
Sengaja aku bersembunyi di dalam kamar, bukan karena aku tidak ingin melihat mas ustad lagi tapi aku tidak ingin sekali lagi melihatnya berpamitan, aku tidak ingin menangis sekali lagi. Entah sejak kapan aku jadi suka menangis, aku tidak mau terlihat lemah tetapi aku selalu lemah di hadapan mas ustad.
Sungguh_, aku tidak ingin seperti itu. Tapi berat, segera aku beranjak membuka jendelaku berharap aku bisa melihat senyumnya sekali lagi sebelum dia benar-benar pergi.
Hehhhhh ....
Segera kuhela nafasku putus asa, mobil itu sudah pergi. Aku memilih berbalik dengan melas,seakan tubuhku kehilangan tenaga, perasaan baru kemarin aku merasakannya.
Ya_, kami merasakannya. Sebuah penyatuan yang tidak hanya menyatukan dua tubuh tapi dua hati. Tapi layaknya sebuah roda, tidak selamanya berada di atas, tapi roda ini berjalan terlalu cepat ya Allah. Ini benar-benar berat,
Aku memilih menyusupkan tubuhku di antara selimut tebalku, mencoba melupakan rasanya di tinggal pas lagi sayang-sayangnya.
***
Kriiiiiing kriiiiiing kriiiiiing
Aku terbangun dari tidurku, seketika mataku terbuka,alarm siapa? Sejak kapan ada alarm di kamarku?
Dengan malas aku membuka mataku, aku melihat ke arah dinding yang biasanya ibu menggantung sebuah jam di sana.
"Astaghfirullah hal azim," dengan panik aku bangun dan mengambil ponselku, sudah jam empat sore. Seharusnya mas ustad sudah sampai di Bandung.
Aku pun benar-benar bangun dan sepertinya aku lupa meletakkan ponselku di mana, aku mencarinya di dalam tas ransel tapi tidak ada.
"Apa aku lupa membawanya? Tidak mungkin, perasaan tadi aku masukkan. Mas ustad tidak mungkin kan lupa memasukkannya?"
aku mengeluarkan semua isi di dalam tasku hingga semua barang-barang ku berserakan di lantai, tapi tidak ada sama sekali.
"Ya ampun!" ku tepuk keningku, ini benar-benar kesalahan besar kalau sampai aku lupa membawanya, "Aku harus kembali ke rumah untuk mengambil ponselku!"
Segera ku sambar jilbab instan yang ada di atas tempat tidur dan ku pakai asal, aku berjalan cepat ke pintu.
Tanganku sudah hampir menarik handle pintu, tapi segera ku hentikan,
"Tunggu deh, trus tadi yang bunyi apa dong? Nggak mungkin kan jam dinding itu!" aku menatap ke arah jam dinding berbentuk lingkaran yang hanya ada angka dan jarum jam, tidak ada lainnya. Itu jam jadul, dan tidak ada sejarahnya jam itu mengeluarkan bunyi.
"Jadi alarm tadi, itu bukankah suara hp!?" aku pun kembali menoleh ke arah barang-barang yang berserakan.
Aku kembali teringat jika sempat menyalakan alarm di ponselnya sebelum tidur, dan tatapanku langsung terfokus ke atas bantal dan benda pipih itu ternyata teronggok di sana,
"Ahhhh, kenapa bisa lupa gini sih!" keluhku sambil berjalan cepat menghampiri ponselku.
__ADS_1
Tidak peduli dengan barang-barang yang berserakan di atas lantai, aku pun segera naik ke tempat tidur dan mulai berselancar dengan benda tipisku itu.
Dan benar saja, mas ustad ternyata sudah mengirimiku banyak pesan, rasanya begitu senang seperti baru saja menang lotre.
Banyak foto yang ia kirimkan, itu foto Selfi yang kami ambil tadi sebelum berangkat.
"Kenapa dia semakin manis sih? Bagaimana kalau di sana ada yang naksir juga? Trus bagaimana kalau mas ustad tergoda?"
Membayangkan hal itu rasanya pengen banget nyusul. Tapi nggak mungkin kan, Bandung kan jauh.
Sebuah pesan juga terselip di bawah foto,
//Dek, mas sudah berada di pesawat sekarang, doakan mas selamat sampai tujuan ya, salam rinduku untukmu. ♥️♥️♥️//
Ya Allah, rasanya benar-benar berbunga-bunga. Pengen terbang kalau bisa.
"Aku bingung nih harus balas bagaimana? Balas apa ya? Ya ampun, gimana nih?!"
Aku malah semakin panik, sebelumnya aku tidak pernah romantis-romantisan. Aku tidak mungkin bisa membalasnya dengan kata-kata romantis juga, akhirnya dengan susah payah aku membalas pesannya.
//Hati-hati ya, jangan lupa nanti kalau sampai langsung hubungi aku, kalah tidak jangan harap aku akan membalas pesan mas ustad lagi, salam ????, salam apa ya? Kalau rindu, jangan deh, mas ustad kan baru berangkat, masak sudah rindu,. Gimana kalau salam sayang aja, dari Zahra yang Ter♥️♥️♥️//
Aku pun kembali melihat waktu di pesan mas ustad dan benar saja, sudah hampir dua jam berlalu.
"Yahhh, terlambat. Pasti juga nggak di bales!"
Satu menit
Dua menit
Tiga menit
Empat menit
Lima menit
"Ya Allah Zahra!?" bukan sebuah balasan yang aku dapat tapi teriakan dari ibuk, "Kamar berantakan sekali, abis ngapain?"
Hehhhh ....
Aku menghela nafas sambil melihat ke arah lantai yang penuh dengan barang yang berserakan.
__ADS_1
"Iya nanti Zahra beresin!?" aku tidak mau urusannya semakin panjang,
"Sudah sholat ashar belum? Tuh lihat sudah jam empat seperempat!?" ucap ibu sambil menunjuk ke arah jam yang sempat aku jadikan tersangka tadi.
Ahhh iya ...
Aku pun akhirnya meletakkan ponselku begitu saja di atas tempat tidur, dan aku pun segera turun.
"Zahra sholat dulu, nanti Zahra beresin. Janji!?" aku mengamati kedua jariku hingga sejajar dengan telingaku.
"Awas ya kalau ibuk kembali dan kamarnya masih berantakan!?" ancam ibuk.
"Iya ibukkkkk!?"
"Dasar nih nak ya, sudah punya suami tapi kelakuan nggak berubah," gerutu ibu sambil meninggalkan kamarku.
Bukan Zahra namanya jika terlalu menanggapi ucapan ibu,
***
Ini sudah habis sholat magrib tapi sedari tadi ponselku adem ayem, tidak ada pesan ataupun telpon yang masuk.
"Memang sesibuk itu ya sampai tidak sempat nelpon aku!?" rasanya begitu kesal, menunggu itu benar-benar melelahkan.
Malam ini aku hanya sibuk menghitung jumlah detik yang terdengar dari nyaring di kamarku yang sunyi.
"Awas saja ya, kalau malam ini tidak menghubungiku, aku akan benar-benar tidak datang!?"
Ini sudah hampir jam sembilan malam, tapi penantianku sepertinya sia-sia dan aku pun hampir putus asa.
Hampir saja ku lempar ponselku begitu saja tapi segera aku terkejut saat tiba-tiba ponselku berdering. Aku pun kembali mengambil ponselku yang terjatuh di atas tempat tidur dan aku langsung tersenyum Senang melihat siapa yang menelponnya.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1