RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Clara keritis


__ADS_3

Amira langsung terhuyung dan terjatuh begitu juga dengan Raka namun dengan sigap Clara menangkap tubuh mungil Raka. Amira yang merasa gerampun membidik tembakannya ke arah Raka dan


Dorrr....


Suara itu pun memenuhi seisi ruangan.


" Raka!" teriak Reihan dan Reno bersamaan


Amira tertawa puas namun seketika tawanya pun lenyap setelah polisi datang dan menangkapnya.


Raka dalam keadaan tidak sadarkan diri dan Reihan langsung mengambil Raka dari pangkuan Clara. " Raka bangun sayang, papa mohon sayang bangun!" Reihan tidak lagi mampu membendung air matanya.


" Raka bangunlah sayang, ini papa sayang!" panggilnya lagi. Reihan semakin histeris karena Raka tidak juga membuka matanya di tambah lagi tubuhnya yang sudah bersimbah darah.


" Kau benar-benar tidak punya hati!" ucap Reihan dengan ketus kepada Clara. mendengar ucapan yang di lontarkan Reihan ada rasa sakit yang teramat sangat di hatinya namun Clara berusaha untuk bersikap biasa.


" Jangan banyak bicara, sebaiknya kau cepat membawa Raka ke rumah sakit karena tadi dia mengeluh perutnya sakit" ucap Clara sambil tersenyum menyembunyikan rasa sakit yang tengah ia rasakan.


Reihan mengangkat tubuh mungil sang putra dan bergegas hendak membawanya ke rumah sakit.


" Urusan kita belum selesai!" ucap Reihan dengan tatapan horor


" Tio kau urus wanita ini!" titah Reihan tegas sebelum dia membawa Raka pergi ke rumah sakit.


Setelah Reihan dan Reno meninggalkan tempat kejadian, Tubuh Clara terhempas ke lantai dengan tubuh bersimbah darah. Tio yang melihat Clara tidak sadarkan diri langsung menghampirinya.


" Astaga!" ucap Tio terkejut dan langsung membawa Clara ke rumah sakit


🌳🌳🌳


Setelah sampai di rumah sakit Raka langsung mendapat penanganan dari tim Dokter. Reihan mondar-mandir dengan hati tidak karuan karena takut terjadi apa-apa pada putranya.


Reno berusaha menenangkan tapi tetap saja Reihan tidak bisa tenang sebelum mendapatkan jawaban dari dokter tentang putranya.


Cahaya datang bersama Intan dan juga mama Sekar. dengan tergesa-gesa mereka langsung menghampiri Reihan yang tengah duduk di lantai dan Reno berdiri tepat di sampingnya.


" Bagaimana keadaan Raka mas?" tanya Cahaya dengan tangis yang masih saja mengalir semenjak mendengar kabar Raka dibawa ke rumah sakit.


Reihan hanya menggeleng matanya pun sembab karena terlalu banyak menangis. dan saat Mama Widia dan papa Bram datang bertepatan dengan pintu ruangan UGD terbuka.


Ceklekk

__ADS_1


pintu ruangan UGD terbuka, Reihan dan Reno langsung menghampiri dokter Malik yang menangani Raka diikuti semuanya.


" Bagaimana keadaan anak saya dokter?" tanya Reihan cemas


" Alhamdulillah, pasien baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.penyebabnya pingsan mungkin hanya karena syok." tutur dokter Malik


" Anak saya baik-baik saja dok, lalu luka tembaknya?" tanya Reihan bingung


" Pasien tidak mengalami luka apa-apa," ucap dokter menjelaskan


" Bagaimana mungkin, lalu darah itu?" Reihan menggantukan pertanyaannya dan baru teringat dengan Clara.


" Apa mungkin...?" gumamnya


" Pak Reihan, anak Anda tidak ada luka yang serius tapi mungkin trauma yang dialaminya cukup mengganggu pikirannya.sebaiknya bapak sama ibu bisa membuat dia melupakan tentang semua hal yang menyebabkan trauma psikisnya!" ucap sang dokter.


" Baik dokter terima kasih!" ucap Reihan.


Cahaya dan yang merasa sangat bersyukur setelah mendengar keadaan Raka baik-baik saja, tapi ada hal yang sedikit mengganjal di pikiran Reihan saat ini.


Reno yang melihat raut wajah tegang pada Reihan langsung menghampirinya.


" Ada apa?" tanya Reno


Reihan berhenti di taman yang ada di rumah sakit. ia sedang menelpon seseorang raut wajahnya begitu tegang.


(....)


" Bagaimana keadaannya?" tanya Reihan


(.....)


" Apa, jadi dugaan ku benar, lalu bagaimana kondisinya sekarang?" tanya Reihan sesekali mengacak rambutnya kasar.


Reno hanya memperhatikan Reihan dari jauh.


(.....)


" Kritis? Tio pastikan dokter yang menanganinya melakukan yang terbaik untuknya, setidaknya dia sudah mengorbankan dirinya untuk anakku" ucap Reihan lirih


(.....)

__ADS_1


Setelah sambungan telepon terputus, Reihan menghempaskan tubuhnya di atas kursi yang ada di taman tersebut. dia membuang napasnya kasar menangkup wajahnya dengan kedua tangannya.


" Ada apa?" tanya Reno mengejutkan Reihan. dengan santai Reno duduk di sebelah Reihan.


" Ada masalah apa?" tanya Reno Kembali


Reihan menengok dan menatap Reno dengan sendu


" Clara kritis" ucap Reihan pelan


" Kritis, bagaimana bisa. apa yang terjadi?" tanya Reno


" Raka, demi Raka ia mengorbankan dirinya sendiri, aku mengira Raka yang tertembak karena tubuhnya berlumur darah ternyata aku salah Itu darah Clara!" ucap Reihan menyesal karena sempat mengumpat pada Clara.


" Jadi maksudmu dia sudah berkorban untuk Raka, bagaimana mungkin dia melakukan itu. ?"


tanya Reno yang masih tidak percaya


" Tio bilang sebelum Clara tidak sadarkan diri dia terus menerus menanyakan keadaan Raka dan memanggil nama Raka!" jawab Reihan.


" Sekarang Clara dalam keadaan kritis dan koma!" tambahnya lagi.


" Apa mereka benar-benar sedekat itu?" tanya Reno


" Aku juga tidak tahu, tapi yang aku tahu dari Tio dalang dari semua penculikan adalah Amira. !" ucap Reihan


" lalu apa yang akan kamu lakukan terhadap wanita iblis itu?" tanya Reno.


" memberikan dia hukuman yang setimpal!" ucap geram Reihan.


Tiba-tiba ponsel Reihan berdering.


" Ya hallo?"


(...)


" Apa?"


(..…)


" Baiklah, aku akan segera kesana!" Reihan mengajak Reno untuk ikut bersamanya.

__ADS_1


mereka pun pergi namun sebelum pergi mereka menyempatkan diri terlebih dahulu untuk menemuinya para isteri mereka.


__ADS_2