RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Kecelakaan Reno


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Reno ditabrak dari arah belakang oleh mobil truk yang mengalami rem blong. Sang supir truk meninggal ditempat karena menghantam kuat mobil Reno dari arah belakang. sementara Reno yang mengalami luka dikepala dan juga kakinya yang terjepit jok mobil langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.


Reno dibawa keruang UGD untuk segera ditangani lebih lanjut karena hantaman yang cukup keras mengenai kepalanya membuat Reno tidak sadarkan diri. Polisi yang mengevakuasi Reno menemukan ponsel Reno dan dengan segera polisi tersebut menghubungi anggota keluarga.


_____________


Cahaya yang masih syok diam mematung dan tidak bisa bicara apa-apa. Intan yang berada di samping Cahaya memperhatikannya dan sedikit bingung. Intan menyentuh tangan Cahaya pelan dan menatapnya lekat.


" Ca ada apa?" panggil Intan namun Cahaya menggeleng.


" Tidak apa-apa" Cahaya lalu diam. " aku berharap mas Reno baik-baik saja!" gumam Cahaya dalam hati. meski rasa cemas begitu besar dalam hatinya dan kegelisahan dihatinya sangat kuat Cahaya berusaha untuk tenang. Cahaya kembali menghubingi nomor Reno tapi tidak ada jawaban. Cahaya sedikit panik dan berkali kali mencoba menghubunginya lagi namun alhasil tetap sama tidak ada jawaban.


Intan bingung dan terus memperhatikan Cahaya yang terlihat panik dengan telpon genggam ditangannya. Cahaya berjalan mondar mandir berharap panggilannya terjawab namun tetap saja sia sia.


" Ca!" Intan menghampiri sahabatnya dan Raka diambil oleh mba Yati yang memang sllu ikut menjaga Raka. Cahaya masih terdiam hanya tersenyum getir. Intan hendak mengambil air minum untuk Cahaya namun belum sempat tangannya meraih gelas minum terdengar nada suara dering ponsel.


Dreettt... Dreetttt...


Telpon yang Cahaya pegang kembali berdering, namun Cahaya diam saja tubuhnya terasa berat karena tiba-tiba teringat suara dentuman dan teriakkan kakaknya dari ujung telpon membuat Cahaya syok. dering ponsel terus saja berbunyi tapi Cahaya masih diam mematung Intan yang melihat Cahaya seperti itu mengambil benda pipih dari tangannya. awalnya dia ragu untuk mengangkatnya karena nama yang tertera memanggil itu Reno. namun dia mengabaikan rasa sakit hatinya karena melihat wajah syok Cahaya membuat Intan berpikir terjadi sesuatu dengan Reihan. dengan jantung yang berdebar debar Intan lalu menggeser tombol berwarna hijau.


" Hal...hallo, Assalamualaikum!" Intan menjawab telpon tersebut sedikut gugup. dan merangkul Cahaya untuk duduk kembali dikursi.


" Wa'alaikum salam. Selamat sore!" Intan terkejut karena suara yang didengar bukanlah suara Reno.


" Iy...iya ini siapa?" Jantung Intan semakin tidak karuan pikirannya mulai kemana mana.


" Apa benar saya berbicara dengan keluarga dari bapak Reno putra Darmawan ?"Suara tegas dan berwibawa terdengar dari ujung telpon. hati intan semakin gelisah dan melirik Cahaya.


" Iya benar, ada apa ya pak? dan maaf saya berbicara dengan siapa ya? dimana pemilik ponsel ini pak?" tanya Intan dengan sedkit gemetar rasa cemasnya semakin kuat. pikirannya sudah melayang entah kemana.


" Saya dari pihak kepolisian!" jawab pak Polisi


" Kepolisian?" Intan terkejut dan seketika Cahaya tersadar dari pikirannya dan menatap lekat Intan.


" Kepolisian?" tanya Cahaya yang langsung mengambil alih ponsel yang berada ditangan Intan sebelum Intan sempat menjawab pertanyaannya.


" Maaf kalau boleh tahu saya berbicara dengan siapa dari keluarga pak Reno?"


" saya Cahaya, adiknya pak Reno!"


" Maaf bu, saya dari pihak kepolisian hanya ingin memberitahu kepada pihak keluarga bahwa Pak Reno Putra Darmawan mengalami kecelakaan dan saat ini dirawat di RS. CITRA MEDIKA !" terang pak polisi.

__ADS_1


" Ap...apa, Mas Reno Kecelakaan?" Suara cahaya berat dan Intan terkejut yang selintas mendengar pembicaraan Cahaya.


" Mas Reno kecelakaan?" Gumam Intan dalam hati, rasa kesal dan bencinya berubah menjadi kecemasan yang tiada tara. saat ini Intan bingung harus bersikap bagaimana. disatu sisi ia ingin melupakan Reno tapi disisi lain Intan sangat mengkhawatirkan keadaan Reno.


" Ca, ap.. apa benar mas Reno kecelakaan?" Intan bertanya dengan terbata bata.


" Hemmmm..!" Cahaya hanya bisa mengangguk lidahnya terasa sulit untuk bicara airmatanya sudah mengalir dengan derasnya.


Cahaya lalu teringat dengan suaminya dan dengan segera menghubunginya.


" Assalamualaikum!"


" Wa'alaikum salam !"


" Mas.... mas Reno!" lirih Cahaya


" Kamu sudah tahu?" Tanya Reihan


" Iya mas... ihikkk.. ihikk..!" Cahaya menjawab sambil terisak.


" Kamu dimana sekarang?"


" Aku di mall bersama Intan!"


" Iya mas!"


" Ya sudah, kamu yang sabar dan tenangkan dirimu. do'akan mas Reno dalam keadaan baik!"


" Amin. iya mas!"


" Jangan menangis lagi. mas tutup telponnya.!"


" Iya!"


" Assalamualaikum


" Wa'alaikum salam


Cahaya menoleh ke intan yang entah kenapa wajahnya terlihat begitu cemas. Cahaya memang belum mengetahui kedekatan antara Reno dan Intan. selama ini ia hanya menggoda keduanya.


Cahaya menepuk bahu Intan dan hal itu membuat Intan terkesiap dan sadar dari pikiran pikirannya.

__ADS_1


" Intan kita pulang sekarang, mas Reihan akan menyuruh Tio menjemputku!" Cahaya memberitahu kepada Intan perihal kepergiannya ke rumah sakit tempat Reno dirawat.


" Ca, apa boleh aku ikut denganmu?" Tanya Intan ragu-ragu.


" Tentu saja boleh. kita pergi sama - sama. ayo kita harus cepat pukang!" Cahaya dan Intan dengan buru -buru melangkah pulang di ikuti oleh mba yati yang menggendong Raka menuju mobilnya.


setelah 30 menit perjalanan. mobil yang ditumpangi Cahaya , Intan , mba yati dan Raka sudah sampai di pekarangan rumah. Cahaya bergegas mengambil beberapa keperluan yang harus ia bawa untuk Raka.


setelah semuanya siap mereka pergi bersama Tio menuju RS. CITRA MEDIKA.


setibanya di rumah sakit Cahaya dan Intan bergegas menuju ruangan Reno dirawat. sementara mba yati dan Raka berada di hotel yang tidak jauh dari rumah sakit tersebut.


" Mas!" Lirih Cahaya yang langsung berhambur memeluk Reihan yang sedang berada didepan kamar perawatan Reno.


Reihan menenangkan Cahaya dan menyuruhnya untuk duduk. Reno sedang diperiksa oleh dokter. Intan berjalan lesu menghampiri Reihan dan Cahaya.


" Pak Reihan!" Sapa Intan dan sedikit membungkukkan badan memberi hormat kepada atasannya.


" Intan, kau juga datang?" Reihan memperhatikan Intan yang terlihat cemas.


" Iya pak, bagaimana keadaan pak Reno?" tanya Intan


" Dokter sedang memeriksanya didalam. !" Reihan menunjuk dengan ekor matanya kearah ruangan Reno.


Intan menatap kearah ruangan Reno. hatinya begitu tidak karuan. memikirkan keadaan Reno. entah mengapa Intan merasa begitu takut. takut sesuatu terjadi pada Reno.


Intan sedang sibuk dengan pikirannya dan Cahaya duduk bersandar dibahu suaminya.


Pintu ruangan terbuka dan seorang dokter keluar dari ruangan itu.


Reihan dan Cahaya berhambur menemui dokter tersebut Intan menyusul perlahan


" Dokter bagaimana keadaan kakak saya?" Cahaya merasa khawatir


" Pasien saat ini sudah sadar dan keadaannya sudah sedikit membaik!" terang sang dokter.


" Alhamdulillah!" Ucap Reihan, Cahaya dan Intan bersamaan.


" Apa boleh kami melihatnya dok?" Tanya Reihan.


" Silahkan!" Jawab dokter dan berlalu pergi

__ADS_1


Reihan dan Cahaya begitu senang dan langsung masuk kedalam ruangan dimana Reno berada.


__ADS_2