Menikahi ustad tampan

Menikahi ustad tampan
Mencarikan buku


__ADS_3

Seperti yang sudah di janjikan semalam pada istrinya, setelah sarapan ustad Zaki sengaja pergi ke toko buku terdekat untuk mencarikan buku buat istrinya.


Sebenarnya ustad Zaki sudah mengajak Zahra tapi rupanya Zahra lebih memilih ikut pergi dengan ummi ke tempat pengajian, karena setelahnya ummi akan mengajak Zahra berbelanja.


Hingga hampir tengah hari ia belum juga menemukan buku yang tengah ia cari, jawabannya sama, buku yang ia cari sedang best seller dan masih cetakan pertama, semua buku langsung habis terjual.


Ustad Zaki memilih berhenti sejenak di pinggir trotoar, ia beristirahat sambil menikmati dawet serabi yang di jual di tepi jalan. Udara panas siang ini membuat tenggorokannya cepat kering, sedikit sentuhan dari es batu rasanya mampu menyembuhkan dahaganya.


Sambil menyuapkan es ke mulutnya, ia sembari berpikir. Mengingat-ingat toko buku nama yang belum ia kunjungi sejauh ini, dan akhirnya terpikirkan satu tempat yang memang belum ia kunjungi. Toko buku yang berada di dekat sekolah SMA nya dulu, memang tidak sebesar toko buku toko buku yang sudah ia kunjungi, tapi tidak ada salahnya ia mencoba ke sana siapa tahu justru di tempat yang tidak terduga itu ia akan menemukannya.


Ia pun mempercepat minumnya dan segera mengembalikan gelas ke penjualnya,


"Berapa teh?" tanya pada penjual dawet.


"Lima ribu kang!"


Dan ustad Zaki pun mengeluarkan selembar uang dua puluh ribuan,


"Kembaliannya buat bapak itu ya teh, sekalian di bungkusin!"


"Iya kang, hatur nuhun!"


"Sami-sami!"


Ustad Zaki kembali memakai helmnya dan dengan sepeda motor butut milik abinya ia pacu menuju ke sekolahnya dulu, memecah keramaian kota Bandung di siang hari yang cukup terik.


Hingga akhirnya tempat yang mungkin menjadi tujuannya terakhir hari ini adalah tempat itu, karena untuk selanjutnya ia masih ada janji pada Abinya untuk mengisikan jamnya mengajar di pesantren. Ini sudah ba'dha dhuhur setelah ia menyempatkan waktunya sebentar untuk sholat di sebuah mushola kecil yang ada di dekat sekolah itu juga.


Pemandangan itu masih tidak beda jauh dengan sepuluh tahun yang lalu, masih begitu sama. Hanya ada perubahan cat dan pohon besar yang dulu menjadi tempat anak-anak sekolah berteduh kini sudah berganti dengan tanaman-tanaman kecil, sepertinya memang sudah tidak layak lagi dan terlalu tua jadi harus di ganti dengan tanaman yang baru.


Ustad Zaki sengaja memarkir motornya di area sekolah, ia ingin bernostalgia sebentar di tempat yang telah banyak memberinya pelajaran hidup yang tidak akan pernah terulang kembali meskipun ia ingin.


Setelah puas mengamati sekolah itu, ustad Zaki pun memilih berjalan cepat menuju ke toko buku yang berada tepat di samping sekolah, ia tidak mau terlalu lama di sekolah karena kegiatan belajar mengajar tengah berlangsung, ia khawatir jika kedatangannya akan menimbulkan kegaduhan di sekolah.


Toko itu rupanya tidak jauh beda dengan yang dulu, hanya penunggu tokonya saja yang berbeda, tapi mungkin pemiliknya masih sama karena nama toko itu masih menggunakan nama pemilik toko lama, 'Toko Buku Mu'in'.


"Lain kali kalau nyetok yang banyak, masak pensil saja Sampek kehabisan!?"

__ADS_1


Ustad Zaki kenal dengan suara itu, dan benar itu suara pak Mu'in pemilik toko.


"Assalamualaikum!" sapa ustad Zaki dan pria keturunan Tionghoa dengan kaca mata kecil yang menggantung di pangkal hidung itu langsung tersenyum melihat kehadiran ustad Zaki, sepertinya ia cukup mengenali ustad Zaki.


"Waalaikum salam, lama tong nggak ke sini. Aku sudah nggak punya rokok, insaf tong!?"


Ustad Zaki tersenyum, ia tidak menyangka meski sudah sepuluh tahun yang lalu tapi pria tua itu masih bisa mengenalinya,


"Enggak kok koh, Zaki mau cari buku!"


Mendengar itu, koh Mu'in tampak terkejut, kemudian ia mengamati ustad Zaki, mengamati penampilan ustad Zaki dari atas ke bawah.


"Lo udah berubah tong? Insaf juga Lo olang!"


"Alhamdulillah koh!"


"Ya sudah ayo ayo, mau cari buku apa? Biar koh tunjukin bebelapa buku terbaru!?" koh Mu'in pun mengajak ustad Zaki berjalan menyusuri rak-rak buku yang berjejer, memang tidak banyak tapi cukup lengkap.


Koh Mu'in terus saja mengajak ustad Zaki bicara, ia menanyakan ini itu, sepertinya mereka memang punya hubungan yang cukup dekat di masa lalu. Ustad Zaki remaja kerap menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk bersembunyi di toko itu sambil menghabiskan beberapa puntung rokok saat jam pelajaran yang tidak ia sukai.


"Saya mau cari novel koh!?"


"Novel?" tanya koh Mu'in tidak percaya dan ustad Zaki mengangukan kepalanya,


"Novel apa?"


"Menunggu calon Imam, karya Nafiz_Z!"


"Ohh itu, yang lagi best seller?"


"Koh Mu'in juga tahu?"


"Ya tahu lah, hampir semua anak yang datang ke sini yang di cari novel itu, katanya bagus. Tapi koh juga belum sempet baca!"


"Maksudnya? Masih ada kan koh?"


"Baru saja habis, tadi ada dua ibu-ibu yang juga cari ke sini dan itu yang terakhir."

__ADS_1


Hehhhh ....


Ustad Zaki menghela nafas panjang, ia tidak menyangka sudah sejauh ini dan dia juga tidak dapat, ia tidak bisa membayangkan saat pulang nanti melihat wajah kecewa sang istri.


"Mau gimana lagi, ya sudah koh kalau gitu saya pamit, kalau ada lagi tolong koh Mu'in kabari ya, masih punya nomor telpon Abi kan?" tanyanya karena sampai saat ini nomor abahnya tidak pernah berubah.


"Ya masih dong, Abi kamu sering ke sini buat pesan buku!"


"Alhamdulillah kalau begitu, ya sudah Zaki pergi dulu ya koh. Assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Ustad Zaki tidak nya berlama-lama karena ia harus segera sampai kembali ke pesantren, setengah jam lagi ia harus mengisi jam mengajar abinya.


Tapi rupanya percakapan mereka tadi di perhatian oleh seseorang di balik rak buku yang lain,


Melihat ustad Zaki keluar dari toko, ia pun dengan cepat mengejarnya.


"Tunggu ustad!"


Panggilan itu berhasil menghentikan langkah cepat ustad Zaki, ia segara menoleh ke sumber suara.


"Ustadzah Nafis!" gumam ustad Zaki. Dan ustadzah Nafis pun berjalan mendekatinya.


"Assalamualaikum, ustad!"


"Waalaikum salam,!"


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249


...Happy reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2