
Ratih bingung ketika Bayu mengatakan Reno adalah kembaran Cahaya, karena yang Ratih tahu selama ini Cahaya itu anak satu - satunya dari Darmawan.
" Maksud kamu kembaran Cahaya? bukannya pak Darmawan itu hanya punya satu anak ya, yaitu Cahaya?" Tanya Ratih dengan bingung.
" Maaf tante, saya dan Cahaya memang saudara kembar kami terpisah saat berusia 1 tahun dan Alhamdulillah Allah telah mempertemukan kami kembali!" Jawab Reno mewakili Bayu dengan seulas senyum tipis menghias wajahnya.
" Jadi Kak Reno ini kembarannya ka Cahaya?" Citra masih tak percaya dan menatap lekat Reno yang tengah duduk dihadapannya.
" Hemmm...!" Reno mengangguk mengiyakan pertanyaan Citra.
" Intan kamu datang bersama pak Reno?" Tanya Bayu penasaran.
" Menurutmu?" Jawab Intan dengan balik pertanyaan.
" Kau ini ditanya malah balik nanya?" Kesal Batu.
" Iya kami datang bersama!" Reno yang mewakili Intan menjawab.
" Apa kalian........?" Bayu menatap curiga pada keduanya merasa kebersamaan mereka pasti ada apa-apanya.
" Do'akan saja!" jawab Reno singkat seakan tahu apa yang ada dibenak Bayu.
__ADS_1
Intan menatap Reno yang dengan santai menjawab pertanyaan Bayu.
" Kami akan selalu mendo'akan kak Intan dan juga kak Reno semoga kalian cepat menikah!" Citra tertawa kecil. " Amin!" ucapannya diaminkan oleh ibunya.
" Amin!" Reno tersenyum dan melirik Intan dan yang dilirik menunduk dengan wajah yang sudah semerah tomat.
" Intan, kenapa wajahmu memerah seperti itu?" Bayu tergelak melihat Intan yang spontan memegang wajahnya panik.
Citra dan Ratih tertawa sementara Reno hanya tersenyum simpul merasa gemas dengan sikap Intan yang tersipu malu.
" Ishhh... sudah ah, kenapa kalian seakan membuly ku saat ini?" Intan berdecak dan membuang muka dengan kesal.
" Haaa....haaa..... dia marah!" tawa Bayu menggelegar dan diikuti suara Citra membuat Intan semakin cemberut.
" Intan dan nak Reno pasti lelah. Bayu antar nak Reno dan Intan untuk beristirahat jangan mengganggu mereka lagi!" Ratih merasa tidak enak dengan Reno yang tidak lain adalah atasan dimana putranya bekerja dan sudah jauh-jauh datang meluangkan waktu ditengah kesibukkannya hanya untuk menjenguknya.
" Heeee.... maaf bu!" Bayu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan melirik kearah Reno yang sedang menatapnya dan entah apa arti dari tatapnnya. seketika timbul rasa takut dan gugup setelah mengingat siapa Reno, bos yang terkenal dingin dan arogan.
" Maaf pak!" Bayu merasa bersalah karena telah menggoda Intan dan membuat gaduh.
" Tidak apa-apa, saya justru senang melihat keluarga kamu dan Intan begitu akrab dan penuh kehangatan.!" Reno berdiri dan di ikuti oleh Intan. Reno mendekati intan dan berbisik pelan " Kita pergi sekarang ?" tanya Reno lembut dan diangguki oleh Intan mengiyakan.
__ADS_1
" Bibi kami pamit dulu ya, besok Insyallah sebelum kembali ke ibu kota kami akan menemui Bibi lagi!" Intan yang sudah berada disamping Ratih mengulurkan tangannya berpamitan dan diikuti Reno yang telah mencium punggung tangan Ratih dengan sopan.
" Aku akan mengantar kalian mencari tempat tinggal bagaimana?" tawar Bayu
" Tidak perlu Bayu, kamu temani ibumu saja!" Seru Reno menolak halus.
" Iya bayu, apa yang dikatakan mas Reno benar. kamu disini saja temani bibi!" tambah Intan setuju dengan yang dikatakan Reno pada Bayu.
" Mas Reno?" Bayu mengernyitkan alis.
" Maksudku pak Reno!" ralat Intan.
" Mas, ini kan bukan dikantor!" tegas Reno. Intan mendelik kesal menatap Reno.
" Jadi kalian beneran paca....?" Ucapan Bayu terpotong.
" Kami tidak pacaran!" ucap Reno memotong ucapan Bayu. Intan lagi-lagi mendelik dan menaikan alisnya seakan meminta penjelasan dari Reno.
" Aku tidak mau Intan menjadi pacarku karena pacaran sudah tidak pantas untuk orang seusia ku. jadi aku lebih memilih Intan menjadi temanku !" Ucap Reno santai tapi membuat wanita disampingnya merasa tertusuk dan merasakan perih dihatinya.
" Kenapa hatiku terasa sakit seperti ini. dia bilang ingin menikahiku tapi sekarang kenapa dia bilang lebih memilihku menjadi temannya!" Gumam Intan dalam hati. tanpa sadar Intan meremas tangannya kuat dan tubuhnya gemetar matanya sudah menganak sungai. Reno melirik Intan dan memperhatikan sikap intan yang tengah meremas tangannya kuat. Reno tahu saat ini Intan pasti sudah salah paham dengan ucapannya. Reno tersenyum tipis lalu meraih tangan Intan dan menggenggamnya erat.
__ADS_1
" Aku tidak mau intan menjadi pacarku tapi lebih memilih Intan menjadi temanku!" Reno menghentikan ucapannya dan menatap Intan lekat sementara Intan yang ditatap menundukkan pandangannya merasa tidak kuat mendengar ucapan Reno saat ini.