RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Bayu dan citra


__ADS_3

Tokkk...tokkk...tokkk...


" De, buka pintunya dong,kakak mau bicara !" bujuk bayu dengan lembut.


" Gak mau, kakak pergi saja sana !" citra teriak dari dalam kamar mengusir bayu.


" De, dengerin kakak dulu biar kakak jelasin, ayo buka pintunya de !" bayu dengan sabar menunggu adiknya keluar.


" Gak ada yang perlu dijelasin lagi, semua sudah jelas. kakak udah gak sayang lagi sama citra !" teriak citra sambil menangis.


" De buka pintunya atau kakak dobrak !" teriak bayu yang mulai kesal dengan sikap keras kepala adiknya.


" Satu.... dua.... ti..."


Ceklek...


" Gitu dong, itu baru adik kakak " kata bayu mengacak acak rambut adiknya dan menerobos masuk ke dalam kamarnya.


" Hikss..hikss..hikss " citra masuk ke kamarnya masih dengan isak tangisnya.


intan yang melihat bayu dan citra masuk kedalam kamar memutuskan untuk pergi kedapur membantu Ratih karena ia tidak ingin mengganggu pembicaraan antara adik dan kakak tersebut.


" Tante biar aku bantu !" tawar intan membantu tantenya yang sedang mencuci piring.


Bayu memang bukan dari keluarga kaya, jadi semua pekerjaan rumah tangga sudah biasa Ratih kerjakan sendiri. sejak ayah bayu meninggal Ratih membesarkan anak-anaknya seorang diri. pada saat itu usia bayu baru menginjak 15 tahun dan citra berusia 5 tahun. Ratih selalu mengajarkan anak-anaknya untuk bersikap mandiri dan mau bekerja keras.


" Gak usah sayang, biar tante saja. " Ratih menolak bantuan intan dengan lembut.


" Gak apa-apa tante, sudah kaya sama siapa aja sih tante ini ". intan tersenyum lalu mengambil alih tugas Ratih.


" gak usah sayang "


" Gak apa - apa kok tante " jawab intan santai.


intan melanjutkan pekerjaan Ratih mencuci piring. setelah selesai intan dan Ratih berbincang bincang di ruang tamu sesekali mereka tertawa geli, entah apa yang mereka bicarakan sehingga membuat keduanya terlihat gembira.


didalam kamar bayu sedang membujuk adiknya yang sedang menangis.


" Aduh adik ksk bayu terlihat jelek sekali kalau sedang menangis " ledek bayu.

__ADS_1


" Biarin jelek " ucap citra dengan ketus.


" kalau lagi marah seperti ini adik kakak sangat menggemaskan " bayu menjepit hidung citra.


" hikss... hiks.. jangan sentuh citra !" citra menangis dan menepis tangan bayu yang menjepit hidungnya.


" Ya udah iya kakak minta maaf... udah dong adik kakak yang cantik jangan nangis terus !" bujuk bayu menarik tangan citra memaksanya untuk duduk disampingnya ditepi tempat tidur.


" De maaf kalau keputusan kakak ini membuat kamu marah dan sedih. kakak juga sebenarnya sangat berat untuk meninggalkan kamu dan ibu disini " ucap bayu menatap manik mata citra dengan lembut dan menggenggam tangannya. " Tapi kak bayu tidak punya pilihan lain karena ini adalah kesempatan kakak satu-satunya untuk meningkatkan taraf kehidupan keluarga kita dan kak bayu ingin membahagiakan ibu juga kamu adik kak bayu yang sangat kakak sayangi" penjelasan bayu pada adik tercintanya.


citra diam sejenak mencerna ucapan bayu.


" tapi kenapa harus ke kota ?" tanya citra dengan raut wajah sedih.


" karena kakak dibutuhkannya disana " jawab bayu.


" kalau kak bayu disana sudah berhasil dan punya rumah sendiri kakak pasti akan membawa kamu dan ibu ke kota " kata bayu dengan lembut dan memeluk adiknya.


" kakak janji ya sama citra !" kata citra lalu mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking bayu.


" Iya bawel.. " bayu tertawa melihat citra mengerucutkan bibirnya.


" aww... sakit kakak !" pekik citra.


bayu bangkit dari duduknya melenggang keluar dari kamar citra.


" Cepat dandan yang cantik perbaiki wajahmu yang kusut itu atau kakak batalkan saja jalan - jalan ke danau hijaunya !" kata bayu yang menoleh dari balik pintu.


" Kakak jangan dibatalin atau citra akan menangis lagi ni !" Rengek citra yang dibalas tawa oleh bayu.


" ya sudah cepat kakak tunggu di luar " kata bayu yang berjalan menghampiri intan dan Ratih di ruang tamu.


__________________________________


Reihan dan cahaya berada didalam mobil. setelah berpamitan dengan mbok jum cahaya meminta izin kepada suaminya untuk pergi ke toko bunga menemui pak tejo untuk berpamitan. " Mas kita ke toko bunga dulu ya pamitan sama pak tejo ". cahaya menoleh ke arah Reihan yang sedang menyetir.


Reihan menganggukan kepalanya. suasana didalam mobil menjadi hening cahaya diam karena merasa ada hal yang ditutupi oleh suaminya. Reihan menatapnya sekilas lalu kembali fokus menyetir.


Tringg....

__ADS_1


Satu pesan masuk di handphone Reihan membuat keduanya tersentak dari pikiran masing-masing.


" Mas itu ada pesan masuk di hp kamu !" kata cahaya


" iya, nanti saja sekarang mas lagi menyetir " kata bayu.


**Trinnng.....


Tringggg....


Tringgggg**...


《3 pesan masuk》


" Mas yakin gak mau baca pesan itu dulu? "


tanya cahaya pelan.


" Nanti saja sayang kalau sudah sampai di toko " jawab Reihan


Dreeeetttttt....... dreeeeettttttttt.....


《 Suara getar hp 》


Reihan merogoh kantongnya dan mengeluarkan hp yang bergetar dari kantong celananya ia lihat sekilas betapa terkejutnya Reihan saat dilihat nama clara memanggil tertera dilayar ponselnya dengan cepat Reihan memasukkan ponselnya kembali ke kantong celananya.


" Telpon dari siapa mas,Kok gak diangkat ?" tanya cahaya yang sedikit merasa curiga.


" emmmm... Harry " ucap asal Reihan berbohong.


" Harry ?"


" iya sayang"


" Maksud mas Dokter Harry ?" cahaya mencoba mengingat ingat nama itu.


" Iya"


" Kenapa gak diangkat saja mas , siapa tau itu penting." ucap cahaya sedikit khawatir.

__ADS_1


__ADS_2