
Clara datang ke kantor Reihan. dia memaksa untuk masuk dan bertemu dengan Reihan. Tio sekretaris Reihan sudah menghalanginya namun dia terus raja memaksa untuk masuk.
Tokkk... tokkk...
" Maaf pak nona Clara memaksa untuk bertemu!" beritahu Tio
" Mau apa lagi dia mencariku?" geram.Reihan
" Suruh dia masuk!"
" Baik pak!" Tio keluar dan mempersilahkan Clara untuk masuk. dan dengan sombong Clara masuk melewati tio begitu saja.
" Hai sayang!" Clara menghampiri Reihan dan bergelayut manja
" Clara tolong jaga sikapmu!" Reihan menepis tangan Clara.
" kamu kenapa sih sayang?" Clara tidak peduli dengan sikap dingin Reihan kepadanya.
" Cepat katakan saja, mau apa kau datang kemari?" Reihan tanpa basa basi.
" Aku kesini karena mamah widia menyuruh kita untuk pergi ke butik fitting baju!" Clara kembali bersikap manja.
" Fitting baju untuk apa?" Reihan semakin merasa tidak nyaman dengan sikap Clara.
" Untuk apa? kamu lupa ya sayang kita kan mau tunangan!" Clara duduk disofa
" Tunangan? kamu jangan bercanda Clara!" Reihan tersenyum kecut
" Bercanda, untuk apa aku bercanda sayang. mamahmu yang merencanakan semuanya dan kita akan bertunangan besok lusa loh sayang!" Clara bangun dari duduknya dan menghampiri Reihan.
__ADS_1
" Sudahlah Clara, tidak ada fitting baju dan tidak ada pertunangan. sebaiknya kamu pergi sekarang!" geram.Reihan.
" Aku tidak akan pergi dari sini sebelum kamu ikut denganku. dan sekarang aku akan menelpon mamah widia!" ancam Clara
" Terserah !" Reihan duduk dikursinya dan tidak menghiraukan keberadaan Clara.
Clara menghubungi Widia.
📞"Hallo mah..!"
📞" iya hallo sayang, ada apa?"
📞" Mah kata Reihan dia tidak mau mah pergi kebutik untuk fitting baju dan dia juga tidak mau bertunangan denganku!" adu Clara
📞" Dasar anak itu, sekarang kamu berikan telponnya pada Reihan biar mamah yang bicara"
Reihan mendongak menatap ponsel yang disodorkan kearahnya.
📞" Hallo mah!"
📞" Rei kamu apa-apaan sih pakai menolak segala. pokoknya mamah gak mau tau kamu harus menemani Clara kebutik dan fitting baju. lusa kalian akan bertunangan ingat itu!" widia nyerocos tanpa jeda.
📞"Mah, mamah ini apa-apaan sih, Rei gak mungkin mah bertunangan dengan Clara. Reihan sudah punya isteri mah!"
📞" Sampai kapan pun mamah tidak menganggapnya menantu mamah, jika kamu tidak mau menceraikannya tidak apa-apa tapi kamu harus tetap menikah dengan Clara. karena hanya Clara yang pantas menjadi menantu mamah kalau kamu tidak mau jangan anggap aku ini sebagai mamahmu lagi. ingat itu Rei..!"
📞" Mah... !" tuuuuttttt.... tuuutttt.... sambungan telpon pun terputus. Reihan mendengus kesal dan menyerahkan telponnya kepada Clara.
" Bagaimana, kita pergi sekarang?" tanya Clara dengan seulas senyum.
__ADS_1
Reihan menatap Clara sebal dan dengan terpaksa ia menuruti kemauan Clara dan juga mamahnya.
____
Reihan dan Clara pergi ke butik disana dia disambut dengan seorang pelayan. Reihan merasa malas bila harus berlama-lama tapi Clara masih saja asik memilah milah baju yang akan digunakan nanti saat pertunangannya.
" Rei bagaimana bagus tidak?" Clara meminta pendapat dengan Reihan
" Hemmmm!" Reihan malas menjawab.
Clara mencoba baju yang lain lagi dan menanyakannya kembali pada Reihan dan seperti biasa Reihan hanya menjawabnya singkat " Hemmm!"
Clara merasa kesal dengan sikap cuek Reihan. akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan kebaya berwarna gold dan Reihan dipilihlan setelan jas dengan warna yang senada.
" Sudahkan?" Tanya Reihan singkat
" Sudah sayang, bagaimana kalau setelah ini kita makan siang dulu ya!" ajak Clara. Reihan tidak menjawab dia langsung berjalan keluar dari butik namun saat hendak keluar ia berpapasan dengan seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik.
Reihan hanya melempar senyum saat wanita itu tersenyum ramah padanya. Clara menatap keduanya dan menghampiri wanita tersebut.
" Tante kenapa melihat calon suami saya seperti itu, jangan naksir ya tante kami akan segera menikah!" ucap Clara jutek.
wanita itu hanya tersenyum, lalu masuk kedalam butik tersebut. Reihan yang mendengar ucapan Clara pada wanita tersebut merasa kesal.
" Bisa gak sih kamu bersikap sopan?" tanya Reihan kesal
" Loh kamu kenapa marah sama aku sih sayang, aku kan hanya gak suka tante-tante itu melihatmu seperti itu!" Jawab Clara
" Kamu, sudahlah!" Reihan menahan emosinya. " Cepat masuk, aku akan mengantarmu pulang. aku masih ada urusan dikantor!"
__ADS_1