Menikahi ustad tampan

Menikahi ustad tampan
Liburan Ke Bandung


__ADS_3

Sepetinya hal yang seharusnya romantis tadi malam tidak terjadi, semejak semalam Zahra terlihat murung.


"Dek, kamu yakin mau masuk sekolah?" tanya sang suami saat mereka sudah hendak berangkat, ini bukan kali pertama ustad Zaki menanyainya, ini sudah kesekian kalinya dan Zahra masih tetap dengan pendiriannya.


Zahra hanya mengangukkan kepalanya,


"Mas nggak akan minta tugas deh hari ini!" ustad Zaki terus membujuk sang istri.


"Nggak maaaas, Zahra tetap mau masuk sekolah, lagi pula satu Minggu lagi juga liburan sebelum ujian kelulusan di mulai!?"


"Baiklah, kalau dek Zahra merasa baik!?"


Akhirnya ustad Zaki pun mengantar Zahra ke sekolah.


Masih seperti di rumah, di sekolah pun Zahra masih terlihat murung. Hal itu juga berhasil membuat Nur, sahabatnya merasa aneh.


Saat jam istirahat, Nur sengaja mengurungkan niatnya ke ruang OSIS, ia memilih menemani Zahra di Balkan tempat biasa mereka nongkrong saat istirahat sambil melihat anak-anak yang tengah melakukan aktifitas di lapangan atau sekedar nongkrong-nongkrong di taman sekolah.


"Kenapa sih Zah, cerita dong!?"


"Nggak pa pa!?" jawab Zahra singkat nggak seperti biasanya yang banyak bicara.


"Atau jangan-jangan masih soal Bayu ya? Sungguh aku minta maaf, nggak seperti itu maksud aku, aku ngasih tahu itu biar dia nggak mengharapkan kamu lagi! Soalnya aku kasihan liat dia kayak nggak ada semangat buat hidup."


"Aku tahu, sudah lupakan itu!" Zahra masih tetap dengan mode iri yg bicaranya.


"Zaaahhh, jangan gitu dong. Awakmu marai aku wedhi loh Zah!" Nur semakin khawatir melihat Zahra yang beda dari biasanya.


Hehhhhh ....


Zahra menghela nafas, ia kembali menatap ke depan. Tapi jelas pikirannya tidak ke tempat itu, Nur pun melakukan hal yang sama.


"Nur," panggil Zahra pada sahabatnya itu.


"Hmm!" Nur menjawabnya tanpa mengalihkan tatapannya.


"Kalau aku tiba-tiba jadi ibu gimana?"


Pertanyaan Zahra berhasil membuat Nur terkejut, ia sampai menoleh tidak percaya pada pertanyaan Zahra.

__ADS_1


"Maksudnya kamu hamil?" tanya nur dengan suara keras.


Dengan cepat Zahra membekap mulut Nur,


"Hussstt, pelan tahu!?"


Beruntung anak-anak lainnya tengah sibuk dengan kegiatannya masing-masing hingga tidak ada yang memperhatikan pembicaraan mereka.


"Maaf, maaf keceplosan!?"


"Maksudnya seandainya, Nur. Jadi nggak benar-benar!?"


"Nggak kalau menurut aku nggak pa pa, kamu kan punya suami!"


"Tapi aku masih sekolah!?"


"Sekolahnya tinggal satu bulan lagi Zah, nggak ngaruh kalau kamu hamilnya sekarang!"


"Tapi aku masih pengen kuliah, atau nggak kerja, cari uang sendiri, ngasih uang ke ibuk sama bapak dari hasil kerja aku sendiri,"


"Emang kalaupun kamu nggak kuliah nih ya, emang ustad Zaki ngijinin kamu kerja?"


"Nggak tahu!?"


"Nahhh, itu masalahnya Nur!?"


"Apa? Ustad Zaki marah sama kamu? Kamu di suruh pulang ke rumah orang tua kamu?"


"Astaghfirullah hal azim, Nur. Gitu banget sih nur ngomongnya!"


"Trus kalau ustad Zaki nggak marah, masalahnya apa lagi?"


Zahra pun menceritakan semua kejadiannya pada Nur dan Nur pun tampak mengerti.


"Kayaknya itu menjadi petunjuk dari Allah, Zah. Salain itu juga bisa jadi pelajaran buat kamu!?"


"Maksudnya apa?"


"Maksudnya, itu mungkin jadi petunjuk supaya kamu nggak usah nunda-nunda momongan, trus pelajaran buat kamu supaya kedepannya tidak ada yang di sembunyikan dari suami, apapun itu!"

__ADS_1


"Aku mikirnya juga gitu, Nur!"


"Tadi nggak gitu!?"


"Tadi belum kebuka aja, Nur. Gitu aja protes, udah ah ayo ke kantin aku lapar!?"


Zahra pun segera beranjak dari tempatnya dan berjalan meninggalkan Nur.


"Tadi aja melow-melow an, sekarang balik lagi!?" gerutu Nur tapi dengan tersenyum. Ia senang Zahra kembali ceria.


"Tunggu Zah!?" teriak Nur saat Zahra sudah jauh di depannya.


...***...


"Mas, kenapa bajunya di kemasi begitu?" tanya Zahra saat melihat suaminya tengah sibuk memasukkan baju-bajunya dan baju Zahra ke dalam koper besar.


"Oh ini, mas lupa cerita ya!?" tanya ustad Zaki. Ia pun menarik tangan Zahra mengajaknya duduk.


"Iya, ada apa?" wajah Zahra terlihat was-was.


"Sebenarnya mas sudah minta ijin ke sekolah kamu!?"


"Ijin kenapa mas, Zahra masih pengen sekolah mas. Dokter kemarin juga bilang Zahra nggak pa pa, minum pil KB nggak pengaruh buat kesehatan Zahra mas,"


"Nggak ada hubungannya dek sama konsultasi kita kemarin ke dokter dek, ini sengaja mas ijin sama sekolah buat ngajak dek Zahra liburan ke Bandung selama dua Minggu, kan liburnya dek Zahra cuma satu Minggu jadi mas sengaja minta libur lebih awal, biar di Bandung nya lamaran dikit!?"


"Emang boleh?"


"Buktinya, sekarang mas berkemas!?"


Yesss, libur panjang ...., batin Zahra senang, ia tidak menyangka jika ia bisa libur lebih panjang dari biasanya.


Dan yang lebih menyenangkan, kemarin setelah kembali dari klinik, ustad Zaki jadi semakin perhatian padanya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


Ig @tri.ani5249


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2