Menikahi ustad tampan

Menikahi ustad tampan
Namaku Painem!


__ADS_3

Akhrinya ustad Zaki benar-benar meninggalkan Zahra meskipun terlihat berat.


Zahra melakukan seperti apa yang di minta suaminya, ia tetap duduk di tempatnya sambil menunggu ummi datang.


Sambil mengusir rasa bosannya, Zahra melihat-lihat sekelilingnya tanpa beranjak dari tempatnya duduk.


"Ini beneran Bandung, nggak nyangka bisa sampai sini!?" gumamnya pelan.


Hingga tatapannya terfokus pada seorang pria yang tengah membawa ponsel di tangannya terlihat tengah menatap ke arahnya, pria seumuran dengan sang suami dengan cara berpakaian yang tidak beda jauh dengan sang suami.


Zahra yang merasa di amati orang asing cukup merasa risih,


"Wong kuwi nyangopo pisan (Orang itu ngapain sih) marai risih ae (Bikin risih aja) Jangan-jangan orang jahat lagi! Mana mendekat lagi!" gumam Zahra, ia pun pura-pura mengalihkan perhatiannya ke tempat lain.


Ehhh tetap mendekat ya dia ...., batinnya sambil melirik ke arah pria itu.


"Assalamualaikum!" sapa pria itu dan Zahra menoleh sebentar sambil mengulum senyum,


"Waalaikum salam!" jawabnya lalu kembali pura-pura melihat jam tangannya.


"Ini mbak Zahra ya?" tanya pria itu membuat Zahra mengerutkan keningnya.


Kok tahu sih ..., jangan-jangan dia tukan gendam kayak yang ada di berita-berita. Tapi kan aku nggak bawa apa-apa, atau dia mau culik aku, ini kan kota besar, apa aja bisa di jadiin duwit ...


"Mbak, ini beneran mbak Zahra ya?" tanya pemuda itu lagi.


Zahra dengan cepat mengibaskan tangannya, "Bukan, bukan, kayaknya kamu salah orang, aku duduk Zahra, aku painem (Aku bukan Zahra, aku painem)!" Zahra mencoba mengelabuhi pemuda itu.


"Painem?" tampak pemuda itu menggaruk kepalanya bingung, "Atau mungkin nama kamu Zahra Painem ya?"


Enak aja, nama bagus-bagus di ganti Zahra Painem ..., batin Zahra kesal. Tapi memang dia sendiri yang mengaku sebagai Painem.


"Nggak, nggak ada Zahra, Zahra nya. Serius!?"


Pemuda itu kembali mengamati layar ponselnya,


"Tapi wajah nya sama kayak yang di foto!"


Hahhh, dia punya fotoku juga. Menakutkan, mentang-mentang dia ganteng, tapi jangan salah suamiku lebih ganteng ....


"Maaf ya mas, mas kok ngeyel ya, saya bukan Zahra, saya Painem. Jadi nggak usah maksa, lebih baik sana cari yang namanya Zahra, mungkin di tempat lain, bukan saya!"

__ADS_1


"Ya sudah, mungkin mbaknya kembarannya kali ya, Painem sama Zahra memang beda jauh!"


Pemuda itu pun akhirnya menyerah, ia berbalik meninggalkan Zahra.


Hehhh, akhirnya ...., Zahra bernafas lega.


Sepertinya baru beberapa langkah saja dari tempat Zahra, tiba-tiba sang suami datang dengan koper dan tasnya.


"Mas, untung mas ustad segera datang. Ada pria yang mau mencoba menculik Zahra tadi!?" ucap Zahra membuat ustad Zaki panik khawatir, ia segera meletakkan tas dan kopernya begitu saja,


"Mana orangnya dek? Biar mas laporin sama petugas keamanan."


"Itu orangnya!?" Zahra menunjuk pada pria tadi yang sudah berada jauh di depan.


"Farid!?" panggil ustad Zaki dan pemuda itu pun menoleh.


Zahra begitu terkejut karena ternyata suaminya mengenal pria itu,


"Mas kenal?" tanya Zahra.


"Dia yang mas ceritakan tadi di mobil sebelum naik pesawat, dia datang sama ummi!? Tapi di mana ya ummi?" tanya ustad Zaki sambil mengamati sekeliling pria itu, tapi ia tidak menemukan umminya.


Sepuluh menit sebelum Zahra duduk di tempat itu, di tempat lain lebih tepatnya di lapangan parkir bandara, ummi dan Farid turun dari mobil.


"Rid, ummi kebelet pengen ke kamar mandi, kata Zaki Zahra lagi sendirian di tempat tunggu, nggak pa pa ya kamu samperin Zahra dulu! Ummi sudah nggak tahan ini!"


"Tapi ummi, Farid kan belum tahu Zahra yang mana!?"


"Ohh iya!?"


Ummi pun akhirnya mengeluarkan benda pipih dari dalam tasnya, dan mencari foto Zahra di layar ponselnya itu.


"Ini anaknya, beneran kamu cepetan ke sana ya!"


"Iya, ummi!?"


"Ya sudah, ummi ke toilet dulu!"


Akhirnya ummi pun meninggalkan Farid sendiri, ia terus mengamati foto Zahra sambil berjalan menuju ke ruang tunggu.


"Orang segini banyak suruh nyari orang satu," gumam Farid sambil terus mencari pemilik wajah yang sam dengan yang ada di dalam ponsel.

__ADS_1


Dan akhirnya ia menemukan juga pemilik wajah yang sama,


"Kayaknya itu, eh tunggu tapi di foto nggak pakek hijab, itu pakek hijab!" gumamnya lagi sambil terus mengamati dari kejauhan.


Farid pun berjalan mendekati ustad Zaki dan Zahra.


Mati aku ...., batin Zahra, ia memilih menyembunyikan dirinya di balik tubuh sang suami.


"Assalamualaikum, bro!?" sapanya ambil menyalami ustad Zaki, mendekatkan siku mereka sambil menepuk bahu masing-masing, seperti kawan lama yang sudah lama tidak bertemu.


"Waalaikum salam!?"


Farid pun kembali mengamati Zahra yang bersembunyi di balik ustad Zaki.


Jadi dia bener orangnya, kayaknya dia sengaja mempermainkan aku ...., batin Farid kesal pada wanita yang berdiri di balik punggung ustad Zaki.


"Dia_?" tanya Farid.


"Kenalkan, dia Zahra istri saya!?" ucap ustad Zaki memperkenalkan Zahra sebagai istrinya dan Zahra hanya bisa menakupkan kedua tangannya di depan dada.


"Ohhh, saya pikir Painem!?" ucap Farid sambil menatap kesal pada Zahra.


"Painem?" tanya ustad Zaki yang tidak mengerti.


ihhh, dia pendendam sekali, aku kan hanya sedang jaga-jaga ....


"Iya, Zak! Biasa tadi ada gadis yang ngaku namanya Painem."


"Ohhh, kirain siapa? Oh iya, ummi mana? Kamu kok sendiri?"


"Ummi lagi di toilet, kita di suruh nunguin di mobil aja!"


"Ya sudah, lebih baik kita ke sana!?" ustad Zaki pun setuju.


Ia pun di bantu Farid membawakan tas dan bawaannya yang cukup banyak kali ini.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


Ig @tri.ani5249


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2