Menikahi ustad tampan

Menikahi ustad tampan
Meminta melamar


__ADS_3

Satu Minggu sudah Zahra di rawat di rumah sakit, seperti permintaan dokter, Zahra belum boleh pulang sebelum benar-benar pulih, karena sangat beresiko untuk janin yang ada dalam kandungannya.


"Padahal hari ini Zahra seharusnya pakek kebaya, cantik!" keluh Zahra sambil menatap postingan teman-temannya di group sekolah.


Ustad Zaki sengaja hari ini tidak pergi kemana-mana, ia sengaja menemani istrinya karena pasti sang istri merasa sepi.


"Lain kali ya, insyaallah pasti ada kesempatan lagi, nanti saat wisuda dek Zahra pasti akan jadi wanita tercantik dengan kebaya yang cantik juga!" ustad Zaki mengusap puncak kepala istrinya sambil menghibur.


Tapi bukannya terhibur mendengar ucapan sang suami, Zahra malah menarik tangan sang suami, meletakkan di pangkuannya, mengusap punggung tangan sang suami.


"Mas,"


"Ada apa dek, apa mas salah bicara? Maaf jika mas melakukannya, sungguh mas nggak maksud_!"


"Hussstttt!" dengan lembut Zahra meletakkan jari telunjuknya di bibir sang suami.


"Bukan itu mas, bukan salah mas ustad!"


"Lalu?"


"Zahra sudah memutuskan!"


"Maksudnya?" ustad Zaki berubah cemas menunggu kelanjutan ucapan sang istri.


"Zahra sudah memutuskan untuk fokus mengurus kandungan Zahra, mengurus anak Zahra kelak!"


"Maksudnya apa? Mas masih kurang mengerti!"


"Zahra nggak akan melanjutkan kuliah!"


"Kenapa?" kali ini ustad Zaki begitu terkejut, ia benar-benar tidak percaya dengan ucapan sang istri.


"Ya karena Zahra ingin fokus menjadi ibu mas!"


"Tapi bisa sambil kuliah dek, mas sudah mendaftarkan dek Zahra di kampus yang dek Zahra inginkan!"


"Nggak perlu mas, Zahra mohon maa setuju dengan keputusan Zahra. Untuk saat ini biarkan Zahra fokus mengurus anak Zahra, menikmati peran Zahra sebagai seorang ibu."


"Kamu yakin?"


"Hmmm, sangat yakin. Insyaallah nanti, suatu saat nanti entah itu dua atau tiga tahun lagi ada sesuatu yang mengharuskan Zahra kuliah, maka Zahra akan kuliah, Zahra janji!"


"Baiklah mas nggak maksud, jika itu sudah menjadi keputusanmu, mas bisa apa. Tapi saat dek Zahra berubah pikiran segera katakan sama mas, dengan senang hati mas akan membantu sebisa mas!"


"Pasti! Terimakasih banyak atas pengertian mas ustad!"


"Sama-sama, tidak merugikan dek Zahra dan orang lain, mas pasti dukung!"


***

__ADS_1


"Ummi beneran mau pulang sekarang?" Zahra begitu tidak ingin di tinggal pulang kedua orang tua suaminya itu.


"Iya sayang, ini sudah sepuluh hari. Abi kamu harus menghadiri acara di Semarang, insyaallah nanti pas acara tiga bulanan Abi sama ummi pasti datang, doakan Abi sama ummi terus di beri kesehatan, biar nanti bisa menggendong cuci dari kamu dan Zaki!"


"Aamiiin, pasti ummi."


"Ya sudah, kamu baik-baik ya. Nurut apa kata dokter biar cepat di perbolehkan pulang!"


"Iya ummi!"


Setelah berpamitan dengan Zahra, ummi dan Abi pun akhirnya meninggalkan rumah sakit,


"Biar mas anter Abi sama ummi dulunya dek!"


"Iya mas!"


Ustad Zaki pun mengantar mereka sampai di depan rumah sakit.


"Hati-hati ya mi, bi di jalan! Kalau sudah sampai Semarang kabari Zaki!"


"Iya pasti, kamu juga jangan terlalu sibuk, sebisa mungkin luangkan banyak waktu untuk Zahra. Ia butuh banget dukungan dari kamu!"


"Pasti bi, terimakasih ya bi sudah banyak memberi nasehat sama Zaki!"


"Sudah kewajiban Abi! Ya sudah kami berangkat ya!"


Ustad Zaki pun mengangukkan kepalanya, ia pun segara meraih tangan kedua orang tuanya dan mencium punggung tangannya.


"Iya, Hid! Tolong jaga Abi sama ummi ya Hid!"


"Insyaallah, ustad. Assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Akhirnya Wahid ikut masuk ke dalam mobil, menyusul Abi dan ummi yang sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil.


Ustad Zaki melambaikan tangannya saat mobil melaju meninggalkan halaman rumah sakit dan menghilang bersama mobil-mobil yang lain.


Setelah memastikan mobil menjauh, ustad Zaki pun kembali masuk ke ruangan Zahra.


***


Enam hari berlalu, tiba-tiba Abi ustad Zaki menelpon.


"Ada telpon mas!" ucap Zahra begitu melihat ponsel suaminya berdering. Ustad zaki tengah berada di kamar mandi.


"Angkat aja dek!" teriak ustadz Zaki dari dalam kamar mandi.


"Tapi ini dari Abi loh mas!" ucap Zahra lagi.

__ADS_1


"Nggak pa pa angkat aja, bentar lagi mas selesai!"


Setelah mendapat ijin dari suaminya, Zahra pun akhirnya memutuskan untuk mengangkat telpon dari Abi.


"Assalamualaikum, Zak!"


"Waalaikum salam, bi!"


"Zahra? Zaki mana?"


"Mas ustad lagi di kamar mandi bi, bentar lagi keluar katanya!"


"Ohhh nggak pa pa, ngomong sama kamu sama aja, bagaimana kabar kamu? Kapan kata dokter boleh pulang?"


"Alhamdulillah baik bi, katanya kalau satu Minggu lagi kesehatan zahra tetap stabil, Zahra sudah boleh pulang!"


"Alhamdulillah!" Abi begitu senang karena jika benar Minggu depan sudah boleh pulang, berarti kepulangan Zahra maju lima belas hari dari perkiraan dokter sebelum ya.


"Itu bi, mas ustad sudah keluar,!" ucap Zahra saat melihat ustad Zaki keluar dari kamar mandi.


Wajah ustad Zaki tampak segar, sepertinya ia baru saja cuci muka, terlihat dari air yang masih membasahi wajahnya. Ustad Zaki pun segera mendekati istrinya dan sang istri tengah mengulurkan tangannya yang memegang ponsel.


"Di loudspeaker aja dek!"


Zahra pun akhrinya melakukan seperti yang di perintah sang suami.


"Assalamualaikum, bi. Ada apa?"


"Waalaikum salam, gini Zak. Insyaallah besok Abi sama ummi mau kembali ke Blitar!"


"Mendadak sekali, ada apa bi?"


"Farid sudah cerita belum?"


"Farid?" ustad Zaki teringat jika ia terlalu sibuk beberapa hari ini hingga lupa menanyakan keadaan Farid. "Ada apa bi sama Farid? Zaki beberapa hari ini tidak menghubunginya, apa ada masalah?"


"Ada berita gembira Zak!"


"Maksud Abi?"


"Jadi besok yang datang ke Jawa bukan hanya Abi sama ummi, tapi Ambu sama abahnya Farid. Kemarin Farid menelpon abi, katanya ia ingin kita datang untuk melamar seorang gadis!"


"Hahhhh?" ustad zaki begitu terkejut, begitu juga dengan Zahra, mereka saling berpandangan.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


Ig @tri.ani5249


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2