RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Koma


__ADS_3

Reihan telah menceritakan semua tentang Clara pada Cahaya. sebelum menemui Clara yang juga berada di rumah sakit yang sama. Reihan meminta izin terlebih dahulu kepada sang isteri karena bagaimanapun Cahaya juga harus tau dan agar tidak terjadi kesalahpahaman.


" Ya sudah sayang, pergilah. aku yang akan menjaga Raka. semoga saja Clara cepat sadarkan diri!" ucap Cahaya


" Semoga saja sayang, kalau begitu aku pergi sekarang Reno akan menemaniku."


" Iya!"


Reihan dan Reno kini tengah berada di depan kaca ruang ICU, memandang dari luar keadaan Clara yang masih terpejam dengan berbagai alat medis yang menempel di tubuhnya.


Reihan sedikit merasa bersalah karena bagaimanapun Clara adalah wanita yang pernah masuk dalam kehidupannya di masa lalu. meskipun cara Clara salah dalam mencampur adukkan masalah hati dengan harta.


Kedua orang tua Clara sangat syok melihat putri satu-satunya dalam keadaan koma ditambah lagi saat tau yang menembak timah panas sampai mengenai tubuh Clara tidak lain kakak sepupunya sendiri.


" Rei... mengapa semua sampai seperti ini, kenapa. bukankah kalian sudah tidak berhubungan lagi tapi kenapa putri ku yang menjadi korban!" tanya papa Clara sementara sang ibu masih terus menangis


" Maafkan saya om Pram, tapi jujur saja saya juga tidak tahu kalau akan terjadi seperti ini. dan seperti yang sudah anda ketahui kalau pelaku penembakan adalah Amira keponakan anda sendiri , Amira berusaha untuk menembak putra saya namun saya juga tidak menyangka kalau ternyata justru yang tertembak adalah Clara. dia menyembunyikan lukanya seolah-olah putra saya yang tertembak karena bajunya banyak berlumur darah. Clara menyuruh saya membawa Raka putra saya kerumah sakit dengan segera padahal justru yang tertembak adalah dirinya sendiri. maafkan saya om Pras saya tidak tahu kenapa Clara melakukan ini semua" terang Reihan menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.


" Kita berdo'a saja tuan Pras semoga putri anda dalam keadaan baik dan bisa cepat sadarkan diri. kita semua tidak ada yang mau seperti ini." ucap Reno menenangkan.


" Raka, jadi anak itu adalah anak mu?" tanya Pras serasa tidak percaya. Reihan mengangguk memberi jawaban.


" Iya Om Raka adalah putra saya!"


" Clara sering menceritakan Raka pada kami tapi dia tidak pernah mengatakan kalau Raka adalah putramu.pertama kali bertemu dengan Raka dia begitu antusias menceritakan anak itu pada kami bahkan setiap kali bertemu dengan Raka dia tidak pernah terlewat untuk bercerita. Clara sangat menyukai anak itu bahkan banyak perubahan yang kami lihat pada diri Clara semenjak bertemu dengan Raka. keceriaan dan ke polosan Raka sllu menjadi obat penghibur untuknya. Clara selalu bilang sangat menyayangi Raka dan kemarin ia bilang ingin menemui Raka namun karena ada pemotretan dia mengurungkan niatnya. tapi tidak aku sangka malah seperti ini" tangis Pram pun pecah tatkala teringat keadaan putrinya yang kini tengah koma.


" Raka pun sama om dia sering menceritakan tentang tante cantiknya, setiap hari dia sllu mengajak mba Yati yang mengasuhnya untuk pergi ke taman katanya ingin bertemu dengan Tante cantik. dan kemarin dengan antusias dia pergi ketaman tapi ternyata Tante cantik yang ditunggu-tunggu tidak juga kunjung datang, akhirnya Raka dan mba Yati memilih untuk pulang. namun saat Raka meminta dibelikan es krim tiba-tiba ada yang menculiknya . dan kami juga tidak tahu om kalau ternyata yang disebut Tante cantik oleh Raka adalah Clara. " Reihan benar-benar sangat merasa bersalah dalam hatinya karena telah menuduh Clara.


🏵️🏵️🏵️


Di dalam kamar yang berbeda namun masih dalam satu atap rumah sakit yang sama. Raka sedang merajuk pada sang mama ingin bertemu dengan tante cantik, Cahaya bingung harus mengatakan apa pada Raka dengan kondisi Clara yang masih dalam keadaan koma. karena Cahaya tidak mau menuruti keinginannya Raka sangat sedih dan tidak mau makan.


" Sayang ayo dong makan, biar cepat sembuh!" bujuk Cahaya.


" Gak mau Laka bilang gak mau ya gak mau, Laka maunya Tante cantik. Laka mau ketemu tante cantik. " Rajuk Raka

__ADS_1


" Sayang saat ini tante cantiknya sedang sibuk. nanti mama bilang sama tante cantik kalau Raka mau ketemu. tapi sekarang Raka harus makan dulu biar cepat sembuh. kalau Tante cantik melihat Raka seperti ini nanti tante cantiknya marah dan gak mau nemuin Raka . mau Raka seperti itu,?" Cahaya terus membujuk.


" iya udah iya Laka mam, Laka juga gak mau Tante cantik sedih dan malah sama Laka," ucap Raka polos dan meraih piring yang ada ditangan Cahaya lalu memakannya dengan lahap.


Setelah makan Raka meminum obatnya. keadaan Raka pun sudah sangat baik oleh karena itu Raka sudah di perbolehkan pulang oleh dokter yang baru saja memeriksanya.


•••


2 Minggu kemudian


Karena kejadian tempo lalu dimana Raka mengalami penculikan sejak saat itu Cahaya begitu ketat dalam mengawasi buah hatinya itu. Cahaya selalu menemani Raka kemanapun Raka pergi, baik kesekolah maupun ke taman bermain.


Reihan pun begitu dia memerintahkan Tio dan Bima untuk memperketat penjagaan. dia tidak ingin kecolongan lagi. Reihan takut akan ada Amira- Amira yang lainnya.


Pagi ini Cahaya akhirnya memenuhi keinginan Raka yang terus saja merengek ingin bertemu dengan Clara. awalnya Cahaya menolak usulan dari Intan yang menyuruh Cahaya membawa Raka menemui Clara. bukan apa-apa Cahaya tidak ingin membawa Raka menjenguk Clara karena dia tidak ingin Raka sedih melihat keadaan Tante cantiknya dalam keadaan koma.


Saat ini Cahaya, intan, Raka dan Reno tengah berada didalam mobil menuju rumah sakit,


sementara Reihan tengah berada disana lebih dulu karena di hubungi oleh papa Clara yang mengatakan keadaan Clara semakin memburuk .


Reihan duduk di samping Pras. sementara ibunya Clara berdiri mondar mandir didepan ruang perawatan Clara karena didalam sana beberapa dokter tengah memeriksa keadaan dan perkembangan Clara.


Setelah sampai di rumah sakit cahaya dengan segera membawa Raka ketempat dimana Clara berada.


" Ma, kok kita kesini sih, ini kan rumah sakit memang siapa yang sakit?" tanya Raka polos


" Ma, kenapa kesini , kita kan mau ketemu dengan tante cantik. dimana tante cantik ma, Raka kangen,,!" lanjutnya membuat Cahaya bingung harus menjawab apa.


sampai di ruangan Clara, Cahaya dan Raka langsung menghambur kearah Reihan di ikuti oleh Reno dan Intan.


" Ma, mana Tante cantik?" tanya Raka polos. papa Clara yang mendengar ada suara anak kecil menyebut Tante cantik Pras langsung menoleh kesumber sauara.


" Apa anak itu yang bernama Raka ?" tanya Pras yang begitu penasaran dengan sosok anak kecil yang selalu di ceritakan Clara.


" Hai sayang, apa kamu yang bernama Raka?" tanya papa Pras menghampiri Raka dan berjongkok mensejajarkan tingginya dengan Raka.

__ADS_1


" Iya, nama aku Laka.. emmm..??" jawab Raka sambil menoleh ke mama dan papanya bergantian.


" Sayang, ini papanya tante cantik" ucap Cahaya memperkenalkan


" Panggil Opa saja ya, boleh?" Pras menoleh ke Reihan dan Cahaya seakan meminta izin dan langsung diangguki oleh Cahaya dan Reihan.


" Iya opa, tapi dimana tante cantiknya?" tanya Raka yang sedari tadi sudah celingak-celinguk mencari keberadaan Clara.


" Sayang tante cantiknya sekarang lagi tidur di dalam, apa Raka bisa membangunkan Tante cantik, opa sudah bangunin tapi tante cantiknya gak mau bangun" ucap lembut Pras.


" Tante cantik tidulnya lama ya opa, Laka kalau mama atau papa bangunin Laka pasti langsung bangun opa, kenapa tante cantik gak mau bangun opa? apa tante cantik malah?" tanya Raka polos.


Raka dan Cahaya masuk kedalam ruangan dimana Clara di rawat, Raka bingung karena melihat tante cantiknya tidur dengan beberapa selang dimulut dan tangannya.


Raka mendekati Clara dan meminta kepada sang mama untuk digendong agar bisa lebih dekat dengan Clara.


" Tante cantik bangun,kok tante cantik diam aja. apa Tante cantik gak Lindu sama laka!" ucap Raka sedih


" Mama kenapa tante cantik gak mau bangun, apa Tante cantik malah ya sama Laka..? Hwaaaaaaaa....." tanya Raka pada Cahaya lalu menangis karena tante cantiknya tidak mau bangun.


" Sayang, tante cantik gak marah. mungkin tante cantiknya capek.!" ucap Cahaya menghibur Raka walaupun sebenarnya hatinya begitu teriris melihat kondisi Clara yang masih dalam keadaan koma.


" Terus kapan tante cantiknya akan bangun ma, Laka mau main lagi sama tante cantik. ayo dong tante cantik bangun.... bangun... bangun.. hwaaaaaaaa....." karena Clara masih tidak bergeming membuat Raka semakin sedih dan menangis. " Tante cantik jahat, tante cantik gak sayang lagi sama Laka , tante cantik gak mau bangun-bangun Laka benci tante cantik yang gak mau main lagi sama Laka , Laka benci... huuuuuuu..." ucap Raka disela tangisnya yang terisak.


" Raka sayang gak boleh bicara seperti itu, nanti tante cantiknya nangis dan sedih kalau Raka bicara seperti itu!" ucap Cahaya lembut


" Biarin aja, Laka gak mau ketemu sama tante cantik lagi kalau tante cantik gak mau bangun sekarang!" Rajuk Raka membuat Cahaya tidak kuasa lagi menahan tangisnya.


" Mama Laka mau pulang!" melihat raut sedih Raka membuat Cahaya ikut sedih.


" iya sayang, tapi pamit dulu sama tante cantik" titah Cahaya.


" Gak mau!" jawab Raka marah


" Sayang!" lirih Cahaya.

__ADS_1


Raka turun dari gendongan Cahaya dan melangkah keluar namun baru beranda di depan pintu.


" Ra....Ka..!"


__ADS_2