Menikahi ustad tampan

Menikahi ustad tampan
Bayu vs ustad Zaki


__ADS_3

Brukkkk


Zahra benar-benar pingsang dan terjatuh dari duduknya.


"Zahra!?" teriak Nur hingga membuat seisi kelas mengarah pada mereka.


Bu guru pun tidak luput, ia segera berlari ke arah Zahra.


"Kenapa bisa begini?"


"Tadi saya sudah bilang Bu, Zahra sakit!?" ucap Nur yang sudah memangku kepala Zahra.


Tepat saat itu Bayu yang sengaja lewat depan kelas Zahra di jam olah raga melihat Zahra yang pingsan, ia pun segera berlari menghampiri kelas Zahra,


"Biar saya bawa ke UKS!" ucap Bayu dan tubuh Zahra dengan cepat berpindah ke gendongan Bayu.


Bayu membawa lari Zahra ke UKS sedangkan di kelas, Bu guru kembali menenangkan kelas.


"Semuanya kembali ke bangkunya masing-masing!"


"Baik Bu!"


"Lanjutkan ulangan kalian, ibu guru akan pergi sebentar ke UKS untuk melihat keadaan Zahra."


"Baik Bu!"


Bu guru pun segera mengejar Bayu dan Zahra.


Beruntung saat sampai di UKS petugas UKS sudah standby.


"Kenapa dia pingsang?" tanya petugas UKS pada Bayu.


"Nggak tahu Bu, tiba-tiba pingsang!"


"Baringkan di sana!"


Bayu pun segara membaringkan. tubuh Zahra di ranjang UKS, petugas UKS pun segera memeriksa Zahra.


"Dia kenapa Bu kira-kira?"


"Sepertinya karena dia nyeri datang bulan, ibu bisa minta bantuan?"


"Iya Bu, apa?"


"Belikan teh hangat untuknya!"

__ADS_1


"Baik Bu!"


Bayu pun dengan cepat keluar UKS tepat berpapasan dengan guru Zahra.


"Bagaimana Zahra?"


"Di dalam Bu!"


Bu guru pun melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam UKS.


"Bagaimana keadaan Zahra, Bu?"


"Sepertinya dia nyeri haid, kayaknya juga belum sarapan itulah kenapa dia sampai pingsan."


Hingga akhirnya Zahra sadar setelah di olesi minyak kayu putih di perutnya oleh petugas UKS,


"Bagaimana, sudah lebih baik?" tanya petugas UKS dan Zahra hanya menganggukkan kepalanya.


"Apa sebaiknya kamu pulang saja, mau di antar seseorang di sekolah ini?" tanya Bu guru Zahra.


Zahra kembali menggelengkan kepalanya, "Kalau boleh minta tolong, tolong minta Nur untuk menghubungi ustad Zaki, Bu!"


"Siapa ustad Zaki?"


"Baiklah, kalau begitu Bu guru akan kembali ke kelas, sebenarnya lagi Bayu kembali membawa teh hangat untukmu, sambil menunggu jemputan. Sebaiknya kamu akan sesuatu dulu."


Bayu ....


Zahra benar-benar tidak sadar jika tadi yang telah membawanya ke UKS adalah Bayu.


"Cepat sembuh ya!?" walaupun killer tapi bu Risma cukup Perhatian, usianya bahkan masih seumuran dengan ustad Zaki, dia juga masih singel.


"Terimakasih Bu, oh iya bu_!"


"Ada apa?"


"Bagaimana dengan ulanganku?"


"Kamu bisa mengerjakan ulangan susulan!"


Akhirnya Zahra bisa lega setidaknya ia tidak akan mendapat nilai D karena tidak ikut ulangan.


Selang beberapa menit akhirnya Bayu kembali dengan menbawa segelas teh hangat dan dua potong roti, walaupun tidak diminta, ternyata ia begitu peka.


"Karena Bayu sudah kembali, ibu harus pergi dulu sebentar ya ada yang harus ibu ambil di puskesmas sebelah, nggak pa pa ya?"

__ADS_1


"Nggak pa pa Bu!"


"Bayu, tolong jagain Zahra sebentar sampai yang jemput datang ya!"


"Siap Bu!"


Akhirnya di ruangan itu tinggal Zahra dan Bayu. Bayu segera menggeser kursi plastik untuk mendekat ke tempat tidur Zahra.


"Minumlah tehnya, sebelum dingin!"


Zahra pun mengangguk dan akhirnya duduk di bantu oleh Bayu, ia segera meneguk teh hangat itu, sedikit meredakan nyeri perutnya.


"Sudah!" ucap Zahra saat teh itu tinggal setengah,


Bayu pun segera mengambil gelas itu dan meletakkan kembali dia tas nakas.


"Terimakasih ya!" ucap Zahra.


"Aku senang melakukan ini, aku senang menjadi orang pertama yang kamu butuhkan saat dalam kesusahan."


Entah kenapa kata-kata Bayu yang seperti itu malah membuat hati Zahra berat.


Bayu tiba-tiba menarik tangan Zahra dan menggenggamnya,


"Maafkan aku ya, aku benar-benar tidak bermaksud menghindar darimu. Aku hanya ingin kamu berani memperkenalkanku pada keluargamu!?"


"Tidak pa pa, aku sudah melupakannya,"


"Itu berarti kita seperti kemarin lagi, kamu tidak marah lagi denganku?"


Baru saja Zahra ingin menganggukkan kepalanya tiba-tiba pintu UKS di buka dari luar dengan terburu-buru,


"Dek Zahra, apa kamu_?" pertanyaan pria yang baru saja masuk itu terhenti saat melihat anak laki-laki yang sama seperti waktu itu, dan sekarang ia tengah menggengam tangan Zahra.


Zahra yang menyadari arah tatapan ustad Zaki, segera menarik tangannya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2