
Sudah menjadi hal yang biasa sebelum berangkat kerja ustad Zaki selalu menyiapkan segala keperluan sang istri, karena hari ini sang istri tengah tidak ingin datang ke kampus, ia pun tidak memaksanya. Ia cukup banyak mempelajari tentang hal-hal yang berhubungan dengan wanita hamil, apalagi usia Zahra yang saat ini masih cukup muda, pasti emosinya sangat tidak stabil.
Dan untuk itu, ustad Zaki harus sering bertanya pada orang yang lebih berpengalaman.
Karena hari ini Zahra tidak ke kampus, ustad Zaki pun menyiapkan buku yang bisa Zahra pelajari hari ini dan menyimpan buku yang harusnya Zahra pelajari kemarin, tapi nyatanya beberapa buku itu seringkali tidak di sentuh sama sekali oleh Zahra dengan berbagai alasan.
Ustad Zaki melakukan hal itu, selain karena masuk ke pelajaran setiap hari Zahra, buku-buku itu cukup untuk mengatrol beberapa pelajaran yang sudah terabaikan saat SMA, tahu sendiri bagaimana Zahra saat sekolah. Dia bukan anak rajin ataupun teladan. Zahra lebih sering menghabiskan waktunya di kantin dari pada di kelas saat jam pelajaran, panggilan orang tua rasanya sudah tidak terhitung lagi banyaknya selama menempuh pendidikan di bangku SMP ataupun SMA.
Beruntung Zahra punya Nur, sahabat yang selalu bisa ia andalkan. Nur yang sering menyakinkan pr, bahkan tugas untuk zahra. Meskipun itu niatnya baik, tetap saja dampaknya tidak begitu baik.
Semua itu perlahan berbalik saat Zahra menyandang status sebagai istri ustad Zaki, di sela kesibukannya, pria matang itu selalu mengontrol pr bahkan tugas dari guru-guru Zahra. Ia bahkan dengan begitu telaten menjadi guru privat bagi istri kecilnya itu.
Dan saat Zahra memutuskan untuk masuk kuliah, ada rasa senang sekaligus cemas. Ustad Zaki mulai mencari universitas yang cukup longgar dalam hal peraturan, apalagi saat ini Zahra tengah hamil. Pastilah dia tidak akan bisa seaktif mahasiswa -mahasiswa lainnya.
Zahra tengah ke rumah Bu Narsih pagi tadi setelah sholat subuh, setelah mengantar Zahra, ustad Zaki bergegas pulang karena harus segera pergi ke kampus. Hari ini jadwal ustad Zaki mengajar di kampus sebelah, bukan kampus tempat Zahra kuliah.
Ustad Zaki mempercepat kegiatannya saat menatap jam yang menempel di dinding sudah menunjuk jam setengah delapan, pasalnya setengah jam lagi ia sudah ada kelas. Sengaja ia mengambil jam lagi agar saat sore hari ia masih bisa mengisi pengajian atau diniyah di masjid dekat rumahnya. Untuk ke kedai, ia sudah mempercayakan kedainya pada beberapa santri-santrinya yang sudah lulus dan siap bekerja. Begitu juga dengan mas Imron.
Tampa sengaja saat tangannya mengeser buku di atas meja milik sang istri, tangannya menjatuhkan selembar kertas yang terselip diantara buku-buku.
Awalnya ingin ia abaikan, tapi rasa penasarannya tidak bisa ia abaikan. Perlahan ia pun mengambil kertas itu dan mulai membacanya.
"Oh, jadi ini alasannya."
***
"Ibuk temenin ya." Bu Narsih memaksa Zahra agar putrinya itu mau ia temani tapi ternyata keputusan Zahra tetap sama.
__ADS_1
"Nggak usah buk, lagi lupa tempatnya nggak jauh dari sini."
"Yo wes, mas kamu yang antar."
"Iya,"
Akhirnya Zahra menyerah, mas Imron pun mengantar Zahra ke lokasi senam hamil.
Sebenarnya ini sudah undangan senam yang ke tiga kalinya, dan Zahra mari menghadiri yang ke dua kalinya.
Awalnya Zahra malas datang, tapi karena ini progam dari desa, Zahra tidak bisa menolaknya.
Karena kehamilan zahra sudah memasuki trimester kedua, dianjurkan untuk datang bersama suami, agar sang suami juga bisa membantu saat di rumah melakukan senam mandiri.
Tapi Zahra memilih datang sendiri, ia tidak suka jika suaminya menjadi pusat perhatian. Apalagi yang datang bukan hanya ibu hamil satu desa, tapi satu kecamatan. Mungkin jika satu desa, beberapa orang akan merasa sungkan memperhatikan suaminya karena mereka tahu suaminya seorang ustad, tapi kalau satu kecamatan, ia tidak yakin.
Wajah Zahra seketika pucat pasih saat melihat seorang pria yang tengah berdiri di depan pintu masuk dengan baju olah raga lengkap dan juga sebuah topi yang menutupi kepalanya.
"Kenapa dia bisa di sini?" gumamnya lirih tapi masih bisa di dengar oleh mas Imron,
"Apa Jah?"
"Nggak mas, ya udah mas pulang aja. Nggak usah nungguin Zahra."
"La nyapo?"
"Mas nggak eroh, itu mas ustad sudah ready di sana," ucap Zahra sambil menunjuk ke arah suaminya yang sudah berdiri tegap di depan pintu masuk.
__ADS_1
"Ohhh, syukurlah, Yo wes mas pulang. Assalamualaikum."
"Waalaikum salam,"
Zahra menunggu hingga mobil yang di tumpangi mas Imron benar-benar berlalu, ia terlihat begitu ragu untuk berbalik dan melangkahkan kakinya.
'Mati aku, ngomong apa aku nanti. Ahhh ngalamat kena omel nih.' batin Zahra Dnegan langkah ragunya, ia tidak bisa bersembunyi lagi kali ini.
"Assalamualaikum, dek." sapaan itu berhasil membuat jantung Zahra hampir copot, jika di hitung dengan perhitungan kecepatan, jarak di bagi waktu, jelas ia belum sampai di tempat suaminya berdiri. Tapi suara Barito itu menolak semua perhitungan Zahra, ia benar-benar gagal mencari alasan untuk keluar dari masalahnya kali ini.
Segera ia memasang senyum merekah dari bibirnya dengan wajah yang menatap suaminya yang ternyata sudah ada di hadapannya, rupanya ustad Zaky memilih menghampiri sang istri dari pada menunggu lama,
"Waalaikum salam, mas."
"Ayo dek masuk, senamnya sudah mau mulai, mas juga sudah daftar tadi." ucap ustad Zaki sambil merangkul bahu Zahra dan mengajaknya berjalan masuk, dan kali ini Zahra benar-benar mati kutu, ia tidak bisa menolak apalagi protes pada sang suami.
Hingga akhirnya mereka benar-benar masuk ke dalam gedung yang biasa di gunakan untuk kegiatan kecamatan, ruangan yang luas tanpa sekat, hanya terlihat tumpukan tinggi kursi plastik yang ada di pojok belakang ruangan itu.
Ini bukan pertama kali ustad Zaki datang ke gedung itu, ia sering menghadiri acara-acara di kecamatan, baik acara formal maupun acara keagamaan karena memang semejak menikah dengan Zahra, ia tidak lagi di anggap sebagai pendatang dan membuatnya kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan lingkungan.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar bisa up tiap hari
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
__ADS_1
...Happy Reading 🥰🥰🥰...