Menikahi ustad tampan

Menikahi ustad tampan
Kekesalan Zahra


__ADS_3

"Ya sudah ayo." Nur segera mengajak Zahra, "Bu lek, kami pergi dulu ya!?" pamit Nur lagi pada Bu Narsih.


"Iya, cepat pulang. Nggak usah mampir kemana-mana."


"Iya bu lek, assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Mereka segera membawa motor Nur dengan Nur yang menyetir. Awalnya Zahra memaksa untuk di depan, tapi Nur menolaknya karena Zahra masih sakit,


"Ya ampun Nur, kapan sampeknya kalau kamu nyetirnya kayak gini!?" gerutu Zahra karena nur selalu tidak pernah cepat kalau mengemudikan motornya.


"Nggak pa pa zah, pelan asal selamat! Dari pada kamu yang nyetir, tapi malah ugal-ugalan. Bisa di bunuh aku sama ustad Zaki."


"Isstttt!?"


Mereka terus saja saling mengobrol hingga tidak sadar akhirnya mereka sampai juga di tempat tujuan yaitu tempat tukang jahit,


"Aku nunguin di sini aja deh!?"


"Serius nggak ikutan masuk?"


"Nggak deh, sudah sana!?"


Zahra sengaja menunggu di luar karena memang Nur hanya sebentar. Ia memilih untuk tetap duduk di atas motor hingga Nur kembali lagi keluar sambil membawa sekantong plastik yang berisi baju milik ibunya Nur.


"Sudah?" tanya Zahra yang mengalihkan tatapannya dari layar ponselnya. Ia tengah berselancar di dunia maya untuk membunuh rasa bosannya karena menunggu.


"Sudah dong!" ucap Nur sambil menunjukkan kantong plastik di tangannya, ia segara menyelipkan kantong plastik itu di sela jok dan setir. Zahra pun segara menggeser duduknya ke belakang,


"Sekarang kita pulang kan?" tanya Nur yang sudah duduk di depan Zahra.


"Enak aja, nggak usah aneh-aneh deh, kamu udah janji ya mau beliin camilan buat aku!"


"Yahhhh inget aja kamu," padahal Nur sudah berharap Zahra akan lupa.


"Ya iya dong."


"Tapi kalau lewat jalan yang tadi kita nggak Nemu toko. Kalau mau beli camilan mesti lewat depan masjid."


"Masjid? Maksudnya toko yang ada di seberang masjid?"


"Iya, di sana yang paling lengkap camilannya!?"


"Jadi ketahuan dong sama mas ustad!?"


"Kan tadi juga udah tahu."

__ADS_1


"Iya sih, ya sudah deh nggak pa pa lewat sana."


Akhirnya mereka kembali pulang lewat jalan lainnya, jalan yang harus melewati masjid karena toko yang menjadi tujuannya tepat berada di seberang masjid.


Hingga akhirnya mereka sampai juga di toko yang ada di depan masjid.


"Ayo masuk!?" ajak Nur yang sudah turun dari motornya.


Tapi saat Zahra akan ikut masuk ke dalam toko, tiba-tiba ponselnya berdering membuat langkah mereka terhenti.


"Masuk aja dulu, aku angkat telpon dulu." ucap Zahra.


"Baiklah, aku masuk dulu ya!?"


Zahra menganggukkan kepalanya, karena berada di toko yang cukup lengkap, Nur akhrinya memutusakan untuk membeli beberapa keperluan pribadi miliknya.


Sedangkan Zahra, ia merogoh ponsel yang ada di saku celananya dan melihat siapa yang tengah menelponnya, dan ternyata mas Imron yang menelpon.


"Hallo, assalamualaikum mas, ada apa?" tanya Zahra saat sudah menempelkan benda pipih itu ke daun telinga sebelah kanannya.


"Waalaikum salam, tadi mas telpon ke ibuk. Katanya bapak besok waktunya tebus obat. Besok mas minta tolong tebusin ya, minta uang sama ibuk, uangnya sudah mas kirim."


"Iya mas!"


"Ya udah mas mau lanjut kerja dulu, assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Zahra pun akhirnya menyakukan kembali ponselnya.


Tapi di saat yang sama, tatapannya tanpa sengaja mengarah tepat ke masjid, di serambi masjid ia bisa melihat ustad Zaki duduk di sana dan di depannya tampak anak-anak tengah bermain.


Entah kenapa ia merasa suka dengan senyum milik pria yang sudah resmi menikahinya itu.


"Pantes sabar banget ngadepin aku, mainnya sama anak-anak gitu!" gumam Zahra, tanpa sadar ia tengah memuji ustad Zaki, tanpa terasa bibirnya ikut tersenyum melihat itu.


Tapi kemudian, tatapannya beralih pada gadis yang duduk tidak jauh dari ustad Zaki, kira-kira hanya berjarak satu meter dari ustad Zaki.


"Fatimah! Ngapain dia dekat-dekat begitu?" gumam Zahra. Tiba-tiba perasaan senang tadi berubah menjadi perasaan kesal, tapi ia tidak tahu apa yang membuatnya kesal. Ia hanya kesal saat melihat ustad Zaki dekat dengan Fatimah.


Tampak Fatimah tengah berbicara dan ustad Zaki menanggapinya dengan tawa lepas, sepertinya mereka tengah bercanda dengan anak-anak juga.


"Pantes betah banget, ada Fatimah juga rupanya. Lepas banget ketawanya!?" entah kenapa Zahra merasa kesal dengan hal itu.


"Zah, Zah ...!" panggil nur dari dalam toko, "Jadi beli camilan nggak? Kalau nggak, aku udah loh ya!?"


"Iya, iya bentar! Nggak sabar banget jadi orang!"

__ADS_1


Zahra membawa kekesalannya hingga ke dalam toko. Ia memilih camilan pedas.


"Kok pedas semua sih yang dipilih?"


"Iya, lagi pengen makan pedas!?" ucap Zahra sambil tatapannya terus mengarah ke arah masjid yang tampak dari dinding kaca toko itu.


Nur ikut melihat ke arah tatapan Zahra,


"Bukannya itu ustad Zaki? Itu sama mbak Imah ya?"


"Hmmm! Sudah yok pulang?"


Nur pun segera melakukan pembayaran camilan yang sudah di beli.


"Yakin nggak ingin nyamperin ustad Zaki dulu?"


"Kalau mau nyamperin, nyamperin aja. Aku mah ogah!?"


"Sewot amet, kamu kenapa sih? Perasaan tadi enggak!"


"Sudah tahu lagi PMS, masih juga nanya! Ayo pulang nggak, kalau nggak aku tinggal nih!"


"Ngapain di depan?" tanya Nur saat Zahra malah duduk di depan.


"Jangan bawel. Cepet naik!?"


Nur pun tidak bisa melakukan apapun selain mengikuti keinginan Zahra.


Zahra segera menyalakan mesin motor dan memainkan stang gasnya hingga menimbulkan suara berisik,


"Zahra!?" Nur benar-benar ketakutan tapi Zahra tidak peduli.


Suara itu ternyata berhasil menarik perhatian ustad Zaki,


"Astaghfirullah hal azim, dek Zahra!" gumam ustad Zaki, ternyata Fatimah juga memperhatikan hal itu.


Tidak hanya sampai di situ, Zahra juga mengendarai motornya dengan ugal-ugalan, hingga membuat Nur benar-benar ketakutan, ia sampai melingkarkan lengannya ke pinggang Zahra dam tidak berani membuka matanya karena begitu takut.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2