RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Malam pertama


__ADS_3

Setelah berada didalam kamar Reno memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sementara Intan merebahkan tubuhnya yang terasa cukup melelahkan.


setelah 20 menit Reno keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar dipinggangnya. Reno melihat Intan sedang rebahan diatas kasur mendekatinya dan menduduki dirinya disamping Intan.


" Sayang apa kamu tidak akan mandi dulu sebelum tidur?" Reno mengusap pipi Intan dengan lembut. Intan yang memejamkan mata pun tersentak kaget saat merasakan sentuhan lembut di pipinya. Intan bangun dan duduk menatap suaminya lekat yang hanya menggunakan handuk sehingga roti sobek milik Reno begitu terpampang nyata dihadapan Intan. Pemandangan yang membuat jantung Intan memompa sangat cepat.


" Apa kau akan terus memandangi tubuh suamimu ini?" Tanya Reno yang langsung membuat Intan terkesiap dan salah tingkah.


Reno tergelak melihat wajah Intan yang salah tingkah dan merona.


" Kamu boleh memegang sepuasnya bukan hanya memandanginya saja sayang!" Reno berdiri membuat Intan dengan spontan memalingkan wajahnya. ia merasa sangat malu melihat Reno yang hanya memakai handuk.


" Mas Reno apa-apaan sih, sudah sana cepat pakai baju!" Intan masih tidak menoleh kearah Reno.


" Kenapa harus pakai baju kalau nantinya juga harus dilepas?" ucap Reno dengen santai.


" Maksudnya?" Dengan polos Intan bertanya.


" Aku rasa kamu tidak sepolos itu sayang, kau pasti sudah tau maksudku kan?" Reno menyeringai dan mengedipkan mata genit.


" Ak..aku..!" Intan memang tau maksud dari ucapan Reno dan dia memang bukan wanita sepolos itu. tapi Intan merasa malu dan gugup bila berhadapan dengan Reno


" Sudah cepat sana mandi, atau kamu maunya sekarang saja kita beraksi dan baru mandi setelah itu?" Goda Reno dan semakin mendekat pada Intan.


Melihat Reno yang naik keatas tempat tidur dengan langkah cepat Intan turun dari tempat tidur " Aku mau mandi dulu !" Intan berlari kekamar mandi.


Reno tertawa melihat tingkah Intan yang menurutnya terlihat sangat menggemaskan.


Sekitar hampir 30 menit Intan masih belum juga keluar dari kamar mandi dan hal itu membuat Reno merasa sedikit khawatir.


" Sayang apa masih lama ?" Tanya Reno setelah mengetuk pintu kamar mandi yang belum jug terbuka.


" iya sebentar!" jawab Intan dari dalam.


" Lama sekali, apa ritual mandi seorang wanita segitu lamanya?" Gumam Reno sambil memainkan ponselnya menghilangkan kejenuhannya karena sang istri belum juga beranjak dari kamar mandi.

__ADS_1


Ceklek


Mendengar pintu kamar mandi terbuka Reno langsung menoleh kearah sumber suara, terukir senyuman manis dibibir Reno melihat sang isteri yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan jubah handuknya.


Reno terus menatap lekat wajah Intan hingga membuat Intan begitu malu dan wajah putih nan mulusnya berubah merah merona.


" Mas tidak bisakah matanya itu dikondisikan, jangan menatapku seperti itu!" Intan mencibikan bibirnya kesal mendapat tatapan Intens dari sang suami yang sudah tidak sabar ingin menghabiskan malam pertama mereka. mendengar ucapan Intan Reno malah tergelak ditambah melihat wajahnya yang merah bak tomat.


" Mas ihhh.. nyebelin!" Kesal Intan.


" Nyebelin apa ngangenin?" Tanya Reno dengan mengedipkan matanya menggoda Intan dan mengulurkan tangan agar mendekat.


Intan berjalan menghampiri Reno dan tidak mau membuang waktu saat Intan sudah mendekat Reno langsung menarik tubuh Intan sampai jatuh dalam pelukannya. Reno segera membawa Intan pada malam penuh cinta melepaskan hasrat satu sama lain dalam ritual malam pertama.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Sinar mentari menyambut datangnya pagi dua insan sejoli yang telah menghabiskan malam pertama masih asik berada didalam selimut.


Intan membuka matanya perlahan dan merasakan tubuhnya tertindih lengan kekar Reno. Intan menatap wajah tampan yang ada dihadapannya senyum tipis pun terukir diwajahnya. " Ternyata kalau dilihat dari dekat wajahmu benar-benar tampan, pantas saja banyak wanita yang terpesona denganmu sampai ada yang begitu terobsesi ingin memilikimu!" Intan membelai alis Reno yang tebal " Apa setelah kita menikah si rubah betina itu akan berhenti mengganggumu?" Intan menghela napas " Dia cantik dan seksi apakah suamiku tidak akan tergoda dengan si rubah betina itu yang selalu menggodanya?" Kesal Intan ketika teringat bahaimana Amira menggoda dan merayu Reno.


" Mas kamu udah bangun?" Intan merasa malu tertangkap basah oleh Suaminya sedang menggerutu tentang si rubah betina.


" Kamu tenang aja sayang, kalau memang aku tergoda dengannya sudah dari dulu aku bersamanya tapi coba kamu lihat saat ini aku bersama siapa? aku bersama wanita yang jauh lebih cantik dan lebih seksi dari si rubah betina!" Reno langsung menggelitik Intan karena merasa gemas.


" Mas udah ahhh... geli.!" Intan mukul Reno karena masih saja menggelitiknya yang sudah lemas karena tertawa.


" Habisnya kamu gemesin sih!" Reno mencubit hidung Intan gemes.


" Udah ah mas, aku mau mandi!" Intan hendak turun dari tempat tidur namun Reno malah melingkarkan tangannya diperut Intan.


" Mas udah ihh... aku mau mandi dulu. aku mau bikin sarapan. aku lapar!" protes Intan lalu melepaskan tangan Reno yang melingkar diperutnya.


" Baiklah!" Reno pasrah lalu kembali merebahkan tubuhnya.


Intan turun dari tempat tidur lalu meraih jubahnya yang tergeletak dilantai dan langsung masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


45 menit Intan dikamar mandi untuk ritual membersihkan tubuhnya sehabis melakukan malam penuh cinta bersama suaminya.


Intan keluar dari kamar mandi lalu setelah rapih dia langsung pergi menuju dapur untuk membuat sarapan tapi sebelum pergi ia membangunkan suamimya terlebih dahulu untuk menyuruhnya mandi.


Intan dengan piawai bergelut didapur memasak beberapa menu sederhana yang biasa ia masak. Mbok jum yang baru datang langsug menghapirinya saat melihat Intan berada didapur sedang memasak.


" Maaf non si mbok datang telat!" Ucap mbok jum yang merasa gak enak dengan Intan.


Intan menoleh saat mbok jum sudah berdiri disampingnya dengan sedikit terlejut. " Ya ampun mbok jum bikin kaget ja!" tubuh Intan sedikit mundur karena terkejut.


" Maaf non kalau si mbok ngagetin!" mbok jum merasa bersalah.


" Ahh.. gak apa-apa mbok!" Intan melanjutkan masaknya.


" Biar si mbok aja yang lanjutin masaknya non!" Pinta mbok jum.


" Gak usah mbok, biar saya saja si mbok kerja yang lain aja ya mbok!" Intan menolak permintaan mbok jum dengan senyum ramahnya.


" Ya udah kalau gitu si mbok bersih-bersih aja ya non?" Mbok jum pamit


" Iya mbok"


Setelah hidangan semua selesai dimasak oleh Intan, Ia langsung menatanya di atas meja makan.


Reno keluar dari kamar langsung menuju dapur karena ia tahu kalau isteri tercintanya sedang berada disana. Reno tersenyum dan terus berjalan menghampiri Intam yang sedang sibuk menata makanan diatas meja.


Reno melingkarkan tangan kokohnya diperut Intan dan menancapkan dagunya dipundak.


" Isteriku pandai memasak rupanya, melihatnya saja sudah membuat perutku keroncongan!" Ucap Reno yang tak lupa mencium pipi intan dari belakang.


" Mas!" Intan tersenyum malu. " Udah cepat sana duduk, gak enak kalau mbok jum melihat kita seperti ini!" Protes Intan


" Kenapa harus malu mbok jum pasti mengerti. dia jauh lebih berpengalaman dari kita!" ucap Reno santai.


"isshh.. dasar!" Intan mencubit pinggang Reno

__ADS_1


" Awww...!" teriak Reno. " Sakit sayang!" Reno langsung duduk dikursi meja makan dan Intan menyendok nasi dan lauk pauknya untuk Reno. setelah itu menyendok untuk dirinya sendiri. Reno dan Intan sarapan bersama hari pertama sebagai pasangan suami isteri .


__ADS_2