Menikahi ustad tampan

Menikahi ustad tampan
Aku tidak percaya (Bayu)


__ADS_3

Sebuah motor besar dengan gaya khas anak muda sudah terparkir tepat di depan rumah orang tua Zahra, sedangkan di dalam rumah yang tidak begitu besar itu tampak begitu serius dengan kedatangan anak muda itu.


Terlihat pemuda yang masih memakai segaram abu-abu putih itu begitu tegang berhadapan dengan pak Warsi dan Bu Narsih, tangannya tengah sibuk memegangi kunci motornya. sepertinya ia melakukan itu untuk mengurangi rasa groginya karena ini untuk pertama kalinya ia berani berhadapan langsung dengan kedua orang tua Zahra.


"Ada perlu apa hingga kamu datang ke sini?" tanya pak Warsi dengan tatapan dinginnya.


"Pak, maafkan saya!" ucapnya dengan suara yang terdengar sedikit bergetar. Ia mencoba mencairkan suasana dengan sedikit tersenyum.


"Kami sudah memaafkan!" ucap pak Warsi masih dengan nada dinginnya. Ia sebenarnya tidak ingin berhubungan dengan anak itu lagi lagi pula putrinya sekarang sudah menikah dengan orang lain, sangat tidak mungkin jika anak laki-laki di depannya akan menggangu putrinya lagi.


"Sungguh pak, saya tidak bermaksud membuat Zahra menjadi anak yang membangkang, saya juga tidak ada maksud hingga membuat bapak jatuh sakit!" anak laki-laki itu adalah Bayu, ia mencoba untuk menjelaskan keadaannya yang sebenarnya. Walaupun penampilannya kini urakan, ia tetaplah anak yang berbakti pada orang tua.


"Sudah aku katakan kan, tadi. Aku sudah memaafkan, jadi kalau tujuan kamu ke sini untuk minta maaf, maka tujuanmu sudah terlaksana. Kamu boleh main ke sini, tetap di sini untuk beberapa waktu, aku tidak akan mengusir lagi!" sebenarnya pak Warsi tidak ingin berlama-lama lagi,


"Syukurlah kalau bapak sudah memaafkan, saya lega!" sedikit ada perasaan lega, apalagi setelah melihat senyum tipis di bibir pak Warsi.


Tapi kembali ia teringat dengan niatnya datang ke tempat itu, ia bukan hanya ingin meminta maaf tapi ada tujuan lain yang lebih besar dari itu, ia mengedarkan pandangannya, ia tidak menemukan Zahra ataupun ustad Zaki di sana. Rumah itu terlihat sepi, karena memang Imron pun sudah kembali ke tempat kerjanya.


"Maaf pak, apa Zahra belum pulang?" tanyanya penasaran, karena seingatnya tadi ia melihat Zahra sudah di jemput oleh ustad Zaki.


"Kenapa menanyakan Zahra di sini?!"


"Maksud bapak?" Bayu malah dibuat bingung dengan pernyataan pak Warsi, Bu Narsih memilih untuk tetap diam meskipun ia tahu apa yang di maksud Bayu. Ia tahu Zahra belum mengatakan status yang sebenarnya pada Bayu atau pada temannya yang lain.


"Ya Zahra di rumahnya, mana bapak tahu dia pulang apa belum!?" ucap pak Warsi dengan entengnya. Ia bahkan bicara sambil tersenyum tipis dan tangannya juga mulai mengambil cangkir yang berisi kopi di depannya, sepertinya sudah sedikit dingin jadi asapnya sudah tidak begitu mengepul lagi di atasnya.


Bayu mengerutkan keningnya, seingatnya setiap kali mengantarnya pulang dulu selalu ke rumah ini walaupun Zahra tidak mau di antar sampai di depan rumah, tapi ia yakin rumah itu masih sama, bahkan warna catnya pun juga masih sama, tidak ada yang berubah sedikitpun,

__ADS_1


Apa jangan-jangan bapaknya Zahra mulai pikun gara-gara sakitnya kemarin? batin Bayu.


"Tapi bukankah Zahra tinggal di sini pak?"


Pak Warsi tersenyum,


"Iya, dulu sebelum menikah!" ucap pak Warsi dengan entengnya. Tapi ia tidak tahu jika ucapannya berhasil membuat anak laki-laki di depannya begitu terkejut.


Bayu bahkan hampir tersedak dengan Salivanya sendiri, ia segera mengambil secangkir teh di depannya dan meneguknya hingga habis walaupun kini lidahnya terasa panas karena teh itu masih belum dingin,


"Menikah pak?" tanyanya kemudian sambil sesekali mengipasi lidahnya dengan tangan.


"Iya, menikah!" ucap pak Warsi dengan santainya sambil menyesap kopinya, bahkan kakinya kini sudah ia lipat di atas kakinya yang lain seolah menjelaskan jika apa yang ia katakan bukan main-main.


"Tidak, ini pasti omong kosong. Pasti bapak mengatakan ini agar aku pergi dari sini, iya kan?" Bayu masih tidak percaya, ia memastikan sekali lagi apa yang ia dengar itu tidak benar.


"Tapi pak_," Bayu menghentikan ucapannya sejenak untuk mengatur nafasnya, "Pasti karena bapak tahu Zahra punya hubungan istimewa dengan saya kan pak, trus bapak mengatakan begitu agar saya menjauhi Zahra, iya kan?" Bayu masih mencari kemungkinan yang lainnya.


"Iya, memang begitu," ucap pak Warsi sedikit membuat Bayu lega, tapi segera ia melanjutkan ucapannya,


"Tujuan awal saya menikahkan Zahra memang untuk menjauhkannya dari kamu."


"Kenapa?" tanya Bayu dengan nada lemahnya saat ini.


"Saya seorang bapak, saya nggak mau kalau sampai putri saya terjerumus ke dalam pergaulan yang tidak jelas." ucap pak Warsi kali ini ia meletakkan cangkirnya lagi di atas meja dan menatap Bayu dengan serius.


"Tapi pak, justru kedatangan saya ke sini mau melamar Zahra pak, saya janji akan menikah dengan Zahra saat kita lulus nanti, sungguh!" ucap Bayu, ia mengutarakan maksudnya meskipun ia tahu sekarang jelas ia sudah terlambat.

__ADS_1


"Tapi sayang, kamu benar sudah terlambat. Zahra sudah benar-benar menikah!"


"Nggak, nggak mungkin. Pasti bapak berbohong!" Bayu masih mencoba berpikir positif,


"Ya sudah kalau tidak percaya, itu hak kamu." ucap pak Warsi.


Suasana seketika hening sejenak, hingga Bayu kembali mengumpulkan keberanian untuk bertanya meskipun kini hatinya seperti tercabik-cabik.


"Sama siapa?" tanya Bayu lirih, ia mencoba berdamai dengan keadaannya, "Sama siapa Zahra menikah?" sekarang suaranya sedikit meninggi dengan mata yang sudah memerah menahan air matanya jatuh, rasanya sangat tidak pantas jika seorang pria menangis, begitulah prinsipnya.


"Zaki, ustad Zaki!"


Bayu seketika terpaku, ia seperti kehilangan tenaganya hingga menjatuhkan punggungnya ke sandaran kursi dengan nafas yang berat,


"Jadi mereka suami istri, bukan kakak beradik!?" gumamnya pelan tapi masih bisa di dengar oleh pak Warsi dan Bu Narsih.


"Kebohongan apa ini? Kenapa ini terjadi?" tanyanya lagi tapi ia tahu pertanyaannya tidak lagi butuh jawaban.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2