
Pagi sekali rumah ustad Zaki sudah terlihat ramai, beberapa tetangga sengaja datang untuk mengantar kepulangan abi dan umi ustad Zaki.
Mereka sudah satu Minggu di Blitar, rasanya tidak enak meninggalkan pesantren terlalu lama.
Tidak ketinggalan kedua orang tua Zahra juga ikut datang ke rumah ustad Zaki, tidak lupa ia juga membawakan oleh-oleh untuk mereka,
"Seharusnya tidak perlu repot-repot begini loh mbakyu!" ucap umi pada Bu Narsih.
"Nggak merepotkan Bu nyai, ini hanya hasil panen kebun saja. Yang ngambil juga bapaknya Zahra sendiri."
"Sebenarnya doanya sama loh, mbakyu!"
"Insyaallah, doanya selalu Bu nyai. Semoga selamat sampai tujuan, tidak ada halangan yang memberatkan!"
"Amin, insyaallah! Bagaimana apa mbakyu sama bapaknya Zahra mau ikut mengantar sampai bandara?"
"Maaf, maaf sekali! Bukannya nggak mau Bu nyai, tapi kan bapaknya Zahra baru saja pulih jadi belum berani melakukan perjalanan panjang!"
"Begitu ya, semoga Allah selalu memberi kesehatan pada mbakyu dan suami!"
"Amin!"
Setelah berpamitan satu per satu dengan para tetangga yang kebetulan datang, akhirnya ustad Zaki dan Zahra pun mengantar kepulangan kedua orang tuanya ke bandar udara Juanda.
"Kalian yang rukun ya, kalau ada perdebatan kecil tidak masalah asal segera di selesaikan kembali!"
"Iya umi! Kalau sudah sampai jangan lupa hubungi Zaki atau Zahra ya umi!"
"Insyaallah!"
__ADS_1
Akhirnya petugas bandara mengumumkan pemberitahuan bahwa pesawat akan segera berangkat, Abi dan umi pun benar-benar bersiap-siap.
"Kalian kalau ada waktu jangan lupa untuk segera berkunjung ke Bandung. Sebentar lagi kan Zahra liburan, ajak pulang ke Bandung!" ucap Abi sebelum meninggalkan mereka.
"Insyaallah Abi, jika Zahra bersedia!" ucap ustad Zaki sambil melirik pada istri kecilnya itu.
Umi kini tengah menggengam tangan menantunya itu,
"Sayang, jangan merasa kecil karena orang lain terlihat lebih baik tadi kamu, hanya Allah yang pantas menilai baik buruk seseorang, perbaiki diri hanya demi Allah!"
"Insyaallah, umi. Zahra akan berusaha!"
"Kamu pasti bisa!"
Sekali lagi terdengar pengumuman keberangkatan membuat Abi dan umi tidak bisa berlama-lama lagi, akhirnya mereka benar-benar meninggalkan ustad Zaki dan Zahra.
"Kita pulang sekarang?" tanya.ustad Zaki saat Zahra masih fokus menatap ke titik di mana mertuanya menghilang.
"Kenapa? Mau ikut Abi dan umi?" kali ini pertanyaan ustad Zaki berhasil membuat Zahra menoleh padanya.
"Mereka terlalu baik untuk anak seperti mas ustad!" ucap Zahra kemudian berbalik begitu saja dan berlalu meninggalkan ustad Zaki.
"Dek, mau ke mana?" teriak ustad Zaki yang masih berdiri di tempatnya, hal itu berhasil membuat Zahra menoleh padanya dan mengerutkan keningnya.
"Jalan keluarnya di sana!" ustad Zaki menunjuk ke arah yang berlawanan dengan arah berjalan Zahra saat ini.
Ahhhh, yang benar saja! batin Zahra tapi ia memilih kembali dan berjalan melewati ustad Zaki menuju ke arah luar. Ustad Zaki pun berjalan dengan langkah lebarnya menyusul Zahra, bukan hal yang sulit untuk menyusul Zahra karena langkahnya jauh lebih lebar di banding Zahra.
"Dek..., tungguin mas!" ustad Zaki akhirnya berhasil menahan tangan Zahra. "Mau jalan-jalan dulu nggak?"
__ADS_1
Sekali lagi pertanyaan ustad Zaki berhasil membuat Zahra tersenyum dan menoleh pada sang suami,
"Mau jalan-jalan ke mana?" tanyanya tampak bersemangat.
"Kemana saja, maunya dek Zahra!"
"Kalau aku mau ke mall yang ada di Surabaya ini bagaimana?" sebenarnya Zahra tidak serius meminta itu. Ia hanya ingin memberi syarat yang pastinya sulit untuk sang suami. Ke mall berarti kan harus belanja, dan belanja di mall bukan hal yang murah.
"Baiklah!" jawab ustad Zaki dengan mantap.
"Baiklah?" justru Zahra terkejut dengan kesanggupan sang suami.
"Iya, tapi ada syaratnya!" sekali lagi ustad Zaki menjawab dengan santai kali ini dengan senyum yang memperlihatkan lesung pipinya. Mana bisa marah jika sudah seperti itu, senyum ustad Zaki selalu berhasil membuat hati siapapun luluh.
"Kebiasaan!" tapi Zahra tahu, ia pasti akan terjebak dengan syarat yang di ajukan oleh sang suami.
"Syaratnya mudah kok!"
"Apa?"
"Nanti aku kasih tahu! Ayo kita pergi sekarang keburu sore!" ustad Zaki pun menarik tangan Zahra menuju ke mobilnya yang terparkir.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
__ADS_1
...Happy Reading 🥰🥰🥰...