
Di meja makan mbok jum dan Sekar menyiapkan makan malam. sementara Cahaya masuk kedalam kamarnya untuk melatakan baby Raka yang tengah tertidur dan Reihan duduk di tepi tempat tidur sambil bermain ponsel mengetik pesan yang akan dikirim kepada wahyu rekan kerjanya.
" Mas sedang apa?" tanya Cahaya yang menoleh dan memperhatikan suaminya yang terlihat serius menatap layar ponselnya.
" Mas sedang mengirim pesan kepada teman kerja mas!" Jawab Reihan tanpa menoleh.
" Perempuan?" Tanya Cahaya menyelidik.
Reihan menoleh setelah mendapat pertanyaan dari isterinya meletakkan ponselnya di atas nakas lalu bangkit dan menghampiri Cahaya yang sedang berdiri bersandar pada boks bayi tempat tidur baby Raka.
Reihan tersenyum tipis dan berdiri tepat dihadapan isterinya. " Kenapa memangnya kalau perempuan?" Reihan mendekatkan wajahnya pada wajah Cahaya.
" Cuma nanya aja, memang gak boleh?" Cahaya mendorong tubuh Reihan pelan.
" Ohh, kirain cemburu!" Reihan cemberut dan berjalan keluar namun langkahnya terhenti didepan pintu. " Perempuan atau bukan?" Tanya Cahaya yang membuat Reihan berhenti lalu berbalik dan tersenyum tipis.
" Perempuan!" Goda Reihan yang berjalan menghampiri Cahaya dan sontak jawaban dari Reihan membuat Cahaya terlihat kesal dan mengerucutkan bibirnya.
Reihan merasa sangat senang melihat ekspresi wajah Cahaya yang terlihat marah dan cemburu. " Kamu cemburu?" Tanya Reihan berbisik saat sudah berada di hadapan Cahaya.
" Cemburu? ha..ha..!" Cahaya tertawa mengelak. " Namanya Wahyu!" Bisik Reihan sambil melingkarkan tangan di pinggang Cahaya.
" Wahyu? mana ada mas nama perempuan Wahyu!" Cahaya mendelik heran.
" ha..ha...ha...!" Reihan gemas dan mencubit pipi Cahaya.
" Mas!" Teriak Cahaya kesal.
" maaf, mas cuma bercanda. teman mas itu lak-laki namanya wahyu!" terang Reihan.
Cahaya tersenyum setelah Reihan mengatakan siapa teman yang dihubunginya.
dan merekapun berpelukan dengan mata yang menatap lekat buah hati mereka yang sedang tertidur dengan nyenyaknya.
__ADS_1
________
Reno mengajak Intan untuk masuk kedalam rumah namun Intan berkali-kali menolaknya.
" Aku pulang saja mas, aku tidak enak sama mamahmu dan juga sama Cahaya dan pak Reihan!" Intan melangkah pergi namun lagi-lagi langkahnya terhenti dan Reno menarik tangannya memaksanya untuk tetap masuk kedalam rumah. dengan langkah berat Intan terpaksa mengikuti langkah Reno.
Cahaya keluar dari kamar dan menghampiri mamahnya dan juga mbok jum yang sedang sibuk menata makanan dan piring diatas meja. Sekar yang menyadari kedatangan putrinya langsung menyuruhnya duduk dan pandangannya beralih mencari Reihan yang tidak turut serta bersama Cahaya.
" Sayang, mana suamimu kenapa tidak ikut makan malam?"tanya Sekar yang sudah duduk diatas kursinya.
" Mas Reihan bilang nanti saja mah, kasihan katanya kalau baby Raka ditinggal sendirian!" terang Cahaya sambil menyendokan nasi kepiring mamahnya kemudian ke piringnya.
" Dia benar-benar sudah berubah. mamah bisa melihat sekarang dia begitu perhatian sama kamu dan juga baby Raka. mamah turut senang melihatnya semoga kalian selalu hidup harmonis sayang!" ucap Sekar sambil membelai lembut punggung tangan Cahaya.
" Terima kasih mah!" Cahaya tersenyum bahagia dan memeluk mamahnya. Mbok jum yang melihat ibu dan anak saling berpelukan ikut terharu dan turut merasa bahagia.
" Maaf Non Cahaya, Nyonya... jika boleh biar si mbok saja yang menjaga baby Raka agar tuan Reihan bisa makan malam bersama-sama!" Usul mbok jum dengan sopan.
" Sama-sama Non!" sahut mbok jum dengan tersenyum.
Cahaya bangkit dari duduknya dan pergi kekamarnya mbok jum yang ingin menjaga baby Raka mengekor dibelakangnya.
Saat sampai didepan pintu kamar Cahaya yang hendak membuka pintu melihat sekilas Intan yang tangannya masih digandeng Reno berjalan menuju ruang makan. Cahaya tersenyum tipis lalu membuka pintu kamarnya dan melihat Reihan yang sedang duduk bersandar boks di tempat tidur baby Raka dengan matanya yang terpejam. Cahaya jalan perlahan menghampirinya dan mbok jum berdiri menunggunya didepan pintu tidak berani masuk sebelum diperintah.
" Sayang, sayang bangun!" Cahaya duduk membangunkan Reihan yang tertidur sambil duduk bersandar di boks baby Raka. Reihan membuka matanya perlahan dan tersenyum tipis saat melihat isterinya duduk dihadapannya. Reihan menggerakan lehernya kekanan dan kekiri meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku.
" Mas makan dulu yuk, kita makan sama-sama!" Ajak Cahaya dengan lembut.
" Kamu saja yang makan duluan sayang, biar mas disini saja menemani baby Raka takut kalau tiba-tina dia bangun!" Ucap Reihan sambil membelai pipi Cahaya lembut.
" Mbok jum ada didepan kamar, katanya mbok jum saja yang menemani baby Raka!" Cahaya menoleh ke arah pintu kamar dan Reihan mengikuti pandangan Cahaya yang memberi tahu keberadaan mbok jum.
" Ya sudah kalau begitu. mbok jum memang luar biasa pengertiannya sayang!" Ucap Reihan memuji mbok jum.
__ADS_1
Reihan dan Cahaya berdiri dan berjalan menghampiri mbok jum yang berdiri didepan pintu kamar.
" Masuk mbok dan tolong temani baby Raka dulu ya mbok!" Ucap Cahaya pada mbok jum
" Terima kasih ya mbok!" kata Reihan dengan senyum yang mengembang.
" Iya Non Cahaya... tuan Reihan!" Sahut mbok jum yang masuk kedalam kamar Cahaya untuk menemani baby Raka.
Cahaya dan Reihan berduanya pergi ke ruang makan setelah melihat mbok jum masuk kedalam kamar mereka.
Di meja makan suasana telihat sangat kaku dan tegang. Reno yang datang bersama Intan dan mengajaknya untuk makan malam bersama keluarga membuat Sekar merasa yakin jika sebenarnya Reno sangat menyayangi Intan karena selama ini Reno tidak pernah mengajak seorang wanita untuk bertemu dengan ibunya.
Sekar diam dan memperhatikan wajah Intan yang terlihat begitu gugup. Intan yang terus merasa diperhatikan menundukkan wajahnya tersipu malu.
Reno tidak berani berkata apa-apa dia membiarkan sang mamah menatap intan lekat seperti harimau yang hendak memakan mangsanya.
" Ehemmmm.. , jangan diliatin seperti itu terus menerus mah, lihat wajah Intan sampai merah merona seperti itu!" Ucap Cahaya yang baru muncul membuat ketiga mata orang yang duduk dimeja makan serempak langsung menatapnya.
" Cahaya?" Intan bangkit dari duduknya dan memeluk sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu.
" Ca, kamu kok pergi gak bilang-bilang sih?" Tanya Intan sedih.
" iya aku minta maaf karena gak pernah kasih kabar sama kamu!" Cahaya tersenyum tipis.
" Ya udah sekarang kita makan dulu aja yuk nanti kita lanjutkan obrolannya!" ajak Cahaya .
Intan tersenyum tipis lalu kembali duduk kekursi tempat tadi ia duduki dan Cahaya duduk dikursi kosong disamping mamahnya.
Reihan tersenyum tipis lalu ikut duduk disamping Cahaya yang menghadap Reno dan Intan.
" Mah ayo makan!" Ucap Cahaya sambil tersenyum yang mengembang dan dijawab anggukan oleh Sekar lalu mengambil lauk yang tersedia dan makan malam pun di mulai dengan suasana yang sepi dan penuh dengan ketegangan.
Semua menikmati makan malam bersama walau ada sedikit ketegangan. Reihan dan Cahaya berusaha untuk mencairkan suasana yang ada dimeja makan dengan berbagai macam pembicaraan. Reno pun ikut menimpali pembicaraan Reihan dan Cahaya yang merencanakan untuk membuat syukuran atas kelahiran buah hati mereka. Sekar yang awalnya diam saja akhirnya sudah tidak sabar dan ikut berbicara.
__ADS_1