
Zahra menumpang sebuah ojek online yang membawanya pulang ke rumah.
Ustad Zaki sudah sedari siang mencari keberadaan istri kecilnya itu, ia menanyai semua yang kenal dengan Zahra, diantaranya Bu Chusna dan Nur.
"Terimakasih ya Bu atas informasinya. Jika ada informasi mengenai Zahra, tolong hubungi saya."
"Pasti mas Zaki. Saya senang mas Zaki mau menghubungi saya!"
"Ya, karena Bu Chusna wali kelas Zahra!"
Seketika ucapan ustad Zaki membuat wanita yang sudah cukup matang untuk berumah tangga itu menghela nafas panjang, padahal ia sudah berharap banyak tadi. Ia berharap karena pria itu ingin dekat dengannya makanya menghubunginya.
Ustad Zaki terus memacu motornya, mencari ke tempat-tempat yang kemungkinan di singgahi oleh Zahra.
Hingga menjelang petang barulah Zahra sampai di depan rumah yang sudah satu minggu ini ia tinggali dengan ustad Zaki, tapi ada yang aneh di sana. Ada orang asing yang tengah duduk santai di depan rumah mereka sambil menikmati kue dan teh hangat, terlihat dari asap yang masih mengepul dari atas gelas itu, sepertinya teh itu baru saja di buat.
Ada tamu ya....
Batin Zahra terlihat ragu untuk melangkahkan kakinya.
"Dek, bayar dulu ojeknya!" seketika. ucapan pak ojek mengalihkan perhatian Zahra, begitu juga dengan dua orang yang tengah duduk di teras rumahnya itu.
"Ahhhh iya, bentar!" Zahra segera merogoh saku seragamnya dan mengeluarkan uang sesuai aplikasi.
__ADS_1
"Ini mas!?"
Akhirnya setelah mendapat uang dari Zahra, ojek itu pun pergi meninggalkan tempat itu, kini perhatian Zahra kembali beralih pada dua orang yang juga sedang menatapnya dari kejauhan.
Perlahan Zahra mulai membuka pagar rumahnya, membuat dua orang yang tengah duduk itu perlahan berdiri menyambut kedatangannya.
"Assalamualaikum!" sapa Zahra.
"Waalaikum salam," jawab kedua orang itu serempak sambil memperhatikan penampilan Zahra, "Kamu anak santrinya Zaki ya? Kebetulan Zaki nya belum pulang, ia sedang mencari istrinya!"
Mati aku, jadi mas ustad nggak ada di rumah, dia nyariin aku ....
"Bu_bukan, saya_!" ucapan Zahra tergantung saat wanita berjilbab panjang itu segera menarik tangannya,
"Sudah duduklah, nggak pa pa kalau masih awal memang kadang malu." Zahra dengan perasaan bingungnya hanya bisa menuruti permintaan wanita itu, wanita itu terlihat cantik dan kalem dengan baju tertutupnya meskipun usianya sudah tidak muda lagi.
Iqro'? Maksudnya ngaji? zahra masih menatap wanita itu dengan kebingungan, sesekali ia beralih menatap ke arah pria yang usianya sepertinya tidak beda jauh dengan wanita itu, pria itu memilih fokus dengan tehnya.
"Bukan, saya_!?"
"Kamu masih baru mau daftar, umi kok nggak tahu ya kalau Zaki ternyata juga mengajar di rumah!?"
Umi? Sebenarnya siapa mereka ....
__ADS_1
"Iya kan Abi?" wanita itu akhirnya bertanya pada pria yang sedari tadi memilih menjadi pendengar.
Tapi belum sampai ia menjawabnya, suara motor yang begitu familiar di telinga Zahra itu berhenti tepat di halaman rumahnya.
"Nahhh itu, Zaki sudah datang! Tapi kok sendirinya, mana istrinya?" ucap wanita itu dan Zahra hanya bisa menatap wanita itu, ia ingin sekali mengatakan kalau dirinya lah istri pria yang baru datang itu.
Ustad Zaki berjalan cepat menghampiri mereka.
"Assalamualaikum!?"
"Waalaikum salam!" sahut mereka bertiga, mereka pun Sudja berdiri menyambut kedatangan ustad Zaki.
"Ya Allah dek, kamu dari mana aja, mas cariin kamu kemana-mana!"
Bukannya menjawab, Zahra memilih meraih tangan ustad Zaki dan mencium punggung tangannya membuat dua orang itu saling pandang kebingungan.
Maaf dikit dulu ya, tambahnya nanti malam
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
Ig @tri.ani5249
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰