RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
menjijikan


__ADS_3

Intan berjalan di mall sendirian, awalnya dia ingin langsung pulang untuk segera beristirahat namun niatnya urung setelah melewati mall dan dia memutuskan untuk menghilangkan kepenatan dipikirannya dengan berjalan-jalan sebentar di mall.


Intan duduk dikursi sebuah kedai makan yang ada di mall tersebut. ia memesan semangkuk mie dan segelas jus jeruk hangat dan tidak menunggu waktu lama pesanan intan pun telah tersaji.


Intan mengeluarkan benda pipih dari dalam tas kecilnya lalu mengaktivkannya.


dreett... dreettt...


Beberapa pesan masuk ke ponselnya dan puluhan notifikasi panggilan tidak terjawab.


" Banyak sekali!" Intan menekan satu persatu pesan yang masuk.


" Kak Intan, kakak sudah sampai?" 📩 CITRA


" **Kak Reno tadi datang ke rumah sakit mencari kak Intan!"


" Kak Intan baik-baik aja kan ka**?"


" Kenapa nomor kak Intan gak aktif, Kak balas ya pesan ini. aku khawatir kakak kenapa-kenapa!"


" Anak ini, bikin kak intan tambah sayang aja !" guman Intan terkekeh.


" Dia menelponku? biarin aja deh. aku lagi sebel!" gumam intan saat melihat notifikasi telpon masuk dari Reno.


" emmm.. dia mengirim pesan juga!" gerutunya lalu membaca pesan dari Reno.


" **Kamu dimana?"


" Kenapa ponselmu tidak aktif?"


" Kenapa pulang tidak menghubungiku terlebih dahulu?"


" Jawab pesanku!"


" Telpon aku jika sudah membaca pesanku!"


" Intan jawab aku!"


" Intan kau berani mengabaikanku?"


" Berani sekali kau mengabaikan seorang Reno!"


" Intan awas saja kau ya!"


" Intan**!"


" Issshhh.... apa-apaan dia, mengancamku begitu. menyebalkan. aku tidak peduli denganmu. tidak peduli ancamanmu!" Intan meletakkan kasar ponselnya diatas meja lalu ia menyantap mie yang tadi dipesannya.

__ADS_1


Dreerrrtttttt...... benda pipih yang ada disamping gelas Intan berdering. Intan meliriknya dan nama Reno terukir disana.


Intan mengambil benda pipih tersebut dan menggeser layar berwarna hijau.


" Assalamualaikum!"


" Wa'alaikum salam, kamu dimana?" tanya Reno cemas


" Ak...aku sedang makan di...!" ucapan Intan terhenti saat pandangannya menangkap sosok yang sangat ia kenal.


" yaudah kamu lanjutin aja makannya setelah itu kamu istirahat. kalau ada apa-apa hubungi aku. saat ini aku sibuk jadi tidak bisa menemuimu. tidak apa-apa kan?" Tanya Reno.


" Iya gak apa-apa!" Tanpa sadar airmata Intan sudah menganak sungai.


Diseberang Intan melihat sosok pria yang baru saja menelponnya sedang berjalan bersama seorang wanita cantik yang terlihat begitu elegan busana dan tas yang di pakainya pun bermerk. membuat Intan sadar akan dirinya siapa yang tidak sepadan dengan Reno.


"Hai... udah lama?" Tanya sang wanita pada Reno yang bergelayut manja yang tak lain adalah Amira. sementara disisi lain ada seseorang yang merasa perih hatinya melihat kemesraan keduanya.


" Belum, aku juga baru datang!" sahut Reno dengan senyum yang dipaksakan.


" Yaudah yuk kita duduk disana aja!" Amira menggandeng tangan Reno dan Reno melangkahkan kakinya mengikuti Amira.


Reno dan Amira duduk di kursi yang tidak jauh dari Intan berada. Manik mata Intan tak lepas dari menatap keduanya meski hatinya bagaikan teriris ribuan pisau Intan berusaha untuk menguatkan hatinya.


Reno dan Amira memesan makanan dan tidak berapa lama hidanga pun tersaji diatas meja mereka. Reno memakan makanannya dan Amira mencoba untuk merayu Reno dengan menyuapi makanan miliknya awalnya Reno menolak tapi karena Amira terus memaksa akhirnya Reno menerima suapan dari Amira.


Intan berusaha tegar dan mengambil benda pipih yang ada diatas meja ia mencoba menghubungi pria yang sudah membuatnya sakit hati.


Drettt..... drettt...


Reno mengambil ponselnya yang bergetar dari saku jasnya.


" Assalamu'alaikum!"


" Wa'alaikum salam. ada apa?"


" Apa mas ada waktu?" Intan mencoba menenangkan hatinya yang berkecamuk


"kenapa?" Reno dengan santainya


" Bisa jemput aku?" Intan mengetes Reno


" Maaf, kalau sekarang aku tidak bisa!" Reno memijat dahinya pelan.


" Kenapa, apa mas masih sibuk dikantor?" Intan memancing


" emmm... iya." Reno berbohong

__ADS_1


" Apa mas masih sibuk banger ya?"


Intan berusaha menahan tangisnya tangannya mengepal kuat


" Emm...aku masih ada urusan pekerjaan. nanti aku telpon lagi ya!" Reno mematikan sambungan telponnya dan Intan mengelus dada mencoba menatralisir darahnya yang mendidih.


" Mas kenapa kamu tega sama aku mas!" Gumam Intan dengan isak tangisnya yang pecah.


Reno memasukkan kembali Ponselnya dalam saku jasnya.


Amira masih terus memperhatikan Reno dan menatapnya dengan penuh ambisi untuk memiliki pria tampan yang berada dihadapannya.


" Kamu kenapa ngeliatin aku kaya gitu?" Reno memperhatikan tatapan Amira yang intens terhadapnya.


" Rasanya aku sudah tidak sabar untuk memilikimu seutuhnya sayang!" ucap Amira menggoda.


" Jangan berpikir terlalu jauh!" Reno mengingatkan.


" kamu jangan sombong sayang, kau tahu aku bisa dengan mudah menghancurkanmu. apa kau juga mau aku menghancurkan hidup seseorang yang bernama Intan?" Ancam Amira.


" Kau!" Hardik Reno. " Aku tidak akan melepaskanmu jika sampai kau menyentuh dan mengganggunya. ingat itu!" Reno dengan geram dan kembali memberi ancaman pada Amira.


" Uhhh... takut!" Amira seolah olah merasa takut dengan ancaman Reno. " Aku tidak akan menyakitinya asalkan kamu mau menikah denganku!" Lanjut Amira.


" Kau sudah gila ya? menikah denganmu omong kosong apalagi yang sedang kau rencanakan?" Reno semakin geram.


" Aku sudah gila. gila karena kamu sayang. aku rasanya benar-benar tidak tahan !" Ucap Amira yang entah sejak kapan sudah berada di pangkuan Reno dengan tangan yang sudah melingkar di lehernya.


Intan yang masih memperhatikan Reno dan Amira merasa jijik disaat Amira mendaratkan ciumannya dibibir Reno. sontak Intan mencengkram gelas yang dipegangnya dengan kuat sampai bunyi kretek karena Reno terlihat tanpa ada penolakan.


" Apa kau begitu menikmatinya?" Geram Intan


Intan merasa sudah cukup baginya melihat pemandangan yang membuat rasa sakit dihatinya semakin membesar. ia memutuskan untuk meninggalkan pemandangan yang membuat hatinya hancur berkeping-keping.


Intan beranjak dari duduknya dan berjalan kearah pintu keluar yang membuat dirinya terpaksa melewati Reno dan Amira berada.


Reno sontak terkejut saat manik matanya menangkap bayangan Intan yang melewatinya begitu saja. " Intan?" gumamnya. Reno yang masih mendapatkan serangan lembut dari Amira dengan keras mendorong tubuh Amira dan melepaskan tautannya.


Reno berdiri dari duduknya hingga membuat Amira hampir saja terjatuh.


" Aku harus pergi!" Ucap Reno yang langsung berlari mengejar Intan. saat sampai diluar pintu mall Reno mencari keberadaan Intan tapi hasilnya nihil Reno tidak menemukan Intan.


" Akhhh... !" teriak Reno prustasi. " Apa yang aku lihat tadi itu benar-benar Intan?" gumamnya.


" ahhhh... sial. jika dia melihatku tadi dia pasti salah paham dan akan membenciku!" kesal Reno dengan kebodohannya


Amira yang masih berada didalam mall merasa geram dengan perlakuan Reno yang meninggalkannya begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2