
Ustad Zaki benar-benar memperhatikan kesehatan Zahra selama ujian berlangsung, ia tidak pernah memaksa Zahra untuk belajar.
Zahra pun demikian, ia seperti sudah menyadari kewajibannya untuk belajar. Meskipun memang tidak sebaik Nur tapi setidaknya ia sudah berusaha.
Tetap saja, meskipun Zahra tetap berusaha untuk santai tapi nyatanya beberapa kali saat istirahat Zahra memilih menghabiskan waktunya di UKS.
"Sebenernya kamu kenapa sih Zah?" tanya Nur yang sudah membawakannya teh hangat.
Zahra pun segera meneguk teh yang masih hangat itu hingga sisa setengahnya.
"Nggak tahu, apa perasaanku saja ya. Tapi akhir-akhir ini tubuh aku gampang banget lelah, perutku sering banget nyeri kayak mau haid!" ucap Zahra yang tengah mengeluhkan perutnya yang gampang sakit.
Nur kembali mengambil gelas yang ada di tangan Zahra dan meletakkannya di atas meja. Ia ikut duduk ranjang UKS dan memijat kaki zahra,
"Sudah periksa ke dokter?" tanyanya lagi, ia penasaran dengan apa yang di alami sahabatnya itu.
"Sudah, dua kali malah selama di Bandung!"
"Trus kata dokter apa?"
"Kata mas ustad nggak pa pa sih, hanya butuh banyak vitamin!"
"Kok kata ustad sih, emang kamu nggak denger langsung apa yang di katakan dokter?"
Zahra menggelengkan kepalanya, "Aku nggak kepikiran. Pokoknya kamu jangan bilang sama mas ustad ya kalau aku ke UKS setiap istirahat."
"Kenapa?" Nur merasa tidak baik menyembunyikan keadaan Zahra pada suaminya.
"Aku nggak mau dia khawatir Nur!"
"Iya, tapi kalau bahaya gimana?"
"Enggak lah!" jawab Zahra ragu, karena ia sendiri tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi dengan tubuhnya. "Setiap hari mas ustad juga ngasih vitamin dari dokter yang ada di Bandung!"
"Tapi wajah kamu pucet loh!" ucap Nur sambil menatap wajah sahabatnya itu yang memang terlihat pucat.
"Nanti kalau udah mendingan sakitnya juga nggak pucet lagi Nur, masih berapa menit lagi masuk jam ke dua?"
"Sepuluh!"
"Syukurlah!"
__ADS_1
"Masih sakit ya?"
"Lumayan!"
"Apa aku ngomong sama guru aja ya, biar kamu ujiannya di sini, lagian tinggal sekali ini aja kan, besok sudah selesai!"
"Jangan, nggak pa pa, nanti juga reda sakitnya."
Zahra puj menggeser tubuhnya hendak turun tapi segera di tahan Nur,
"Mau ke mana?"
"Ke kelas nur, aku nggak bisa jalan cepet!"
"Tapi_!"
"Nggak pa pa, jangan khawatir!"
Nur tidak bisa berbuat apa-apa lagi, ia membantu Zahra memakaikan sepatunya dan mengantar Zahra menuju ke kelasnya,
"Nanti kalau sudah keluar tunggu di kelas aja, aku akan samperin kamu, okey!" ucap Nur sebelum meninggalkan Zahra.
Akhirnya Nur benar-benar meninggalkan Zahra dan pergi ke kelasnya saat bel masuk jam kedua berbunyi.
Guru yang bertugas menjadi pengawas pun mulai membagikan tes soal ulangan,
Ya Allah, kenapa semakin sakit ya ...., keluh Zahra dalam hati sambil memegangi perutnya, keringat dingin di keningnya mulai bermunculan.
"Kamu sakit ya? Wajah kamu mucet banget?" tanya guru pengawas saat sampai giliran Zahra sambil meletakkan sembar soal di meja zahra.
"Enggak kok Bu, tadi hanya sedikit masuk angin. Sekarang sudah mendingan!"
"Kamu yakin bisa mengerjakannya?"
"Insyaallah bisa!"
"Ya sudah kalau tidak kuat nanti bang sama ibuk ya!"
"Iya Bu!"
Akhirnya guru pengawas pun meninggalkan meja Zahra dan menuju ke meja belakangnya.
__ADS_1
Zahra mrmajamkan matanya sejenak, mulai mengatur nafas berharap bisa sedikit mengurangi rasa yerinya.
Bismillahirrahmanirrahim, ya Allah beri hamba kekuatan ....
Zahra pun akhirnya memulai mengerjakan soalnya dengan sisa kekuatannya. Tidak seperti hari-hari sebelumnya yang akan sedikit reda rasa sakitnya saat ia gunakan untuk istirahat sejenak, kali ini terasa lebih sakit dari biasanya.
Akhirnya ia menjawab devisanya, berharap bisa cepat menyelesaikan soalnya.
Kok kayak ada yang nggak nyaman ya ... batinnya saat merasakan sesuatu yang tidak nyaman, seperti haid.
"Bu!!" Zahra oyh segera mengacungkan tangannya di saat kelas masih begitu hening.
"Iya?"
"Saya sudah selesai, boleh saya keluar ijin ke kamar mandi?"
"Kamu yakin dengan jawaban kamu?" tanya guru karena ini masih lima belas menit setelah pembagian soal.
"Iya Bu!"
"Baiklah, kumpulkan!"
Zahra pun berdiri dari duduknya dengan membawa lembar jawabannya, mengumpulkannya di meja guru,
"Saya permisi Bu!"
Zahra pun akhirnya keluar dari kelas, ia berjalan cepat ke kamar mandi dan memeriksa roknya. Dan benar saja, ada noda darah,
"Aku haid ya?" gumamnya sambil memeriksa celananya.
Zahra pun buru-buru keluar, ia tidak membawa pembalut di tasnya. Ia harus ke toko yang ada di depan sekolah.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
...Happy reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1