Menikahi ustad tampan

Menikahi ustad tampan
Kedai lalapan yg sama


__ADS_3

Akhirnya Zahra bisa mengerti dengan penjelasan dari Bu dokter,


"Bagaimana dok, ada ada treatment khusus yang harus saya lakukan untuk menjaga istri saya?" tanya ustad Zaki pada dokter saat Zahra sudah selesai pemeriksaan.


"Sejauh ini masih baik-baik saja, tapi memang di usia tetehnya yang masih muda sangat rentang. Jadi akan lebih baik jika akang bisa lebih protektif! Dan ini vitamin buat tetehnya," ucap dokter sambil menyodorkan beberapa seperti obat, "Jika terjadi flek lagi, nanti harap segera di bawa ke dokter untuk melakukan penanganan lebih lanjut!"


"Iya dok, terimakasih atas informasinya, kami permisi dulu. Assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Akhrinya mereka pun keluar dari ruang pemeriksaan, ustad Zaki terus menggandeng Zahra sesekali menahan Zahra saat Zahra akan berjalan cepat,


"Pelan aja dek!"


"Zahra nggak pa pa mas,"


"Pokoknya nggak boleh!" ustad Zaki menahan lengan Zahra di antara lengan dan badannya.


"Zahra nih nggak flek loh mas, mungkin Zahra mau haid!?"


"Iya nggak pa pa!" terlihat sekali dari jawaban yang di berikan ustad Zaki bahwa ia tidak mau memperpanjang pertanyaan Zahra,

__ADS_1


"Oh iya, Pumpung keluar. Dek Zahra pengen makan apa? Nanti kita beli!"


"Bagaimana kalau kita beli bakso aja!? Kayaknya enak!" ucap Zahra sambil membayangkan bakso dengan kuah panas, pedas, saus yang banyak, pentilnya besar dengan isian bakso kecil-kecil atau isi cabe, benar-benar mengguyurkan lidah.


"Jangan deh, jangan bakso ya, yang lain ja. Bagaimana kalau soto, atau rawon, atau nasi goreng, atau ayam lalapan, bagaimana?"


"Tadi nawarin, kok buat jawaban sendiri sih !?" ucap Zahra kesal.


"Mas sudah memutuskan, kita ke ayam lalapan saja!" ucap ustad Zaki yakin.


"Kalau sudah tahu jawabannya kenapa tanya! Kesel aku!"


Melihat Zahra yang kesal, ustad Zaki hanya tersenyum seperti biasanya.


Setelah melakukan perjalanan selama sepuluh menit akhirnya mereka sampai juga di depan sebuah kedai lalapan.


Ada yang aneh ...., batin Zahra.


Saking penasarannya, Zahra pun buru-buru turun. Ia tidak sabar jika harus menunggu sang suami membukakan pintu.


"Ini_!?" ucapnya lirih dan ustad Zaki yang sudah menyusulnya turun ikut berdiri di sampingnya.

__ADS_1


"Ada apa dek?" tanya ustad Zaki,


"Mas, ini kayaknya sama persis!!" ucap Zahra lagi.


"Sama yang di Blitar?" tanya ustad Zaki dan Zahra pun mengangukkan kepalanya,


"Ini memang cabangnya dek!"


"Maksudnya cabang yang ada di Blitar?"


"Hmmm, ayo masuk!" ustad Zaki pun mengajak Zahra untuk masuk ke dalam kedai, dan benar saja kedatangan mereka langsung disambut oleh seseorang.


Bersambung


Maaf ya lanjut tipis dulu, nih masih kurang enak badan. Insyaallah besok up lagi tapi juga nggak Jani banyak. Semoga maklum.


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2