
Cahaya mengerjapkan mata disaat pagi datang menyapa.dilihatnya wajah tampan suaminya yang masih tidur terlelap disampingnya. Cahaya tersenyum tipis lalu jemari lentiknya menyentuh dengan lembut pipi suaminya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Cahaya beranjak dari tempat tidur lalu menuju kamar mandi setelahnya ia melaksanakan kewajibannya menjalankan sholat subuh.
Usai melaksanakan sholat subuh Cahaya membangunkan Reihan yang masih asik dengan alam mimpinya. " Mas bangun... sholat subuh dulu mas!" panggil Cahaya sambil menggoyangkan bahu Reihan membangunkannya.
Reihan menggeliat lalu dengan perlahan dia membuka matanya dan tersenyum saat mendapati wajah cantik sang isteri yang berada tepat dihadapannya.
" Bangun mas!" ucap Cahaya dengan lembut.
Reihan bangun dan merenggangkan otot-ototnya sebelum beranjak dari tempat tidur. " Mas mandi setelah itu sholat subuh. aku mau turun dulu menyiapkan sarapan!" ucap Cahaya yang diangguki Reihan dengan seulas senyum tipis di bibirnya.
Cahaya pergi kedapur sementara Reihan masuk kedalam kamar mandi.
Hampir satu jam Cahaya berkutat didapur untuk menyiapkan sarapan dibantu oleh mbok Ijah yang kini ikut bekerja dengan Cahaya setelah kedua orang tua Reihan tidak mempekerjakannya tempo lalu.
" Mbok tolong ya ditata semua masakannya di atas meja, aku mau memanggil mas Reihan dulu untuk sarapan!" ucap Cahaya kepada mbok Ijah.
" Iya non, beres itu mah!" ucap mbok Ijah sambil tersenyum
Cahaya tertawa kecil melihat tingkah mbok Ijah yang begitu bersemangat setelah itu ia menaiki satu persatu anak tangga menuju kamarnya dimana saat ini Reihan berada.
Dengan perlahan Cahaya membuka pintu kamarnya dan dilihatnya sosok pria tampan yang sedang tersenyum manis kepadanya didepan cermin sambil menyisir rambutnya yang sedikit basah.
" Mas sudah rapih?" tanya Cahaya sambil melangkahkan kakinya mendekati suaminya.
" Sudah, mas hari ini ada meeting pagi jadi harus berangkat lebih awal!" ucap Reihan meletakkan sisirnya lalu menggunakan dasinya. Cahaya meraih jas yang telah tadi sudah disiapkannya sebelum turun membuat sarapan lalu membantu Reihan memakainya.
" Terima kasih sayang!" ucap Reihan lembut seraya mencium lembut kening Cahaya.
" Oia, mas besok itu kan hari Sabtu bagaimana kalau kita berkunjung ke rumah Mama Widia kita kan sudah lama mas tidak mengunjungi mereka, pasti mereka sudah kangen banget mas sama Raka.!" ucap Cahaya.
" Ide yang bagus mas setuju itu" Reihan mengelus pipi Cahaya lembut. " Ya sudah sebaiknya sekarang kita turun buat sarapan karena mas harus berangkat pagi hari ini!" ucap Reihan merangkul bahu Cahaya dan menggiringnya turun menuju meja makan.
__ADS_1
Seperti biasa Cahaya melayani suaminya terlebih dahulu, menyendokkan nasi beserta lauk pauknya ke piring suaminya, setelah itu baru menyendok untuk dirinya sendiri.
Selesai sarapan Reihan berangkat kekantor seperti biasa Cahaya mengantarkannya sampai di depan rumah.
Setelah Reihan berangkat ke kantor Cahaya mengajak Raka untuk berjalan jalan disekitar taman yang tidak jauh dari area rumahnya ditemani Mba Yati. sesampainya ditaman Cahaya merasa sedikit haus lalu meminta Mba Yati untuk menjaga Raka sebentar sementara ia pergi untuk membeli minuman.
" Mba aku mau beli minum dulu ya sebentar tolong jagain Raka!" ucap Cahaya
" Baik Bu!" sahut mba Yati dengan sopan.
Cahaya berjalan menuju salah satu penjual minuman yang ada ditaman tersebut,selain membeli minuman Cahaya juga sedikit membeli cemilan.
Mba Yati tengah duduk di bangku taman sambil memangku Raka, tiba-tiba Raka memberontak dan minta turun.akhirnya Mba Yati menuruti kemauannya dan menurunkan Raka dari pangkuannya. Raka termasuk anak yang aktif dia berlari kesana-kemari membuat Mba Yati sedikit kewalahan mengejar Raka yang tidak mau diam. Raka terus berlarian sampai akhirnya dia menubruk seseorang.
Brukkk
Raka terjatuh, dengan cepat orang yang Raka tubruk menyambutnya dan mengusap lembut celana Raka yang kotor.
" Nda pa pa Tante Laka anak cuat kok, maafin Laka ya Tante udah nablak tante !" ucap Raka yang masih sedikit cadel.
" Gak apa-apa sayang, nama kamu siapa, Raka?" tanya wanita itu
" Iya Tante!" jawab Raka
Mba Yati langsung berlari menghampiri Raka ada perasaan takut dan juga khawatir.
" Raka tidak apa-apa kan?" tanya Mba Yati cemas
" Laka nda apa-apa kok Mba, Laka kan cuat!" sahut Raka sambil mengangkat tangannya memperlihatkan otot tangannya seperti saat papa Reihan memperlihatkan otot-ototnya pada Raka.
wanita itu tersenyum melihat Raka yang begitu lucu dan menggemaskan.
__ADS_1
Tante cantik ciapa namanya boleh nda Laka kenayan?" tanya Raka membuat wanita itu tertawa lebar karena menurutnya tingkah Raka sudah seperti pria dewasa yang sedang mengajaknya kenalan.
" Kamu tuh lucu banget sih.. !" wanita itu mengusap lembut kepala Raka. " kenalin nama tante Clara!" ya wanita itu adalah Clara dia baru saja bertemu dengan Amira ditaman itu. Clara mengulurkan tangannya dan Raka membalasnya lalu mencium punggung tangan Clara.
" Duh anak pintar!" ucap Clara dengan senyum yang mengembang. " yaudah tante pamit pergi dulu ya, kamu hati-hati ya Raka jangan berlarian ditempat umum seperti ini, Mba jaga Raka nya dengan baik ya!" pamit Clara yang diangguki oleh Mba Yati.
" Tante cantik juga hati-hati ya, nanti kita masih bisa ketemu lagi kan Tante?" tanya Raka
" Iya sayang, kapan-kapan kita pasti ketemu lagi, dah Raka!" ucap Clara melambaikan tangannya.
" Da dah Tante!" ucap Raka ikut melambaikan tangannya.
setelah Clara pergi Mba Yati mengajak Raka untuk kembali ke bangku tempat mereka duduki tadi dan disaat yang bersamaan Cahaya pun tengah berjalan menghampiri mereka.
" Mama....!" teriak Raka berlari menghambur kepelukan Cahaya yang langsung berjongkok mensejajarkan tingginya dengan Raka.
" Anak Mama kok kelihatan senang gitu ada apa?" tanya Cahaya yang melihat Raka begitu senang.
" Mama tau gak tadi Laka beltemu denan tante cantik!" ucap Raka dengan gembiranya menceritakan kejadian tadi.
" Tante cantik siapa?" tanya Cahaya penasaran.
" Tadi Laka gak cengaja nablak tante cantik!" ucap Raka dengan polos.
" nabrak? tapi kamu gak apa-apa kan sayang?" tanya Cahaya cemas.
" Gak dong ma Laka kan anak cuat!" jawab Raka dengan menyengir.
" Kamu ini, lain kali hati-hati sayang!" ucap Cahaya. " Yaudah ayok sekarang kita pulang saja ya!" ajak Cahaya.
" nda mau, Laka mau main itu!" Raka menunjuk kearah ayunan dan prosodan yang ada ditaman tersebut.
__ADS_1
Cahaya pun menuruti kemauannya dan mereka pun bermain sebentar menemani Raka.