke kamarnya dan mengambil tas kecilnya yang biasa dibawa kemana-mana.


"Ummi, Zaki berangkat dulu ya, assalamualaikum!" teriaknya dari ujung tangga. Ia tidak mungkin kembali ke dapur karena pasti para embak jadi sungkan lagi.


"Waalaikum salam!" sahut sang ummi dari dalam.


Ustad Zaki pun segera melanjutkan langkahnya, ia menghampiri motor bebek milik abinya yang sengaja ia pinjam untuk kendaraan kemana-mana, belum sampai ia mengenakan helmnya, tiba-tiba ia melihat abinya berjalan tergesa-gesa kearahnya.


"Assalamualaikum!" sapa sang Abi.


"Waalaikum salam, dari mana bi? Kenapa tergesa-gesa seperti itu?"


"Untung kamu belum berangkat, Zak! Tadi Abi lewat depan rumah kyai Ramli, Abi ketemu sama art di sana, beliau menitipkan ini!" Abi menyerahkan sebuah amplop berwarna putih pada Zaki.

__ADS_1


"Ini apa bi?"


"Katanya dari ustadzah Nafis!"


Ustad Zaki menatap amplop yang berisi surat itu dengan tatapan yang sulit diartikan.


Abi ustad Zaki pun menepuk bahu ustad Zaki,


"Zak, jika kamu ragu untuk membukanya, maka jangan di buka. Tapi jika kamu merasa surat itu penting untuk kamu ketahui isinya maka kamu boleh membukanya, hanya satu hal yang harus kamu ingat, apapun isi surat itu jangan pernah melupakan siapa diri kamu saat ini, kamu bukan hanya Zaki putra abi dan ummi, tapi kamu juga Zaki suami dari seorang gadis bernama Zahra!"


Kata-kata itu terlihat sederhana tapi mampu menguatkan hati seorang ustad Zaki yang tengah terombang ambing saat ini.


"Terimakasih bi, atas semua nasehatnya!"


"Abi tahu kamu pria yang berprinsip. Berangkatlah, assalamualaikum!" ucap Abi kemudian meninggalkan ustad Zaki untuk masuk ke dalam rumah.


"Waalaikum salam!" jawab ustad Zaki sambil menatap kepergian sang Abi dengan masih memegang surat itu di tangannya.


Astaghfirullah hal azim ....


Segera ustad Zaki menyimpan surat itu di dalam tas, ia melanjutkan kembali kegiatannya memakai helm dan mulai menghidupkan mesin motornya,


Sejurus kemudian, motor itu sudah melaju mengitari kota Bandung menuju ke salah satu gedung yang beberapa hari ini menjadi tujuan utamanya.


***


Sore ini, ustad Zaki sengaja memanfaatkan waktu luangnya untuk mampir ke salah satu kedai makan lalapan yang berada di dekat kampus.


"Assalamualaikum, Rahman!" sapa ustad Zaki menghampiri pria yang sudah berdiri dari duduknya semenjak melihat ustad Zaki memasuki tempat itu.


"Waalaikum salam!" sambutnya dengan ramah, ia segera menyambut tangan ustad Zaki, "Silahkan duduk ustad,"


"Terimakasih!" ustad Zaki pun segera duduk dan di susul oleh pria itu.


"Saya kira ustad tidak akan menyempatkan diri untuk mampir ke sini!"


"Insyaallah, saya usahakan, Man! Bagaimana kabar kamu?"


"Alhamdulillah baik, ustad! Apa ustad Zaki ingin makan sesuatu, biar saya minta pelayan untuk membuatkan yang spesial untuk ustad."


"Tidak perlu, tadi saya sudah makan sebelum ke sini." ustad Zaki menolak dengan sopan, ia memang baru memakan jatah makan siangnya tadi bersama para peserta seminar.


"Bagaimana kabar ustad? Saya dengar-dengar ustad baru saja menikah, selamat ya ustad semoga menjadi pernikahan yang sakinah mawadah warahmah!"


"Aamiin, terimakasih atas doanya. Alhamdulillah saya baik, saya berharap kamu juga akan segera menyusul!"


"Aamiiin, minta doanya saja, insyaallah tahun depan, ustad!"


"Kenapa di tunda, kalau sudah punya rencana sebaiknya di segerakan saja. Tidak baik menunda-nunda hal baik, Man!"


"Calonnya masih kuliah, ustad. Sama orang tuanya di minta untuk menunggu sampai dia lulus!"


"Ohhhh!" ustad Zaki mengangukan kepalanya, "Bagaimana perkembangannya? Baik kan?" tanya ustad Zaki lagi untuk mengalihkan pembicaraan. Rasanya tidak pantas membahas masalah pribadi karyawannya terlalu jauh, ia hanya punya hak untuk memberi saran tapi tidak punya hak untuk memaksa.

__ADS_1


"Alhamdulillah omset penjualan beberapa bulan ini meningkat dari tahun kemarin, ustad! Bahkan beberapa perusahaan minta kedai kita untuk menjadi penyalur makan siap tetap di kantornya!"


"Alhamdulillah dong kalau begitu," tampak ustad Zaki cukup puas, selama ini ia tidak begitu mengetahui omset kedainya yang ada di Bandung ini karena ia sengaja meminta Rahman untuk mentransfer penghasilan bersihnya dari kedai ini langsung ke rekening abinya.


"Jika di butuhkan, kamu boleh menambah karyawan loh Man!"


"Untuk sementara ini masih belum perlu, ustad. Karena karyawan lama cukup cekatan kerjanya."


"Baiklah, saya percaya sama kamu. Untuk kedepannya silahkan ambil kebijakan yang menurut kamu baik jika butuh pertimbangan kamu boleh meminta saran pada Abi saya,"


"Pasti ustad! Kemarin pak kyai juga ke sini, ustad."


"Ada apa?"


"Salah satu santri pak kyai ada yang baru menikah, pak kyai minta warung kita yang menyediakan konsumsinya!"


"Lalu masalah uang?"


"Sebenarnya saya sudah melarang pak kyai membayarnya, tapi pak kyai memaksa!"


"Kembalikan saja uangnya ke rekening Abi!"


"Baik ustad, nanti akan saya kirimkan bersamaan dengan penghasilan bulan lalu."


"Terserah kamu saja bagaimana enaknya. Dan untuk masalah gaji karyawan bagaimana?"


"Seperti yang ustad minta beberapa bulan lalu, sudah dua bulan ini gaji karyawan dinaikkan 6% dari gaji sebelumnya."


"Baiklah, saya ingin di sini sambil nunggu waktu magrib. Jadi kamu boleh meninggalkan saya sekarang, nanti kalau butuh sesuatu, kamu pasti akan aku panggil!"


"Baik ustad, kalau begitu saya permisi. Biar pelayan mengantarkan kopi panas untuk menemani ustad!"


"Terimakasih ya!"


"Jangan sungkan ustad, saya permisi!


Pria itu pun akhirnya meninggalkan ustad Zaki sendiri, dia sepertinya manager tempat itu.



..."Setengah dari cinta ialah percaya, selebihnya ketulusan untuk mempercayai. Setengah dari rindu adalah cemburu, selebihnya keinginan untuk memelukmu.”...


...Seperti senja yang merindukan malam, seperti awan yang merindukan hujan dan seperti mentari yang merindukan pagi, begitulah hati ini merindukan mu, biarlah ku simpan rindu ini seperti langit yang merindukan memeluk bumi. Seperti bulan pada malam yang tak pernah takut cahayanya akan kalah dengan ribuan bintang....


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2